Tak Mempan Serendang 1
Hama boktor menyerang sejak sengon berumur 3 tahun, saat diameter batang 10–12 cm

Hama boktor menyerang sejak sengon berumur 3 tahun, saat diameter batang 10–12 cm

Sengon solomon terbukti tahan serangan boktor.

Kumbang serendang Xystrocera festiva tak ubahnya penebar maut di kebun sengon. Cabang patah atau luka lain di pohon sengon lokasi favorit kumbang betina dewasa bertelur. Sekali bertelur mencapai 400 butir. Itulah awal maut bagi sengon yang lima tahun terakhir menjadi pohon paling diminati para pekebun. Telur menetas menjadi ulat dengan masa stadium 5-6 bulan. Ulat-ulat itulah yang menggerek kulit bagian dalam atau menyerang kayu muda ke arah bawah.

Ketika ulat hendak menjadi kepompong, ia mengebor ke dalam batang pohon dan membelok ke arah atas sepanjang 20 cm. Di pengujung pengeboran, ulat berubah menjadi kepompong dengan kepala menghadap ke bawah. Penggerekan bagian dalam oleh larva pada kulit dan kayu menyebabkan kulit mati, terkelupas, dan jatuh. Bila tidak ada serangan berikutnya, kulit dan kayu batang yang luka itu dapat sembuh kembali melalui pembentukan kalus.

Dr Ir Ulfah Juniarti Siregar MAgr (kiri) dan Dr Ir Noor Farikhah Haneda melakukan pemuliaan sengon untuk menghasilkan klon tahan hama boktor

Dr Ir Ulfah Juniarti Siregar MAgr (kiri) dan Dr Ir Noor Farikhah Haneda melakukan pemuliaan sengon untuk menghasilkan klon tahan hama boktor

Provenan unggul

Celakanya serangan hama boktor sering berulang. Bahkan bila sudah parah menyebabkan pohon mati. Hama penggerek batang itu menyerang sejak sengon berumur 3 tahun, saat diameter batang 10–12 cm dan tinggi pohon 16 m. Batang sengon yang terserang hama itu berlubang-lubang seperti saluran pipa sehingga menurunkan volume dan kualitas kayu. Jika kerusakan parah, pasar pun menolak kayu. Pekebun rugi. Harga jual kayu sengon berumur 3 tahun di tingkat pekebun Rp150.000 per pohon. Bila pekebun membudidayakan 200 pohon dan semuanya terserang, kerugian Rp30-juta.

Bagaimana cara mengelak serangan kumbang serendang? Menurut ahli hama hutan di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Noor Farikhah Haneda cara paling efektif mencegah serangan hama kumbang serendang dengan menanam sengon yang resisten atau kuat menahan serangannya. Harap mafhum, pengendalian hama boktor alias kumbang serendang secara fisik dan kimiawi belum memuaskan.

Baca juga:  Lahan Gersang Berubah Hutan

Secara fisik dengan penyesetan bagian kulit batang sengon yang terserang setiap 3 bulan. “Cara itu tidak efisien bagi pekebun yang menanam dalam jumlah banyak, misalnya ratusan hektar,” kata Haneda. Sementara pengendalian secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida sistemik pada kulit batang memang efektif mematikan larva di kulit batang. Namun, cara itu gagal mematikan larva yang telanjur menggerek ke dalam kayu.

Perbanyakan solomon melalui kultur jaringan membantu ketersedian bibit sengon tahan hama boktor

Perbanyakan solomon melalui kultur jaringan membantu ketersedian bibit sengon tahan hama boktor

Untuk itu Haneda dan tim peneliti dari Departemen Silvikultur-Dr Ir Ulfah Juniarti Siregar MAgr dan Dr Ir Arum Sekar Wulandari-melakukan pemuliaan sengon. Semula mereka meriset 10 provenan sengon seperti provenan Cianjur, Subang, Sukabumi (Jawa Barat), Banjarnegara, Wonosobo (Jawa Tengah), Kediri (Jawa Timur), dan Solomon. Provenan adalah asal sumber ditemukannya kultivar.

Dari provenan itu ada sengon yang tahan terhadap hama boktor ada juga yang rentan meski dari daerah yang sama. “Namun, sengon provenan Kediri dan Solomon lebih banyak yang tahan dibandingkan provenan lain sehingga akhirnya kami fokus pada 2 sengon itu,” ujar doktor genetika tanaman dari Kyoto University, Jepang, itu. Hasil penelitian memilih 50 pohon unggulan dari provenan Kediri dan Solomon yang tahan terhadap serangan hama boktor, dan telah dibandingkan dengan 20 pohon lain yang rentan.

Zat inhibitor

Penyeleksian melalui  uji zat inhibitor atau penghambat yaitu  tripsin inhibitor (TI) dan alfa-amilase inhibitor (AI) pada kulit dan kayu sengon. Inhibitor alfa-amilase adalah protein yang menghambat enzim amilase di saluran pencernaan serangga. Serangga, terutama pemakan biji-bijian dan ubi kaya pati, memerlukan enzim amilase untuk menghidrolisis pati menjadi karbohidrat sederhana seperti disakarida dan monosakarida. Tujuannya agar dapat digunakan dalam sistem metabolisme serangga.

Batang sengon yang terserang hama boktor berlubang-lubang seperti saluran pipa sehingga menurunkan volume dan kualitas kayu

Batang sengon yang terserang hama boktor berlubang-lubang seperti saluran pipa sehingga menurunkan volume dan kualitas kayu

Jika pemecahan pati terhambat oleh inhibitor alfa-amilase maka serangga tidak mendapatkan kebutuhan karbohidrat. Akibatnya serangga pun mati. Sementara inhibitor tripsin adalah senyawa yang menghambat aktivitas enzim tripsin dengan membentuk ikatan kompleks antara kedua senyawa itu (interaksi protein–protein). Interaksi itu menyangkut pemutusan ikatan antara argininisoleusin sehingga menghambat bekerjanya enzim tripsin. Akibatnya asam–asam amino sulit lepas dari ikatan protein sehingga tidak dapat diserap serangga.

Baca juga:  Raja Asia Tenggara

Riset menunjukkan sengon tahan hama boktor mempunyai aktivitas TI dan AI lebih tinggi dibandingkan pohon yang rentan. Aktivitas inhibitor alfa-amilase pada batang pohon sehat rata-rata 59,7946 AUI/mg. Adapun pada batang pohon sakit rata-rata hanya 41,932 AUI/mg. Hasil pengujian dengan enzim sintetis, aktivitas inhibitor alfa-amilase tertinggi terdapat pada batang pohon sehat provenan Solomon sebesar 32,420 AUI/mg.

Hal serupa terlihat pada nilai aktivitas inhibitor tripsin. Aktivitas inhibitor tripsin pada pohon sehat 740,40 TIU/mg, sedangkan pada pohon sakit hanya 450,14 TIU/mg. Saat ini Dr Ir Arum Sekar Wulandari dan tim peneliti IPB sedang mencoba memperbanyak klon sengon solomon yang tahan hama boktor melalui kultur jaringan. Harapannya agar dapat membantu ketersediaan bibit sengon unggul seperti solomon.

Harap mafhum sejak 2005 sengon menjadi pohon paling diminati para pekebun. Selain bernilai ekonomi tinggi dan harga relatif stabil, Paraserianthes falcataria juga mudah tumbuh dan cepat panen. Masa tebang tanaman anggota famili Fabaceae itu relatif singkat, 5-10 tahun. Bandingkan dengan masa tebang jati Tectona grandis mencapai 25-35 tahun. Namun, berkebun sengon itu bukan tanpa aral seperti serangan kumbang serendang. Sengon solomon pilihan tepat karena tahan serangan hama itu. (Rosy Nur Apriyanti)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *