Tahan Gempuran Fusarium 1
Melon nobel tahan simpan hingga 16 hari

Melon nobel tahan simpan hingga 16 hari

Melon-melon unggul baru: produktivitas tinggi, toleran layu bakteri, rasa manis, dan tahan simpan.

Wajah Fakih Nurhadi riang bukan kepalang. Itu karena ia mampu memanen buah melon meski serangan layu bakteri menggila. Layu bakteri akibat cendawan Fusarium oxysporum pencabut nyawa bagi melon. Dari 3.200 tanaman melon di sawahnya, hanya 100 batang

yang mati akibat serangan layu bakteri. Padahal, tingkat kematian di lahan pekebun lain mencapai 300-an tanaman.
“Saat itu sedang musim hujan sehingga serangan layu bakteri cukup ganas,” ujar pekebun melon di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu. Fakih Nurhadi memetik satu buah per tanaman. Bobot rata-rata mencapai 2,1 kg per buah, sedangkan bobot rata-rata melon yang dihasilkan pekebun lain hanya 2 kg. Artinya dengan jumlah itu, Fakih bisa memanen 6,5 ton, sementara pekebun lain hanya 5,8 ton.

Penanaman orange rock menggunakan mulsa plastik hitam perak

Penanaman orange rock menggunakan mulsa plastik hitam perak

Pengalaman pertama
Selisih produksi 700 kg itu sangat signifikan. Dengan harga melon daging jingga saat itu—pada 2012—mencapai Rp8.500 per kg, omzet Fakih Rp55.250.000. Itu lebih tinggi Rp5.950.000 daripada perolehan pekebun lain yang hanya Rp49.300.000. Fakih pantas bahagia dan bangga, karena penanaman Cucumis melo di lahan 1.400 m2 itu adalah pengalaman pertamanya berkebun melon.

Apa rahasia Fakih sukses berkebun melon? “Budidayanya intensif dan varietas melon yang digunakan bagus,” ujar lelaki kelahiran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu. Ia menggunakan varietas orange rock hasil pemuliaan PT Clause Indonesia. Menurut Eko Hadi Affandi dari PT Clause Indonesia, orange rock unggul dari segi rasa, tekstur daging buah renyah, berair, dan sangat manis.

Itu karena kadar kemanisan orange rock mencapai 14—15° briks dan rasanya enak. Padahal, rata-rata melon berdaging jingga hanya mentok di angka 14° briks. Orange rock juga mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah berketinggian 50—400 meter di atas permukaan laut.

Melon melvita rasa yang manis mencapai 14—15° briks

Melon melvita rasa yang manis mencapai 14—15° briks

Untuk membudidayakan orange rock, mula-mula Fakih menyiapkan bedengan setinggi 30 cm dan lebar 120 cm. Ia kemudian mencampurkan 1 ton pupuk kandang, 150 kg NPK, dan 100 kg kapur pertanian di lahan 1.400 m2 itu. Baru kemudian ia memasang mulsa plastik hitam perak.

Baca juga:  Cara Siam Tanam Pamelo Merah

Intensif
Fakih lantas menanam bibit melon di bedeng yang berselimut mulsa. Pemupukan susulan pada umur 15 hari setelah tanam (HST). Fakih mengocorkan 200 ml larutan pupuk per lubang tanam. Pupuk itu campuran air dan pupuk NPK dengan konsentrasi
10 g per liter air. Frekuensi pemupukan sekali sepekan.

Sejak tanaman berumur 45 hari hingga menjelang panen, ia menaburkan 4 g pupuk NPK dan 4 g pupuk KNO3 per tanaman. Interval pemberian pupuk itu sepekan sekali. Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit, lelaki kelahiran 1984 itu menyemprotkan fungisida berbahan dasar klorotalonil dan mankozeb sejak tanaman berumur 7 hari. Ia menggunakan konsentrasi 1,5 ons per liter dan menyemprotkannya 2 hari sekali.

Fakih Nurhadi sukses panen melon meski baru pertama kali menanam

Fakih Nurhadi sukses panen melon meski baru pertama kali menanam

Fakih memanen melon orange rock pada umur 65—75 hari. “Bobot buahnya rata-rata 2,1 kg,” ujar Fakih. Biaya produksi Rp4.000 per tanaman dengan total Rp12.400.000, sementara omzetnya Rp55.250.000, maka ia meraup laba bersih sebesar Rp42.850.000. Selain orange rock, PT Clause Indonesia juga merilis melon berdaging jingga lain yang tak kalah unggul yaitu melvita. “Umur mulai berbunga 30—35 hari setelah tanam,” ujar Eko.

Melon hibrida itu panen pada 63—72 hari setelah tanam. Bobot buah 2—3 kg dengan potensi hasil mencapai 28—36 ton per ha. Melvita juga unggul dari rasa yang manis mencapai 14—15° briks. Selain daging jingga, PT Clause juga memiliki jagoan daging putih bernama lucky star f1. Menurut Eko, keunggulan lucky star yaitu umur panen singkat, yaitu 60—65 pascatanam, bobot buah 2,5—2,7 kg, dengan total produksi 27—35 ton per ha.

Lucky star umur panen relatif singkat yakni 60—65 hari pascatanam

Lucky star umur panen relatif singkat yakni 60—65 hari pascatanam

Tahan simpan
PT Agri Makmur Pertiwi, produsen benih di Kediri, Jawa Timur, juga merilis melon baru bernama nobel. Menurut Teguh Prakoso, anggota staf pengembangan PT Agri Makmur Pertiwi, nobel unggul dari ketebalan daging buah yang mencapai 4—5 cm, sementara jenis lain maksimal 3—4 cm. Selain itu, nobel juga tahan simpan mencapai 15—16 hari.

Baca juga:  Mamey Havana Istimewa

“Penyebabnya adalah kulit nobel memiliki jaring tebal dan rapat sehingga daging buah lebih awet,” ujarnya. Umur panen melon nobel juga relatif cepat mencapai 58—65 hari pascatanam. Menurut Teguh, varietas nobel cukup digemari petani Kediri, Ngawi, dan Nganjuk, semua di Provinsi Jawa Timur. “Saat ini ia menempati urutan kedua terpopuler di Jawa Timur untuk melon tipe daging jingga,” ujar Teguh.
Penjualan benih nobel mencapai 100 kg per bulan untuk wilayah Jawa Timur saja. Itu setara dengan penananaman di lahan 200 ha.

Menurut Teguh 1 ha lahan memerlukan benih melon hingga 500 g. Kehadiran melon-melon unggul baru di kalangan petani semakin memotivasi pekebun untuk menghasilkan buah berkualitas baik dan produktif. (Bondan Setyawan/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments