Citrus otaitensis bersosok mungil dan sarat buah.

Citrus otaitensis bersosok mungil dan sarat buah.

Kiat pehobi Italia melebatkan jeruk dalam pot.

Sosok tanaman jeruk relatif pendek, tinggi hanya 1 meter. Kehadiran tiga buah berwarna dominan merah, sangat kontras dengan daun yang berkelir hijau. Pemilik tanaman, Alberto Tintori, menanam jeruk varietas tarocco gallo itu di dalam pot berdiameter sekitar 30 cm. Sangat cocok untuk tanaman buah di perkotaan. Lazimnya pekebun di Italia membudidayakan tanaman kerabat kumquat Citrus japonica itu di lahan.

Harap mafhum tarocco salah satu varietas jeruk darah populer di Negeri Pisa. Tujuan Alberto menabulampotkan tarocco memang sebagai tanaman penghias ruangan (ornamental citrus plants), bukan untuk memproduksi buah. Meski begitu pemilik tanaman pun bisa menikmati jeruk segar langsung dari tanaman setiap akhir dan awal tahun. “Selain tarocco, varietas jeruk darah lainnya yaitu sanguinello dan moro,” kata Alberto.

Perawatan
Menurut Alberto kunci sukses menabulampotkan jeruk antara lain penggunaan batang bawah (rootstock), pemupukan, dan irigasi. Ia memilih tanaman berdasarkan produktivitas, pertumbuhan, berumur panjang, dan tahan terhadap penyakit sebagai pohon induk. Pembuatan tabulampot jeruk darah mengandalkan teknik grafting dan dilakukan antara Mei—Agustus ketika musim panas.

Jeruk merah tarocco gallo koleksi Oscar Tintori Vivai.

Jeruk merah tarocco gallo koleksi Oscar Tintori Vivai. (Koleksi Oscar Tintori Vivai)

Pemilik nurseri Oscar Tintori Vivai, itu menghindari menyambung atau grafting sebelum Mei karena daun belum terbentuk sempurna. Grafting setelah Agustus menyebabkan luka sayatan belum sepenuhnya pulih ketika musim dingin datang. Menurut pembuat tabulampot jeruk di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ade Tano Cahyadinata, waktu grafting di Indonesia lebih fleksibel karena sinar matahari tersedia sepanjang tahun.

Sementara di Italia ada waktu tertentu untuk grafting karena terkendala sinar matahari. Harap mafhum Italia memiliki empat musim dalam setahun. Sinar matahari relatif melimpah pada musim panas pada Juni—September. Alberto memanfaatkan batang bawah seperti alemow Citrus macrophilla, jeruk nipis C. aurantium, lemon vollkamer C. volkameriana, C. troier, dan jeruk tonsil Poncirus trifoliata.

Baca juga:  Panua Kaya Minyak

Hasil riset Santo Recupero dari Centro di Ricerca per l’Agrumicoltura e le Colture Mediterranee (CRA-ACM) menunjukkan, macrophilla dan lemon vollkamer adalah batang bawah yang paling sesuai dengan beragam jenis jeruk. Kedua jenis batang bawah itu menjadikan tanaman lebih kuat dan berbuah lebat. Meski demikian perlu penelitian lebih lanjut penggunaan keduanya untuk jeruk dalam pot.

Tabulampot lemon meyer dibentuk menggunakan teknik support canes.

Tabulampot lemon meyer dibentuk menggunakan teknik support canes.

Alberto lebih memilih jeruk tonsil sebagai batang bawah karena memiliki banyak akar kapiler sehingga cocok untuk tanaman dalam pot. “Poncirus juga membuat tanaman lebih kuat dan tahan penyakit,” kata warga Pistoia, Italia, itu. Pemupukan juga sangat penting demi meningkatkan kemampuan vegetatif dan generatif tanaman. Menurut Alberto jeruk lebih memerlukan nitrogen, fosfor, dan potasium dibandingkan dengan tanaman berbuah lainnya.

Kebutuhan ketiga unsur itu meningkat pada fase pematangan buah. Ia mengandalkan kombinasi pupuk organik berupa kotoran kuda dan pupuk mineral berunsur hara makro dan mikro lengkap. Pupuk organik melapisi bagian teratas media tanam. Ia menghindari pemberian pupuk organik dekat batang tanaman untuk mencegah penyakit oleh cendawan akibat terlalu lembap.

Bentuk
Manfaat lain pupuk organik untuk mencegah permukaan tanah kering dan membentuk humus. Waktu pemberian pupuk organik setiap Desember. Sementara pupuk mineral yang digunakan bisa berupa padatan dan bertipe lambat urai atau slow release. Konsentrasi pupuk 4 g per liter cukup untuk sebuah pot. Frekuensi pemupukan tiga kali setahun yakni pada April, Juli, dan medio September.

Alberto mengatakan, kombinasi pupuk organik dan mineral lengkap memenuhi semua kebutuhan nutrisi tanaman di semua musim. Penyiraman juga faktor penting untuk membuahkan tabulampot jeruk. Alberto menyiram tanaman tergantung pada kondisi daun dan media tanam. Jika media tanam kering atau daun layu dan mengerut berarti tanaman perlu penyiraman.

Bisnis utama Oscar Tintori Vivai tabulampot beragam jeruk.

Bisnis utama Oscar Tintori Vivai tabulampot beragam jeruk.

“Pastikan semua media tanam tersiram,” kata Alberto. Lebih baik jarang menyiram, tapi dengan jumlah banyak, daripada sering menyiram, tapi jumlahnya sedikit. Media tanam yang ia gunakan campuran tanah dan batu apung. Manfaatnya akar tumbuh baik dan media tanam bersifat porous sehingga air penyiraman tidak menggenang dalam pot. Dengan cara itu Alberto mampu menabulampotkan sekitar 70.000 jeruk setiap tahun.

Baca juga:  Sambung ala Asroful

Lihat saja tabulampot lemon otahite Citrus otaitensis yang bersosok mungil, tapi sarat buah. Warna buah yang jingga penuh hampir mendominasi penampilan tanaman itu. Alberto membentuk tabulampot lemon otahite menggunakan teknik vertikal (espaliers). Bentuk itu cocok digunakan di ruangan kecil. Penampilan tabulampot lemon meyer C. meyer pun tak kalah mempesona. Buah berkelir jingga menggantung indah.

Tabulampot lemon meyer dibentuk menggunakan teknik tiang penunjang (support canes). Dengan teknik itu tanaman tumbuh mengikuti struktur yang telah ditentukan. Pekebun di wilayah Lucca, Italia, lazim mengadopsi tipe itu karena berkaitan dengan penyimpanan tanaman pada rumah kaca saat musim dingin. Menurut Ade Tano Cahyadinata, tidak ada bentuk khusus untuk tabulampot jeruk di Indonesia.

Alberto Tintori menabulampotkan 70.000 jeruk setiap tahun.

Alberto Tintori menabulampotkan 70.000 jeruk setiap tahun.

Ade Tano menuturkan, konsumen menghendaki tabulampot jeruk berupa tanaman berbuah lebat dan berukuran relatif kecil. Bentuk tanaman proporsional dan berbuah merata. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d