Susu Sapi: Produksi Melonjak 100% 1
Nafsu makan sapi perah yang mengonsumsi daun katuk meningkat.

Nafsu makan sapi perah yang mengonsumsi daun katuk meningkat.

Pakan tambahan daun katuk meningkatkan produksi air susu sapi hingga dua kali lipat.

Wajah Sofyan selalu tampak semringah. Maklum, sapi perah milik peternak di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, itu menghasilkan air susu melimpah. “Saat ini dari seekor sapi perah betina bisa bisa memperoleh 25 liter air susu, bahkan ada yang mencapai 30 liter,” kata Sofyan. Jumlah produksi susu itu dua kali lipat produksi sebelumnya. “Dulu hanya menghasilkan 12—13 liter per ekor per hari,” tuturnya.

Produksi susu sapi perah meningkat setelah Sofyan memberikan pakan tambahan berupa pelet daun katuk kering yang telah mengalami proses depolarisasi. Ia memberikan 100 g pelet daun Sauropus androgynus kepada setiap ekor sapi setiap hari. “Pelet daun katuk dicampur dengan pakan konsentrat,” ujarnya. Menurut Sofyan, produksi air susu lebih optimal bila pelet daun katuk diberikan 10 hari sebelum induk sapi perah melahirkan.

Pelet daun katuk merupakan feed additive atau pakan imbuhan yang mampu meningkatkan produksi susu hingga 40%.

Pelet daun katuk merupakan feed additive atau pakan imbuhan yang mampu meningkatkan produksi susu hingga 40%.

Nafsu meningkat
Sepuluh hari menjelang melahirkan, “Itu adalah masa pertumbuhan sel kelenjar air susu pada ambing,” kata Sofyan. Menurut Asep Yayan, peternak sapi perah di Pangalengan, pemberian pelet daun katuk juga meningkatkan nafsu makan sapi perah. Menurut Prof Dr drh Agik Suprayogi MSc AIF dan rekan dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), nafsu makan meningkat saat menyusui sangat baik. “Seperti seorang ibu, saat menyusui perlu nutrisi yang banyak,” katanya.

Sapi juga menjadi lebih sehat. “Serangan penyakit seperti mastitis (radang kelenjar susu, red) yang menyerang ambing juga relatif berkurang,” tutur Asep yang juga dokter hewan dan Kepala Rayon Kesehatan Sapi Perah Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan itu. Sofyan dan Asep Yayan memberikan pakan tambahan pelet daun katuk produksi Prof. Dr drh Agik Suprayogi, M.Sc. AIF dan rekan. “Pakan daun katuk itu semacam vitamin pada manusia,” kata Agik.

Baca juga:  Burung Cerdas Asal Argentina

Selama ini masyarakat menganggap daun katuk sebagai pakan biasa. “Daun katuk merupakan pakan imbuhan. Meski diberikan dalam jumlah sedikit, tetap berkhasiat,” tutur wakil kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, itu. Faedah pelet daun katuk itu teruji secara ilmiah. Dalam risetnya Agik menguji efek pemberian daun katuk kepada 16 sapi perah jenis friesian holsten (FH) berbobot rata-rata 400 kg per ekor. Ia membagi hewan uji itu menjadi empat kelompok.

Daun katuk sebagai bahan dasar pakan imbuhan untuk sapi perah.

Daun katuk sebagai bahan dasar pakan imbuhan untuk sapi perah.

Kelompok pertama adalah kontrol. Ia memberikan daun katuk berdosis 100 g per ekor untuk kelompok kedua, 150 g (3), dan 200 g (4). Agik memberikan daun katuk kepada sapi perah pada 10 hari menjelang kelahiran hinggga 2 bulan setelah persalinan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah produksi susu pada kelompok kedua hingga keempat, meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Total volume susu selama 2 bulan laktasi pada setiap kelompok perlakuan masing-masing 1.116 liter, 1.156 liter, dan 1.110 liter. Bandingkan dengan kelompok kontrol hanya mampu memproduksi 826 liter susu. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok ketiga, yaitu 40%. Adapun peningkatan pada kelompok kedua mencapai 35% dan dan kelompok keempat hingga 34%.

Depolarisasi daun
Agik menduga daun katuk dapat meningkatkan jumlah produksi air susu sapi berkat senyawa aktif berupa 5 kelompok asam lemak tak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids). Kelima senyawa itu termasuk eikosanoat. Senyawa aktif itu bisa diperoleh melalui proses ekstraksi dalam pelarut heksana yang bersifat nonpolar. Cara lain untuk memperoleh senyawa itu juga dengan cara merebus daun katuk.

Prof Dr drh Agik Suprayogi M.Sc AIF, "Pakan daun katuk itu semacam vitamin pada manusia."

Prof Dr drh Agik Suprayogi M.Sc AIF, “Pakan daun katuk itu semacam vitamin pada manusia.”

Proses depolarisasi daun katuk menyisakan senyawa nonpolar dan menghilangkan senyawa polar yang cenderung memberikan efek samping. “Maka sangat memungkinkan senyawa yang ada di dalam daun katuk adalah kelompok senyawa aktif yang bersifat nonpolar yang dapat meningkatkan produksi susu sapi,” kata Agik. Senyawa lain adalah senyawa intermediet dari biosintesis hormon steroid.

Baca juga:  Penanganan Terpadu Pasien Kanker

Bila berada dalam tubuh, senyawa-senyawa itu dapat mempengaruhi sistem hormonal dan metabolisme, serta sistem pencernaan sapi. “Pada saat bersamaan juga meningkatkan metabolisme dari kelenjar ambing untuk meningkatkan produksi susu,” kata Agik. Hasil penelitian di peternakan sapi perah KPBS Pangalengan, Jawa Barat, itu mendapat respons positif dari para peternak di sana.

“Mereka tertarik menggunakan pelet daun katuk untuk meningkatkan produksi susu,” ujar Agik. Oleh sebab itu Agik memutuskan untuk memproduksi pelet daun katuk secara massal dengan merek Katulac. Menurut Agik sampai kini belum ada laporan efek samping pemberian pelet daun katuk dari para peternak. “Tidak ada efek samping yang merugikan. Malah sekarang sapi-sapi saya tambah sehat,” ujar Asep Yayan dan Sofyan. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *