Banyak hal terjadi tanpa disangka-sangka. Barangkali itulah kata-kata yang tepat menggambarkan Sanidi, seorang petani di Jambi.

Berkat ketekunannya mengembangkan pertanian hortikultura di desanya, ia terpilih menjadi satu di antara 1.300 tamu yang diundang ke acara pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2015) lalu.

Datang dari Jambi dan sampai di Jakarta pada Kamis (13/8/2015), ia memang sengaja diundang negara berkat keberhasilannya di bidang pertanian. Dinas Pertanian setempat memilih Sanidi karena ia dinilai berhasil mengembangkan pertanian hortikultura di desanya.

Ia pun menceritakan lebih jauh soal pengalamannya mengikuti seleksi petani teladan. Awalnya, menurut Sanidi, ia mengikuti proses seleksi pada pertengahan Juni 2015, kemudian terpilih sebagai juara satu pada 30 Juni 2015 dan akhirnya diundang ke Istana Negara melihat langsung Presiden Jokowi pada Jumat (14/8/2015).

Ia pun mengaku antusias melihat laporan pertanggungjawaban Presiden Jokowi kepada rakyat Indonesia tersebut. Hal itu tercermin dari batik hijau yang dipakainya. Tas pemberian panitia pun ditenteng dengan penuh kebanggaan.

Lahir 48 tahun yang lalu, Sanidi memang seorang petani teladan. Ia bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Jaya yang dipimpinnya, berhasil mengembangkan pertanian hortikultura dengan baik di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Tak ayal, sekitar 600 petani yang tergabung dalam Gapoktan tersebut memperoleh hasil yang memuaskan. Berbagai komoditi pertanian seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang tumbuh dengan baik dan memiliki nilai jual tinggi.

Sanidi bahkan mengaku pihaknya bisa memutar uang hingga Rp 1,3 miliar sampai saat ini. Semua itu berasal dari dana pinjaman yang didapat dari program usaha agribisnis pedesaan Kementerian Pertanian tahun 2008.

Baca juga:  Kulit Jeruk Purut Antinyamuk

“Kucuran pinjamannya Rp 100 juta. Dananya masuk tahun 2009, cairnya tahun 2010. Empat tahun berjalan keuntungan sudah sampai Rp 450 juta,” kata Sanidi.

Dengan kepintarannya memutar uang hasil dana pinjaman tersebut, Sanidi menjadi sosok inspiratif di antara petani di Desa Kasang Pudak. Berbagai komoditi yang ditanamnya juga berhasil menjadi penyangga untuk kebutuhan kota.

Semua itu tentunya merupakan prestasi tersendiri yang jarang dimiliki sekelas petani di desa. Apalagi, Sanidi mengaku, dirinya sama sekali tidak memiliki lahan. Ia hanya menggarap lahan yang menganggur milik orang lain.

Kesuksesan Sanidi sebagai seorang petani juga membuat kehidupan ekonominya membaik. Ia berhasil membiayai pendidikan dua anaknya hingga bangku universitas.

Ia pun berharap semua petani di Indonesia bisa mencontoh ketekunan dan kerja keras yang telah dilakukannya selama ini.

Sumber : t r i b u n n e w s . c o m