Sukses Berkat Nozel 1
Penyemprotan pestisida menggunakan nozel yang mengabut.

Penyemprotan pestisida menggunakan nozel yang mengabut.

Nozel mempengaruhi suksesnya beragribisnis.

Sampai kini petani mengandalkan tangki ketika menyemprotkan pestisida untuk mengatasi organisme pengganggu tanaman. Tangki itu menggunakan pompa manual untuk memompa pestisida. Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Andi Setiawan, Roy Fernando, Rifki Ayu Ramadhani, dan Khoirul Putro membuat waterman, yaitu alat semprot pestisida semiotomatis bertenaga sinar matahari yang lebih praktis.

Cara kerja waterman menggunakan motor direct current (DC) sebagai mesin pemompa pestisida. Solar cell mengubah energi matahari menjadi energi listrik, kemudian disimpan di dalam accu. Energi listrik itu menghidupkan motor DC untuk memompa air dari tangki ke pipa penyemprotan. Menurut Roy Fernando keistimewaan alat itu menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Alat semprot pertanian dapat digunakan untuk pemupukan atau penyemprotan pestisida pada tanaman hias.

Alat semprot pertanian dapat digunakan untuk pemupukan atau penyemprotan pestisida pada tanaman hias.

Kabut tipis
Kapasitas tangki waterman 15 liter—hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit. Tangkai itu dilengkapi tombol yang dapat mengatur kecepatan semprotan di dalam pipa. Perancang tangki menggunakan nozel yang menghasilkan butiran agak besar sehingga cocok untuk penyemprotan pestisida pada padi di sawah. Sayang, tangki itu belum tersedia di pasaran. Itulah sebabnya para petani seperti Adi Suwito tetap memanfaatkan tangki manual.

Petani di Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, itu rutin memanfaatkan tangki ketika memberikan pupuk cair atau pestisida. Pada 10 hari setelah menanam bibit bawang merah misalnya, Adi memberikan pupuk cair. Ia segera mengambil seperangkat tangki semprot. Ia lantas mencampurkan 70 ml pupuk cair ke dalam tangki berkapasitas 14 liter, memompa, dan menyemprotkan di lahan bawang.

Adi mengatakan bahwa ukuran tangki gendong itu pas atau tidak terlalu berat—bobot kosong 2—3 kg dan bobot penuh 17 kg. Itu lebih ringan bila dibandingkan kapasitas 17 liter, bobot di atas 20 kg bila penuh. Untuk menyemprotkan pupuk di lahan 0,14 ha, ia membutuhkan 3 tangki larutan. Adi segera menyemprotkan pupuk cairnya, seketika kabut tipis keluar dari nozel di ujung semprotan yang dipegangnya. Kabut itu menyebar rata.

Baca juga:  Aral Sepanjang Tanam Ara

Keluarnya pupuk cair berupa butiran kecil serupa kabut itu memang yang diharapkan Adi. Ia menggunakan nozel berjenis 4 lubang—berfungsi mengkabutkan dan tidak terlalu melebar. Dampaknya penyemprotan harus dekat dengan sasaran. Bentuk butiran yang berukuran kecil serupa kabut akan lebih mudah diserap oleh tanaman karena berukuran lebih kecil. “Nozel empat lubang cocok digunakan untuk tanaman hortikultura, dan penyemprotan pestisida,” ujar Adi.

Petani 46 tahun itu mengulang penyemprotan pupuk cair setiap 7 hari sampai panen bawang merah berumur 60 hari. Selain itu ia juga manfaatkan alat semprot itu untuk pengendalian hama. Bila tidak ada serangan hama, ayah 3 anak itu menyemprotkan pestisida untuk pencegahan serangan hama berbarengan dengan penyemprotan pupuk cair. Namun, bila terjadi serangan hama, maka penyemprotan pestisida 2 hari sekali.

Panen bawang merah stabil antara lain karena penyemprotan pupuk dan pestisida.

Panen bawang merah stabil antara lain karena penyemprotan pupuk dan pestisida.

Efektif
Menurut dosen Mekanisasi Pertanian Universitas Islam Negeri Bandung, Budi Frasetya STP MP penggunaan semprotan lebih efektif dibanding pengocoran. Penyemprotan dengan tangki bakal menghemat pupuk dan pestisida, menghemat tenaga kerja, dan daya jelajah lebih luas. Sebab, semprotan dari ujung nozel karena tekanan dari tabung yang dipompa semakin efektif. “Tekanan yang merata dalam tabung akan mendorong bahan semprot keluar nozel dengan tekanan tinggi yang membuat sebaran semprotan lebih sempurna sehingga lebih efektif,” ujar Frasetya.

Budi menyarankan tekanan yang sesuai di dalam tabung untuk penyemprotan sekitar 2 atm. Nozel juga berpengaruh besar pada semprotan. Pemilihan nozel harus disesuaikan dengan bahan yang akan disemprotkan. Budi mencontohkan bila membutuhkan semprotan dengan tetesan yang seragam dan daerah jelajah yang luas seperti penyemprotan pada tanaman padi, lebih baik menggunakan nozel jenis cone atau kerucut.

Adapun untuk penggunaan bidang kecil dan rata petani dapat menggunakan nozel jenis kipas. Model itu cocok untuk menyemprotkan herbisida tanpa mengganggu tanaman utama. Adi juga menggunakan nozel jenis kipas untuk menyemprotkan herbisida 3 hari sebelum tanam atau 3 hari setelah panen bawang merah. Menurut Frasetya alat semprot yang sudah dijual di pasaran rata-rata sudah bagus. Di beberapa daerah memang sulit mendapatkan suku cadang bila ada bagian yang rusak dan harus diganti. Pria 35 tahun itu menyebut bagian paling rawan rusak adalah piston pompa dan nozel.

Baca juga:  Berhenti Amtenar Bisnis Kefir

Piston merupakan bagian pompa untuk memasukkan atau menekan udara demi memberikan tekanan ke dalam tangki. Kerusakan nozel biasanya disebabkan adanya penyumbatan pada lubang. Adi menambahkan bagian lain yang mudah rusak adalah seal pada sambungan dan klep piston. Bila bagian itu rusak maka harus segera diganti. Petani acap kali mengalami penyumbatan nozel hingga tidak dapat berfungsi sempurna. Untuk mengatasinya lepaskan ujung nozel dan bersihkan dengan air bersih.

Lubang nozel berukuran 0,5 mm. Penyumbat nozel berupa butiran atau remah pestisida atau juga pengotor dari air yang digunakan untuk melarutkan pupuk atau pestisida. Penggunaan pestisida dengan kualitas kurang bagus, menyebabkan penyumbatan. Petani kurang memperhatikan saat membersihkan perangkat penyemprotan. Mereka cenderung hanya membersihan tangki. Padahal, nozel juga perlu dibersihkan untuk membuang kotoran yang masih menempel.

Penyemprot pestisida harus menggunakan baju khusus.

Penyemprot pestisida harus menggunakan baju khusus.

Caranya dengan menggunakan air hangat yang diisikan dalam tangki dan disemprotkan melaui nozel, seperti penyemprotan biasa. Pembersihan itu wajib karena beberapa zat dalam pupuk atau pestisida bersifat korosif terhadap peranti semprotan. Petani hendaknya mempertimbangkan beberapa hal saat membeli perangkat alat semprot pertanian, antara lain bahan yang digunakan harus bersifat antikarat. Sebab, beberapa bahan pupuk dan pestisida bersifat korosif.

Bahan yang tersedia biasanya baja nirkarat atau plastik. Kapasitas isi atau bobot harus disesuaikan dengan pengguna saat penyemprotan. Ketersediaan suku cadang di pasaran juga harus menjadi pertimbangan bagi petani yang ingin membeli alat itu. Daya tahan alat merupakan pertimbangan pemilihan lain saat membeli semprotan.

Penggunaan penyemprot membantu budidaya pertanian. Adi memanen 3 ton bawang dari lahannya. Pemberian pupuk di lahan dapat meningkatkan produksi, penggunaan pestisida mencegah serangan hama. (Muhammad Awaluddin/Peliput: Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *