Suji Lawan Wasir 1
Daun suji mengandung zat anti radang

Daun suji mengandung zat anti radang

Daun suji pembebasan dari wasir.

Johannes Paulus Winantea ingat betul kejadian 29 tahun silam. Tiga bulan lamanya, ia harus menahan sakit di pinggul. “Rasanya nyeri sekali,” ujarnya. Anus (maaf, red) menonjol keluar diselingi rasa gatal sehingga membuatnya tidak bebas bergerak. Berdiri atau duduk terasa tidak nyaman. Setiap kali buang hajat terasa perih dan darah mengalir dari anus. Johannes menceritakan kondisi itu kepada beberapa rekan. “Tanda-tanda keluhan yang saya alami merujuk pada penyakit ambeien alias wasir,” katanya.

Untuk membantu meringankan penderitaan, Johannes pun mengonsumsi obat wasir yang beredar di pasaran. Namun, langkah itu tidak menyelesaikan masalah. Nyeri masih timbul tenggelam dan semakin parah. Lantaran khawatir pada kesehatannya, ayah tiga anak itu memeriksakan diri ke dokter ahli di sebuah rumahsakit di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Dokter yang menangani menganjurkan agar ia menjalani operasi hemoroid.

Johannes Paulus Winantea mengonsumsi air perasan daun suji untuk meringankan wasir

Johannes Paulus Winantea mengonsumsi air perasan daun suji untuk meringankan wasir

Kambuh

Dua pekan pascaoperasi kondisi Johannes berangsur pulih. Ia tidak lagi merasakan nyeri dan buang hajat pun kembali normal. Dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, dr Probosuseno SpPD K-Ger menuturkan bahwa wasir terjadi akibat pembuluh vena di sekitar otot anus melebar dan membesar. Dalam dunia medis, kondisi itu dikenal dengan sebutan hemoroid. Tandanya darah keluar dari anus akibat aktivitas mengejan saat buang hajat sehingga pembuluh vena yang tipis itu pecah.

Infeksi bakteri pada pembuluh darah yang terluka bisa menyebabkan gatal-gatal. Pembuluh vena yang membesar lantaran terlalu banyak duduk menyebabkan anus terasa panas. Selanjutnya muncul tonjolan di anus berwarna merah kebiruan akibat pembesaran pembuluh darah. Pemicu wasir beragam di antaranya kurang konsumsi makanan berserat. Akibatnya, penderita susah buang air besar sehingga mengejan terlalu keras. Buang air besar yang tidak rutin, jarang berolah raga, dan mengangkat beban juga bisa menjadi penyebabnya.

Terlalu lama duduk dan jarang berolahraga dapat memicu munculnya ambeien

Terlalu lama duduk dan jarang berolahraga dapat memicu munculnya ambeien

Johannes mengira pascaoperasi, ia bisa terbebas dari wasir selamanya. “Bertahun-tahun saya tidak merasakan nyeri lagi,” katanya. Namun, pada 2012 saat ia pindah rumah di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, wasir kembali mengganggu. Gejalanya gatal dan nyeri di anus serta buang air besar terasa perih. Tonjolan sebesar kelingking pun keluar dari anus. Itu membuat Johannes tidak nyaman duduk terlalu lama. “Tonjolan itu memang tidak selalu ada, hanya muncul sesekali,” ujarnya.

Baca juga:  Karena Tarikan Buah Eksotis

Penyakit lama itu muncul lagi sebab pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, itu jarang mengonsumsi makanan berserat dan terlalu lelah. “Sejak tinggal di rumah baru saya menekuni hobi bercocok tanam di halaman belakang rumah dan kerap menghabiskan waktu untuk mengolah tanah,” ujarnya. Khawatir pada kondisi kesehatannya, Johannes kembali memeriksakan diri ke dokter terdekat. Ahli medis memberikan salep untuk dioleskan di bagian anus. “Salep itu memberikan sensasi dingin dan mampu mengurangi nyeri tapi tidak signifikan,” katanya.

Perbanyak makanan berserat agar terhindari dari ambeien

Perbanyak makanan berserat agar terhindari dari ambeien

Daun suji

Beruntung kondisi itu tidak membuat aktivitas Johannes sebagai karyawan di salah satu perusahaan farmasi terhambat. Seorang rekan di kantor menyarankan pria berusia 60 tahun itu agar mengonsumsi daun suji. Johannes menuruti saran itu dan berharap sembuh. Sang rekan memberinya sebatang bibit suji untuk ditanam di halaman belakang rumah. “Memperoleh daun suji di perkotaan itu bukan hal mudah jadi saya memutuskan untuk menanamnya,” tuturnya.

Setiap kali gatal mendera, Johannes menghaluskan 8 lembar daun suji lalu menyeduah dengan segelas air matang dan menyaring. Johannes meminum air saringan itu setiap hari. Hasilnya, dua hari kemudian gatal dan nyeri sirna. Tonjolan di anus pun jarang muncul lagi. Herbalis di Tangerang, Banten, Lukas Tersono Adi, mengatakan daun suji lebih terkenal sebagai pewarna alami makanan. Khasiatnya sebagai herbal belum begitu dikenal.

Padahal, daun suji mampu memperbaiki pembuluh darah vena yang rusak pada penderita wasir sehingga nyeri berkurang. “Daun suji juga berkhasiat antikolesterol dan mampu mengatasi vertigo,” tutur Lukas. Penelitian Julia Megawati dan rekan dari Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi, Manado, membuktikan kandungan flavonoid dan steroid daun suji Pleomele angustifolia berkhasiat antiradang. Pemberian ekstrak etanol daun suji mampu mengurangi pembengkakan pada kaki tikus jantan galur wistar yang diinduksi 5% larutan putih telur. Ekstrak etanol daun suji masing-masing 100 mg, 300 mg, dan 1.000 mg/kg bobot badan memiliki daya antiradang sebesar 33,19%; 14,04%; dan 5,80%.

Khasiat daun suji sebagai herbal belum dikenal

Khasiat daun suji sebagai herbal belum dikenal

Dokter dan herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, menuturkan penderita wasir sebaiknya menghindari makanan pedas, berlemak, dan berminyak. “Makanlah makanan yang mengandung serat dan air sehingga memudahkan buang air besar,” ujar dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian merupakan pilihan tepat. Kini Johannes kembali memperbaiki pola makannya dengan mengonsumsi pepaya setiap pagi dan labu siam untuk mencukupi kebutuhan serat dan air. Sementara perasan daun suji ia konsumsi bila mulai terasa tanda-tanda wasir muncul.

Baca juga:  Cara Baru Semai Padi

Sejatinya, ada beragam herbal yang dapat digunakan untuk meringankan ambeien. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana meresepkan pegagan bagi penderita ambeien sebab mengandung zat antiradang. Peradangan pada anus memicu luka sehingga bakteri gampang masuk seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *