Strategi Jempol 1

568_ 121-1Untuk menyederhanakan penggunaan pestisida secara aman, PT Bina Guna Kimia atau Food Machinery and Chemical (FMC) menyosialisasikan 6 Jurus Jempol si Aman. JEMPOL akronim dari (J)agalah keselamatan kerja, (E)ja dan cermati label, (M)aksimalkan pelindung, (P)estisida harus enam tepat, (O)rang sehat suka kebersihan, dan (L)akukan perawatan tangki. Jempol memang menjadi ciri khusus bagi FMC. “Jempol berarti terpercaya dan melindungi,” ujar Manajer Pemasaran PT Bina Guna Kimia, Dudy Kristyanto. Simbol jempol juga selalu diselipkan dalam setiap produk yang dikeluarkan. Itu pula yang membedakan produk FMC dengan produk sejenis di pasaran.

FMC juga bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) tingkat provinsi untuk mengadakan pelatihan di Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), antara lain di Sulawesi Tengah. Guna mendukung program itu FMC memiliki 200 petugas lapang dan 60 penyelia di seluruh tanahair.

Untuk menjadi perusahaan seperti sekarang ini dilalui FMC dengan banyak rintangan. Pertama kali mencari pasar, FMC mencari pelanggan baru melalui petani satu ke yang lain. Dengan kata lain, ada produk kemudian dijual ke pasar. Namun seiring berkembangnya waktu metode itu diperbaiki. “Sekarang kami mencari apa yang dibutuhkan petani, kemudian produk itu kami sediakan,” ujarnya.

Cara lain, melalui diskusi kelompok terarah atau focus group discussion dengan petani untuk mencari permasalahan di lahan. Dengan cara itu produk tepat sasaran kepada pasar petani yang membutuhkan. Pasar memang hal penting yang harus diketahui sebelum mengeluarkan produk. Untuk itu FMC memetakan tujuan pasar sebelum meluncurkan produk keluar. (Desi Sayyidati Rahimah)

Tags: fmc, semarang

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments