Stop Kepiting Berpindah

Stop Kepiting Berpindah 1
Acetogenins dalam daun sirsak menghambat ATP (adenosine trifosfat) sebagai sumber energi sel kanker. Akibatnya sel kanker mati

Acetogenins dalam daun sirsak menghambat
ATP (adenosine trifosfat) sebagai sumber energi
sel kanker. Akibatnya sel kanker mati

Setelah 18 tahun kanker itu bermetastasis ke paru-paru. Daun sirsak membantu memulihkan.

Mariawati Soemali (50 tahun) sering terjaga ketika tidur. Batuk berdahak memaksanya untuk bangun. Jika sudah begitu ia kesulitan untuk kembali tidur. Batuk itu pula yang membuatnya sulit bernapas sehingga mengganggu aktivitasnya membuat kue. Ia menduga itu batuk biasa. Meski mengonsumsi macam-macam obat, batuk itu tak kunjung sembuh. Sang suami khawatir karena frekuensi batuk Mariawati kian sering.

Stefanus Andrianus, sang anak membujuknya memeriksakan diri ke dokter. Tubuh Mariawati lemas dan meneteskan air mata saat hasil computerized tomography (CT scan) memperlihatkan terjadi multiple nodule metastase atau penyebaran sel kanker yang menyebabkan bintil di paru-parunya. “Di paru kiri terdapat 4 nodul dan 1 nodul di paru kanan,” ujar dokter. Dokter menyarankan Mariawati menjalani endoskopi atau pemeriksaan menggunakan tabung fleksibel dengan kamera kecil di ujungnya melalui anus.

“Pasien kanker cenderung lebih berisiko untuk kembali terserang di organ tubuh lainnya,” ujar dr Arijanto Jonosewojo, SpPD

“Pasien kanker cenderung lebih berisiko untuk
kembali terserang di organ tubuh lainnya,” ujar
dr Arijanto Jonosewojo, SpPD

Kanker serviks

Metastasis atau penyebaran kanker di paru-paru itu di luar dugaan Mariawati. Ia memang pernah terkena kanker leher rahim atau serviks pada 1995 atau 18 tahun lalu. “Saya pikir kanker itu sudah hilang,” ujarnya. Saat itu ukuran kanker leher rahimnya sebesar kacang hijau. Kanker serviks itu datang setelah Maria melahirkan anak ke-3. Semua bermula saat ia merasa berat di perut bagian bawah dan mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. “Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan rahim,” katanya.

Sebelum memutuskan menjalani operasi, selama setahun Mariawati rajin konsultasi ke beberapa dokter di Jakarta dan menjalani 3 kali biopsi di rumahsakit berbeda. Harap mafhum sebagai wanita ia cemas bila tidak memiliki rahim. Rasa takut tidak dapat melihat anak-anaknya tumbuh besar membuat Mariawati memutuskan menjalani operasi kanker leher rahim saat itu. Ternyata itu bukan akhir hidup si kanker. Harapan bebas kanker itu pupus setelah 18 tahun kemudian dokter kembali mendiagnosis ia menderita kanker paru-paru.

Baca juga:  Hindari Bau Kotoran

Menurut dr Arijanto Jonosewojo, SpPD, dari RS Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada kasus Mariawati, penyebaran kanker awalnya tidak terlihat, tetapi saat pemeriksaan terdeteksi sudah menyebar ke paru-paru. “Tidak terdeteksi di awal karena jumlah sel kanker masih sedikit,” ujar Arijanto. Dokter alumnus Universitas Airlangga itu menerangkan bila jenis kanker sekunder sama seperti kanker sebelumnya, maka pengobatan berjalan lebih mudah. Riset I Ketut Suwiyoga dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, pada 2003 juga memperlihatkan sekitar 10% penderita kanker serviks akan mengalami metastasis ke paru-paru. Gejala awalnya batuk, hemoptisis atau pengeluaran darah saat batuk dan nyeri dada.

Daun sirsak

Metastasis kanker ke paru-paru itu membuat Maria cemas. “Cairan di paru-paru harus segera dikeluarkan,” ujar Maria mengulangi ucapan dokter yang menanganinya. Menurut Arijanto, secara medis memang sulit menangani kanker paru. Apalagi bila terjadi akumulasi cairan di pleura menyertai kanker paru. Pada kondisi normal, tubuh menghasilkan sejumlah cairan pleura untuk melumasi permukaan rongga antara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Bila cairan itu berlebih dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Data World Health Organization (WHO) pada 2008 menyebutkan penderita kanker paru-paru di dunia mencapai 1,61-juta kasus. Kanker paru juga merupakan penyebab paling umum kematian akibat kanker, mencapai 1,38-juta kematian (18,2% dari total).

Mariawati menuturkan ia ketakutan bila harus menjalani penyedotan cairan pleura. Musababnya 2 orang tetangganya meninggal setelah melalui proses pengambilan cairan itu. Khawatir itu terjadi, Mariawati mencari alternatif pengobatan. Tetangganya menyarankan agar ia berobat ke dr Paulus Wahyudi Halim, Med Chir, herbalis di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada Juli 2012.

Paulus meresepkan daun sirsak Annona muricata dalam bentuk kapsul. “Dosis daun sirsak yang saya berikan tinggi supaya dapat mencegah penyebaran kanker lebih luas,” ujar Paulus yang menambah dosis hingga 2 kali lipat daripada yang diberikan pada pasien kanker biasa.  Dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu juga mengombinasi daun sirsak bersama kulit manggis, dan aneka benalu teh, avokad, kokosan, sonokeling, mangga, rambutan, dan jeruk. Herbal lain yang juga diberikan adalah rimpang temulawak, kunyitputih, daun tapakdara, sambiloto, meniran, pegagan, dan lidah ayam dalam bentuk serbuk. Serbuk itu diseduh dengan  gelas air panas dan diminum 2 kali dalam sehari.

Baca juga:  Tren Mengail Monster

Setiap hari Mariawati mengonsumsi 30 kapsul yang dibagi ke dalam 3 kali konsumsi. Menurut Paulus penderita kanker stadium awal bisa mengonsumsi daun sirsak dalam bentuk rebusan. Dosisnya 10 lembar daun yang direbus dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Hasil rebusan dibagi menjadi 3 bagian untuk konsumsi 3 kali dalam sehari. Jumlah daun dapat terus ditambah 3—5 lembar setiap bulan. “Maksimal 21 lembar di bulan ke-3,” ujar dokter yang pernah praktik di Uganda itu.

Maria mulai merasa ada perbaikan  setelah 3 bulan konsumsi herbal. Ia tidak lagi terbangun dan merasa sesak napas saat malam hari. Maria belum untuk  melakukan CT Scan ulang. “Yang penting badan saya sehat kembali,” ujarnya. Selain mengonsumsi obat dari Paulus, wanita mantan anggota staf di sebuah bank pemerintah itu pun memperbaiki pola hidupnya. Ia mengurangi makanan berminyak, kuning telur, daging merah, dan ayam broiler. Maria membuktikan konsumsi daun sirsak dapat memulihkan kesehatannya dari penyakit yang bersimbol kepiting itu. (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x