Dua kucing koleksi Ali Suwed masing-masing meraih dua gelar bergengsi.

SteepleChase Jauhar of Ganswed meraih gelar best of the best pada kontes kucing the 1st Internasional Cat Show (CFA) di Yogyakarta pada 29 Mei 2016. (Foto: Muhammad Hermawan Nugroho)

SteepleChase Jauhar of Ganswed meraih gelar best of the best pada kontes kucing the 1st Internasional Cat Show (CFA) di Yogyakarta pada 29 Mei 2016. (Foto: Muhammad Hermawan Nugroho)

SteepleChase Jauhar of Ganswed meraih dua gelar bergensi sekaligus, best of the best sekaligus Highest Scoring in All Breed Championship kontes kucing the 1st Internasional Cat Show (CFA). “Bahagia dan lega sekali! Seharian tadi persaingan sangat ketat karena peserta lain juga tampil dalam kondisi prima,” ujar Ali Suwed, pemilik kucing persia SteepleChase Jauhar of Ganswed.

Juri asal Jepang, Etsuko Hamayasu, mengatakan bahwa Jauhar bersosok ideal sebagai juara. “Kucing itu memiliki set kepala, jarak dan ukuran telinga yang seimbang dan bagus. Yang paling istimewa, saya sangat suka matanya yang bulat, ekspresif, dan warnanya brilliant copper yang cerah dan tajam,” ujar Hamayasu. Keistimewaan kucing itu tidak lepas dari keunggulan genetik dan perawatan yang dilakukan Suwed berbulan-bulan sebelum kontes.

Kucing-kucing jawara
Pehobi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan, “Intinya adalah menjaga agar kondisi bulu tetap lebat dan panjang, mata selalu bersih, dan cerah.” Agar kualitas bulu Steeple Chase Jauhar of Ganswed senantiasa prima, Ali Suwed memberi perlakuan ekstra. Suwed memilih sampo khusus untuk bulu berwarna hitam demi meningkatkan soliditas atau kepekatan warna.

GC. Ganswed Vivaldy of Atharina meraih 2nd Best atau 2nd Highest Scoring in Championship.

GC. Ganswed Vivaldy of Atharina meraih 2nd Best atau 2nd Highest Scoring in Championship.

“Pemberian pewarna tambahan pada kucing sangat terlarang dalam kontes sehingga pemeliharaan warna harus secara alami. Termasuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama karena dapat membuat bulu berwarna kemerahan,” ungkap Suwed. Kebahagiaan Suwed semakin bertambah karena kucing jagoannya yang lain yaitu GC. Ganswed Vivaldy of Atharina menjadi 2nd Best atau 2nd Highest Scoring in Championship.

Lantaran kucing itu hasil anakan Indonesia maka gelarnya bertambah menjadi Best Cat Highest Scoring Indonesian Breed. Dari akumulasi penilaian para juri, nilainya paling dekat dengan Best of the Best Jauhar. Juri asal Jepang, Edward M. Maeda, yang menilai pada ring 1, mengatakan keistimewaan Ganswed Vivaldy of Atharina terletak pada “cobby body” yang seimbang, kepala lebar, bulat, dan tinggi, serta telinganya kecil.

Hurayra Habibah milik Ririn Subroto (berkerudung) meraih gelar Best of the Best Kitten Breed in Indonesia.

Hurayra Habibah milik Ririn Subroto (berkerudung) meraih gelar Best of the Best Kitten Breed in Indonesia.

Kontes yang terselenggara atas prakarsa Cat Fancy Society of Indonesia (CFSI) dan komunitas Sukses Beternak Kucing Ras (SBKR) itu menabalkan gelar Best of the Best Kitten Breed in Indonesia kepada Hurayra Habibah milik Ririn Subroto dari Bandung, Jawa Barat. Juri Kayoko Koizumi mengatakan, Hurayra Habibah beranatomi bagus. Tubuh prima dengan susunan kepala dan tubuh kompak, mata cerah, telinga kecil, dan susunan gigi rapi.

Baca juga:  Mencegah Anoa Punah

Kucing berbulu calico van yang dominan warna putih itu juga mendapatkan perlakuan khusus sebelum mengikuti kontes. “Kebersihan kucing adalah kunci utamanya. Selain tubuh secara keseluruhan, yang terutama adalah bagian mata supaya selalu terlihat cerah. Untuk alat minum juga khusus, yaitu botol jilat, agar bagian dagu tidak basah terkena air yang diminumnya,” ujar Ray Mananggar, suami Ririn.

Ras Bengal
Kontes yang berlangsung di gedung Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, 29 Mei 2016 itu juga menghadirkan kontestan ras Bengal. Pada kontes terbesar di Yogyakarta itu untuk pertama kali kelas ras khusus bengal dilombakan. Menurut presiden Cat Fanciers’ Society Indonesia, Cacang Efendy, masuknya ras Bengal sebagai kelas Misceleaneous Breed upaya untuk merangkul semua pehobi dan kolektor kucing lebih luas.

Full.pdfRoyce sweet Robo milik Rio Boaz Wibowo asal Yogyakarta meraih gelar Best of the Best kelas Miscleanous Breed. Rio sangat senang panitia mengundang ras Bengal di kontes yang berafiliasi dengan CFA. Sebab, asoiasi pencinta kucing lain seperti FIFE atau ICA sudah mengakui. “Untuk kontes berafiliasi ke CFA, penampilan Royce itu yang pertama kali. Kesempatan itu saya manfaatkan sebagai ajang memperkenalkan ras bengal kepada para pengunjung kontes,” ujar Rio.

Royce sweet Robo milik Rio Boaz Wibowo (kanan).

Royce sweet Robo milik Rio Boaz Wibowo (kanan).

Menurut Rio perawatan kucingnya tidak sesulit ras lain. Perawatan bulu ras bengal relatif mudah karena tanpa penyisiran. Sangat kontras dengan kucing-kucing berbulu panjang dan semi long hair. Kucing bengal rajin membersihkan diri sehingga tidak perlu sering di-grooming. Ia biasa melakukan grooming setiap 2 pekan. Bahkan jika terpaksa sampai jangka waktu 1 bulan pun kebersihan klangenan masih terjaga.

Menurut Retno Raswaty, manager show the 1st International Cat Show itu, acara itu tergolong sukses. “Jumlah peserta melebihi target 100 kontestan. Peserta dari berbagai daerah juga banyak yang datang mengikuti lomba. Itu membuktikan pehobi kucing semakin meningkat jumlahnya dan kualitas kucing yang layak dilombakan juga semakin banyak,” ujar Retno. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Baca juga:  Yuk Mengenal Kucing Kinkalow

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments