Standar Mutu Sayuran Hidroponik

Standar Mutu Sayuran Hidroponik 1

Kunci sukses hidroponik klaster adalah menjaga kualitas sayuran. Kendali mutu di tangan petani.

Alunan nada panggil dari telepon seluler mengusik keasyikan Fariz Nugraha saat membaca koran pada pagi itu. Mata pebisnis hidroponik di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu berbinar saat mengetahui si penelepon itu penyelia di sebuah pasar swalayan.

Fariz mengira akan ada permintaan tambahan sayuran. Selama ini Fariz dan para petani mitra memasok beragam sayuran hidroponik ke pasar swalayan itu.

“Ternyata dugaan saya salah, saya mendapat teguran lantaran kualitas sebagian sayuran yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Lubang pada daun terlalu banyak jumlahnya dan ukurannya juga terlalu besar,” ujar Faiz.

Alih-alih membuktikan bahwa sayuran segar itu bebas pestisida, jika melebihi aturan maksimal 10% dari daun, tampilannya justru mengesankan sebagai produk yang terserang hama.

Standar mutu sayuran hidroponik

Pengalaman buruk pada 2 tahun lalu itu mendorong Fariz untuk meningkatkan ketelitian dalam menyortir sayuran. Artinya ia harus kembali menjelaskan kualitas sayuran kepada 12 petani mitra yang selama ini memasok beragam sayuran.

Harap mafhum, Fariz menerapkan sistem klaster, yakni bekerja sama dengan 12 petani hidroponik di Sukabumi. Fariz menampung produksi mereka untuk memasok pasar swalayan.

“Sampai saat ini fokusnya masih produksi aneka macam sayuran daun, di antaranya pakcoy, selada merah, dan sawi hijau. Setiap petani mitra menanam sejenis sayuran saja dan bermuara pada saya sebagai tempat menyetor produk,” ujar Fariz.

Jika ada permintaan salah satu jenis sayuran jumlahnya lebih besar daripada lainnya, maka ia akan menghubungi petani mitra dan meminta untuk meningkatkan produksinya untuk penambahan hasil panen mendatang.

Fariz Nugraha menularkan budidaya hidroponik berstandar pasar modern kepada petani mitranya.

Fariz Nugraha menularkan budidaya hidroponik berstandar pasar modern kepada petani mitranya.

Cara itu mempermudah dalam memenuhi permintaan konsumen, tetapi konsekuensinya kendali mutu sejak di petani. Fariz harus memastikan budidaya itu berjalan bagus sejak pemilihan benih hingga pascapanen. Tidak ada patokan khusus terhadap kualitas cita rasa atau tekstur sayuran yang akan dipasarkan ke pasar swalayan.

Baca juga:  Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Bertani secara Organik

Fariz menekankan petani mitra untuk memperhatikan kondisi nutrisi, seperti suhu, konsentrasi, dan tingkat keasaman (pH) larutan.Suhu larutan harus berkisar 22—28ºC.

Konsentrasi nutrisi juga harus sesuai dengan umur tanaman. Pada umur sepekan konsentrasi nutrisi 1.000 bagian per sejuta (ppm), 2 pekan (1.200 ppm), 3 pekan (1.300 ppm), dan 4 pekan (1.400 ppm). Sementara tingkat keasaman nutrisi harus berkisar 5,5—7. Dengan kondisi itu, produk sayuran daun hidroponik mencapai kondisi optimal.

Fariz dan petani mitra memanen dan mengemas pada pukul 03.00—04.00. Dengan begitu sayuran masih segar saat sampai di lokasi pengumpulan. Sebelumnya petani menyortir sayuran dan mengirim ke pasar swalayan pada pukul 06.00.

Menurut alumnus Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, itu semula petani merasa terbebani dengan adanya sortasi awal itu.

Namun, meningkatnya kesadaran bahwa produk sayuran sesuai standar memudahkan penyerapan pasar, maka petani mitra selalu berupaya menghasilkan sayuran berkualitas prima.

Fariz mengatakan, pasar swalayan menetapkan kriteria umum pada produk sayuran hidroponik yang bisa mereka terima. Misalnya pada tanaman sayuran daun, bobot antara 200—300 gram per ikat. Jumlah per ikat beragam menyesuaikan bobot, tetapi umumnya 2—3 tanaman.

Syarat ketat kualitas sayuran hidroponik

Pasar swalayan juga menghendaki umur tanaman yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, sehingga Fariz harus memberitahu kepada petani mitra untuk memanen pada umur 30—45 hari. Warna daun harus hijau, bentuk daun juga harus oval dan lebar.

Pelaku sistem hidroponik klaster di Karawang, Jawa Barat, Ajud Tajrudin, menerapkan tindakan serupa. Sebagai ketua Koperasi Petani Hidroponik, ia pun memasok hasil sayuran anggotanya ke pasar swalayan.

standar mutu sayuran hidroponok; kualitas sayuran hidroponok; ciri sayuran hidroponik;

Standar mutu beberapa komoditas sayuran hidroponik di pasar swalayan. Penerapan standar yang ketat menjamin konsumen mendapat produk berkualitas prima.

Aturan standar mutu sayuran hidroponik yang ketat dari pasar swalayan membuat Ajud selektif menentukan petani mitra. “Ada 20 petani yang ikut memasok bersama koperasi. Mereka sudah berpengalaman, sehingga mampu menyesuaikan aturan dengan cepat.

Baca juga:  Belajar Hidroponik

Untuk petani pemula disarankan untuk memenuhi kebutuhan lokal dulu sambil belajar menghasilkan sayuran berkualitas prima,” ujar Ajud. Saat ini koperasi Ajud baru sanggup memasok 30 kg sayuran per pekan dari permintaan pasar swalayan 50 kg per pekan.

Pasar modern PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) mensyaratkan produk sayuran hidroponik di gerainya mutlak berpenampilan bagus, bebas kerusakan bekas serangan hama, penyakit, maupun kerusakan teknis, ukuran seragam berdasarkan kesepakatan, segar, warna cerah, dan renyah.

“Soal jumlah dan ukuran pasokan itu terserah kemampuan pemasok,” kata Caesario Parlindungan, senior general manager commercial fresh PT Trans Retail Indonesia. Ia mengatakan, saat ini banyak orang beralih ke sayuran hiroponik karena menyadari pentingnya kebutuhan bahan pangan sehat.

Pasar swalayan memiliki standar mutu relatif yang ketat soal kualitas sayuran. Caesario akan mengembalikan sayuran rusak, berlubang terlalu banyak, atau seperti terbakar kepada pemasok.

Tren penjualan sayuran hidroponik semakin meningkat karena konsumen di perkotaan menggemari sayuran berdaya simpan relatif panjang. Sayuran hidroponik bisa tahan hingga 4 hari. Jadi, kenali syarat standar mutunya dan segera penuhi permintaan pasar dengan sayuran berkualitas prima.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x