Memberi perhatian kepada petani, demi kesejahteraan petani.

Program pendampingan kepada petani.

Program pendampingan kepada petani.

Pertanian adalah napas kehidupan Purnomo Poniman sejak belia. Warga Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, itu menanam jagung pipil di lahan miliknya 3 ha. Salah satu penyakit yang menyerang Zea mays itu adalah penyakit busuk batang. Ia datang membawa isyarat antara lain pangkal batang setinggi 2—3 cm dari tanah pucat menguning.

Pangkal batang itu berwarna cokelat kekuningan dan nyaris patah. Dalam beberapa hari, daun tanaman terkulai sehingga pembesaran tongkol mandek. Akhirnya tanaman rebah dan mati. Untuk mengatasi ganasnya busuk batang Purnomo merendam benih dalam larutan fungisida Cabrio AgCelence 250 EC sebelum penanaman. Ia juga menyemprotkan fungisida berbahan aktif piraklostrobin itu ketika tanaman berumur 30 hari setelah tanam.

Perbedaan budaya

Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab (berkerudung biru) berdialog dengan petani binaan BASF.

Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab (berkerudung biru) berdialog dengan petani binaan BASF.

Jagung pun tumbuh sentosa hingga panen 9 ton per ha atau total 27 ton dari 3 ha lahan. Fungisida yang berperan dalam budidaya itu salah satu produksi PT BASF (Badische Anilin und Soda Fabrik) Indonesia, yang merupakan afiliasi dari BASF Crop Protection Division. Salah satu produk garda depan divisi perlindungan tanaman perusahaan asal Ludwigshafen, Jerman, itu adalah Regent, insektisida berbahan dasar fipronil yang bersifat racun kontak dan lambung.

Sederet merek lain seperti Fastac atau Cascade juga menjadi andalan banyak petani tanahair, termasuk Purnomo dan rekan-rekan kelompok taninya, untuk melindungi tanaman mereka dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Menurut Kepala Divisi Perlindungan Tanaman BASF Indonesia, Saurin Shah, permasalahan petani berbeda di setiap wilayah dan komoditas yang mereka budidayakan.

Padi tanaman Mitra Tani BASF tumbuh subur dan bermalai penuh.

Padi tanaman Mitra Tani BASF tumbuh subur dan bermalai penuh.

“Kalau hanya masalah organisme pengganggu tanaman, secara garis besar sama baik di Asia tenggara maupun Amerika selatan karena sama-sama beriklim tropis. Masalah kerap muncul karena budaya pertanian di setiap daerah yang sering kali berbeda dengan tempat lain.

Baca juga:  Aroma Kuat Bawang Baru

Saurin mencontohkan kebiasaan bertani padi masyarakat Sulawesi berbeda dengan di Jawa. Akibatnya masalah yang muncul pun berbeda. Sistem penanaman padi secara tanam benih langsung (tabela) di Sulawesi membuat padi harus berkompetisi dengan gulma pada awal pertumbuhan. Hal itu tidak terjadi di Jawa, yang petaninya membibitkan padi di tempat terpisah.

Panen jagung di lahan milik Purnomo Paniman sukses berkat pendampingan BASF.

Panen jagung di lahan milik Purnomo Paniman sukses berkat pendampingan BASF.

Itulah sebabnya BASF melakukan pendekatan berbeda. “Kami memfokuskan perhatian kepada petani, bukan hanya masalah dalam budidaya,” kata Hui Ye Lim, head of Corporate Affairs BASF Indonesia. Ia mencontohkan pembentukan Mitra Tani di Purwoharjo, Banyuwangi, tempat tinggal Purnomo, dan sentra-sentra pertanian lain di seluruh Indonesia.

Di Langkat, Sumatera Utara, misalnya, BASF bermitra dengan Better Rice Initiative Asia (BRIA). Itu program kerja sama yang disponsori pemerintah Jerman melalui German Society for International Cooperation (GIZ) untuk meningkatkan produktivitas padi rata-rata 15% sembari memangkas separuh biaya. Dengan cara itu pendapatan petani pun meningkat hingga 40%.

Dokter kedelai
Menurut Saurin Shah peningkatan produktivitas itu lantaran 4 faktor, yaitu penggunaan bibit unggul, tepat aplikasi pupuk, teknik penanaman yang baik, dan penanggulangan hama terpadu. Pemberian pupuk efisien memangkas kebutuhan pupuk, sementara bibit unggul mengurangi kebutuhan benih ketika ditanam.

Lahan jagung binaan BASF di Banyuwangi.

Lahan jagung binaan BASF di Banyuwangi.

“Teknik penanaman yang baik seperti SRI mengurangi kebutuhan benih dari semula 2—3 bibit menjadi hanya 1 per lubang tanam,” kata Saurin. Perusahaan itu juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Prisma—Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture. Prisma merupakan inisiatif pemerintah Australia untuk memajukan pertanian dan perekonomian petani di Indonesia timur.

Baca juga:  Rival Radang Usus

Melalui kerja sama itu BASF mendidik petani yang berpikiran maju untuk menjadi “dokter” kedelai. Petani itu mampu merekomendasikan teknik budidaya, menganalisis, dan mengatasi kendala dalam pertanaman kedelai. Sejauh ini, program soy doctor itu mencetak 19 dokter kedelai di Kabupaten Bima, Provinsi Nusatenggara Barat. Untuk mempermudah interaksi dengan konsumen, BASF juga membuat laman Petani Sejahtera di media sosial.
Di laman itu BASF mengelola kanal “Kamis Bertanya” yang bisa langsung diakses oleh pengguna melalui kolom komentar. Pertanyaan melalui komentar langsung dijawab oleh tim Penelitian dan Pengembangan BASF pada pukul 10.00—17.00.

Laman media sosial itulah jawaban dari BASF. Cara lain melayani konsumen adalah melalui petugas pelayanan konsumen atau Customer Care pada 2 tahun terakhir. “Petani tidak harus menelepon. Mereka cukup melakukan panggilan tak terjawab (missed call), selanjutnya petugas yang menelepon balik dan melayani keluhan petani,” kata Vinda Amelia Sari, Branding & Communications Divisi Perlindungan Tanaman BASF Indonesia.

Mendampingi petani

Saurin Shah,"Setiap sentra pertanian mempunyai budaya berbeda."

Saurin Shah,”Setiap sentra pertanian mempunyai budaya berbeda.”

Pendampingan intensif terhadap petani itu sekaligus sebagai antisipasi terhadap masalah resistensi yang muncul akibat aplikasi serampangan pestisida kimia. “Hama atau cendawan jangan sampai mengembangkan resistensi sehingga riset untuk memperbaiki formulasi terus berjalan,” tutur Saurin. Itu sebabnya dalam setahun, BASF menganggarkan dana €514-juta setara Rp7,6-triliun untuk penelitian dan pengembangan.

Sebagai produsen pestisida kimia, BASF tidak berseberangan dengan pertanian organik yang kian meluas di berbagai belahan dunia. Saurin menyatakan bahwa kimia dan organik sama-sama baik, yang penting tujuannya menyejahterakan petani.

Baca juga:  Pijahkan Ikan Dewa

“Dengan aplikasi yang bertanggungjawab dan bijak, pestisida kimia dapat memberikan manfaat dan nilai tambah optimal bagi petani,” kata pria kelahiran India itu. Jika petani sejahtera, mereka tidak akan meninggalkan lahan pertanian untuk hijrah ke kota. Produksi komoditas pertanian dan pasokan dari lahan ke kota pun tetap mengalir sehingga tidak perlu mendatangkan dari negara lain.

Panen padi oleh wakil Bupati Kabupaten Jombang, Jawa Timur Mundjidah Wahab.

Panen padi oleh wakil Bupati Kabupaten Jombang, Jawa Timur Mundjidah Wahab.

BASF sepenuhnya menyadari bahwa bertani pekerjaan terberat di dunia. Apalagi pada 2050, kawasan Asia Pasifik bakal dihuni 52% populasi dunia—sekitar 4,5-miliar jiwa. Untuk itu perlu perpaduan antara teknologi modern dan sistem pertanian tradisional demi memproduksi komoditas pertanian yang unggul, genjah, dan bebas residu berbahaya. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d