Sihir Rangkaian Anson

Sihir Rangkaian Anson 1
Rangkaian bunga peony

Rangkaian bunga peony

Biji jali penyemarak pesta pernikahan.

Jali Coix lacryma-jobi termasuk tanaman serealia asal Asia timur. Selain digunakan sebagai aksesori dan manik-manik, jali juga sering diolah menjadi beragam penganan seperti bubur dan es krim lantaran bercita rasa lezat dan bergizi tinggi. Setiap 100 gram biji jali mengandung 11 gram protein, 213 mg kalsium, dan 11 mg zat besi.

Di tangan perangkai bunga asal Singapura, Anson Low, AIFD, CFD biji jali menjadi salah satu komponen rangkaian bunga yang unik dan cantik. Bentuk bijinya yang bulat mungil, licin dan mengilap ketika terkena cahaya. “Cocok untuk buket di acara pernikahan,” ujarnya.

Floral tren 2014

Mula-mula ketua grup World Flower Council Singapura, itu menyiapkan pegangan buket yang dibalut benang wol hijau muda. Kemudian di sudut kanan dan kiri ia menggantungkan pegangan kawat besar yang dibalut benang wol hijau metalik. Dua  kawat besar itu disatukan dengan kerangka kawat sebagai penopang bunga hidrangea biru dan phalaenopsis putih. “Putih melambangkan kesucian,” kata Anson. Anggota American Institute of Floral Design itu kemudian menghadirkan aksen hijau dari daun tifa yang menjuntai ke bawah. Di potongan-potongan daun tifa itulah biji jali yang mungil nan cantik menempel bak butiran mutiara yang akan bersinar ketika terkena cahaya.

Buket itu menjadi salah satu rangkaian bunga yang ditampilkan Anson Low pada acara demo dan workshop yang diadakan Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) pada 3 dan 4 Desember 2013. Pada acara yang bertemakan Floral Trend 2014 IPBI Jakarta sengaja mengundang perangkai bunga asal Singapura itu sebagai pelatih. “Anson berpengalaman puluhan tahun dan gayanya sering diikuti perangkai bunga dari berbagai negara, salah satunya di Indonesia,” kata ketua pelaksana acara, Liliana Veronica.

Baca juga:  Hitung Laba Lele

Menurut Liliana, Anson Low memberikan gambaran tren rangkaian bunga pada 2014 dengan menampilkan warna-warna yang kontras, terang dan mengkilap. “Warna-warna itu mengekspresikan kaum muda yang lebih berani. Hal itu, seiring berkembangnya para perangkai bunga yang usianya masih muda,” kata Liliana.

Pada rangkaian buket selanjutnya, Anson menghadirkan rangkaian bunga dengan aroma khas, yaitu aroma bunga hyacinth. Pertama, Anson mengimpit bunga hidrangea ungu menggunakan dua kepingan plastik akrilik bulat yang direkatkan. Kemudian Anson menambahkan benang-benang emas yang menjulur ke bawah. Benang itu menjadi pengikat bunga-bunga hyacinth yang menyebarkan aroma harum khas bunga itu.

Menurut Liliana, ini salah satu kelebihan Anson Low. “Anson sering menggunakan bahan-bahan yang jarang dipakai untuk rangkaian bunga, seperti plastik akrilik,” ujarnya. Menurut Andy Djati Utomo, SSn, AIFD, CFD, perangkai bunga di Jakarta Selatan, rangkaian bunga yang ditampilkan Anson lebih terkesan santai dan sederhana, tetapi warna yang ditampilkan terlihat kontras. “Misal warna jingga berpadu biru atau biru berpadu merah muda,

Selain itu dalam memotong bunga, Anson juga tak menggunakan gunting, ia lebih memilih pisau. “Jika menggunakan gunting akan merusak pori-pori tangkai bunga hingga 25%. Namun, jika menggunakan pisau, pori-pori tangkai bunga bisa tetap sehat dan membuat tanaman tidak cepat busuk,” kata Anson. Pori-pori yang masih sehat dapat menyerap air lebih maksimal ketika ujung tangkai direndam dalam air.

Tanpa floral foam

Pada rangkaian buket selanjutnya, Anson menggunakan kertas tisu yang diberi lilin di setiap bekas guntingan sebagai wadah. Tujuannya agar tisu tetap tegak ketika ujung-ujungnya disatukan secara vertikal. Anson kemudian menancapkan anggrek oncidium kuning ke kumpulan tisu itu. Sebagai pegangan, Anson menggunakan ranting kayu sekaligus menjadi tempat bergantung rangkaian bunga. Sentuhan terakhir, ia memberi tali hijau dan hitam yang menjulur dan saling menyatu.

Baca juga:  Aral Berbisnis Tanaman

Selain buket, Anson menampilkan rangkaian bunga tanpa menggunakan floral foam.  Sebagai  gantinya,  Anson menggunakan tube yang sudah terisi air untuk menjaga bunga tetap segar. “Kalau menggunakan floral foam kita akan sibuk menutup bekas tusukan tangkai bunga itu. Jika menggunakan tube bisa langsung digunakan,” kata Anson.

Pada rangkaian itu, Anson menggunakan bunga peony, bunga impor dari Perancis yang dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp50.000 per tangkai. Bunga itu dipadukan dengan mawar jingga dan kalla lili kuning pada satu rangkaiannya. Sebagai aksesori, Anson menambahkan corong hitam kecokelatan berbahan sabut kelapa beserta ranting yang sudah dicat biru muda. Semua komponen itu dimasukkan ke dalam vas bunga berwarna kecokelatan.

Anson juga menampilkan rangkaian  dengan mengombinasikan beragam bunga berwarna lembut seperti bunga oncidium kuning, hidrangea putih, dan bunga bola. Bunga-bunga itu dilekatkan pada kawat yang menggantung. Lagi-lagi tanpa floral foam, melainkan tube. Menurut Anson kunci agar tampilan rangkaian bunga tetap segar meski tanpa floral foam hanya satu. “Kualitas bunga harus bagus. Maka rangkaian bunga akan tetap terlihat segar,” kata perangkai bunga sejak 27 silam itu. (Bondan Setyawan/Peliput: Pressi Hapsari Fadlilah)

 

 

FOTO:

  1. Rangkaian bunga peony
  2. Rangkaian bunga tetap segar tanpa floral foam
  3. Anson Law, perangkai bunga asal Singapura
  4. Buket  menggunakan bunga hyacinth nan harum
  5. Kertas tisu sebagai wadah rangkaian anggrek oncidium
  6. Buket unik menggunakan jali sebagai salah satu komponennya

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x