Siasat Logan Merebut Pasar 1
Daun Ginkgo biloba berubah kuning dan daun acer berubah kemerahan saat musim dingin di Brisbane, negara bagian Queensland, Australia.  Daun Ginkgo biloba berubah kuning dan daun acer berubah kemerahan saat musim dingin di Brisbane, negara bagian Queensland, Australia.

Daun Ginkgo biloba berubah kuning dan daun acer berubah kemerahan saat musim dingin di Brisbane, negara bagian Queensland, Australia.

Logan’s Nursery mengelola lahan 123 hektare untuk memasok tanaman hias ke berbagai wilayah di Australia.

Daun acer yang memerah itu amat kontras berjajar dengan Ginkgo biloba yang daunnya menguning. Pada awal Juni 2018 musim dingin tiba di Brisbane, ibukota negara bagian Queensland, Australia. Dedaunan beragam tanaman itu pun bersalin warna, kian elok. Itulah panorama di Logan’s Nursery yang berlokasi di Donnybrooks, Brisbane, satu setengah jam bermobil dari pusat kota.

Logan’s Nursery—secara harfiah berarti nurseri kepunyaan Logan, diambil dari nama pemilik, Graeme Logan—memasarkan hingga 300-an spesies tanaman. Sebagian besar merupakan tanaman subtropis. Namun, Logan juga memasarkan sebagian kecil tanaman tropis seperti beringin Ficus benjamina, hanjuang Cordyline fructicosa, dan bunga sepatu Hibiscus rosa sinensis. Logan memasarkan beragam tanaman hias itu di berbagai negara bagian di Australia.

Berbagai fase

Ketika Trubus mengunjungi nurseri itu Logan tengah mempersiapkan pengiriman tanaman hias ke Sydney dengan truk besar yang menempuh perjalanan darat hingga 11 jam. Logan mengatakan, “Bisnis tanaman hias di Australia sangat bagus. Banyak proyek yang membutuhkan beragam tanaman hias.” Ayah dua anak itu memang bukan satu-satunya pemasok tanaman hias di Brisbane, kota terpadat ketiga di Australia dengan penduduk 2,4 juta jiwa.

Namun, ia mampu memenangi persaingan. Logan mengatakan, omzet penjualan tanaman hias mencapai Aus$1 juta setara Rp10 miliar per bulan (ketika liputan berlangsung kurs 1 Aus$ mencapai Rp10.450). Menurut Logan kunci merebut pasar itu melayani semua permintaan konsumen dengan produk berkualitas tinggi. “Ketika mutu tanaman bagus, konsumen tetap akan menerima produk meski harga lebih mahal daripada produk pesaing,” ujar Logan.

Baca juga:  Sirsak Terbaik Merapi

Selain itu Logan juga memasarkan tanaman dalam berbagai fase sejak umbi untuk jenis tertentu, tinggi 125 mm, 200 mm, hingga, tanaman besar dalam kantong tanam 2.000 liter atau setinggi 5—7 meter. Ketersediaan tanaman beragam fase itu memudahkan konsumen yang membutuhkannya. Nurseri yang berdiri pada 2000 itu memasarkan sebuah umbi tanaman rata-rata Aus$1,50 setara Rp15.000.

Adapun harga jual tanaman setinggi 200 mm seperti Alpinia mutica, Alocasia brisbanensis, atau Calistemon salignus Aus$8,50. Tanaman terbesar tumbuh dalam kantong tanam 1.000 liter antara lain beringin Ficus benjamina. Logan menjual sebuah tanaman setinggi 5 meter itu mencapai Aus$1.000. Sebanyak 15 tanaman besar itu kerabat nangka itu berderet-deret di sebuah sudut Logan’s Nursery.

Graeme Logan pemilik Logans Nursery berdiri dengan latar tanaman black boy Xanthorrhoea sp.

Graeme Logan pemilik Logans Nursery berdiri dengan latar tanaman black boy Xanthorrhoea sp.

Logan mengatakan, ke-15 tanaman itu sudah terjual. Dalam waktu dekat ia segera mengirimkan tanaman anggota famili Moraceae itu kepada para konsumennya. Pemegang Certificate of Horticulture alumnus Ryde School of Horticulture, Sydney, itu tinggal mengangkat “tangkai” kantong tanam dengan derek dan memasukkannya ke dalam truk khusus. Jika tanaman terlalu tinggi, petugas mengatur posisi tanaman agak miring.

Batang pinus

Siasat Logan Merebut Pasar 2

Tanaman acer di Logans Nursery menggunakan kantong tanam karena lebih praktis dan awet.

Logan sejatinya mengelola nurseri di dua tempat. Selain di Donnybrooks, ia juga mempunyai lahan di Capalaba, Brisbane, 1,5 jam bermobil dari pusat kota. Luas nureseri di Capalaba hanya 2 hektare yang menyerap 10 tenaga kerja. Adapun nurseri di Donnybrooks seluas 113 hektare yang dikelola oleh 60 tenaga kerja. Mereka bekerja denan mesin tertentu agar lebih efisien dan cepat.

Siang itu, misalnya, dua pekerja mengepotkan ulang tulipwood Harpullia pendula yang kian meninggi hingga 2,5 meter. Mereka mengganti pot dengan ukuran yang lebih besar yakni 1.000 liter. Sebuah wahana bertangki dengan kapasitas 10 meter kubik media tanam mendekati lokasi pergantian kantong tanam. Mula-mula pekerja mengisi kantong tanam dengan media hingga hampir separuhnya. Wahana atau kendaraan itu juga dilengkapi dengan ban berjalan.

Baca juga:  Juniperus Kampiun

Petugas hanya menekan tuas kecil dengan kaki kiri, maka media tanam itu akan berjalan dengan sendirinya ke kantong tanam. Ketika ia melepaskan tuas, maka media tanam berhenti mengalir ke kantong tanam. Setelah terisi hampir setengah, pekerja menanam kembali pohon anggota famili Sapindaceae itu yang tumbuh kian jangkung itu. Ia kembali menekan tuas agar media tanam memenuhi kantong tanam. Tangan mereka sigap mengarahkan media ke celah yang masih kosong.

Untuk mengepotkan kembali tanaman besar itu, pekerja hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 15 menit. Begitu pula untuk memindahkannya, sebuah derek akan mengangkat pegangan kantong tanam yang kuat itu ke lokasi yang diinginkan. Logan memilih kantong tanam, “Karena praktis, kuat, dan tahan lama,” Sebuah kantong tanam mampu bertahan hingga lima tahun. Ia menggunakan kantong tanam produksi perusahaan di Indonesia, PT Wanghort Pratama Lestari.

Proses pengiriman tanaman ke berbagai kota di Australia dengan truk khusus.

Proses pengiriman tanaman ke berbagai kota di Australia dengan truk khusus.

Pengusaha hortikultura itu mengolah sendiri media tanam berbahan cacahan batang tusam Pinus mercusii. Ia memfermentasi bahan itu hingga tiga bulan sebelum menggunakannya. Adapun untuk penyiraman, Logan menerapkan sistem irigasi tetes, tertama pada pohon-pohon yang tumbuh di kantong tanam berukuran besar. Ia memanfaatkan enam situ sedalam hingga belasan meter yang terdapat di lahannya. Logan memanfaatkan air dari situ itu untuk menyiram tanaman. (Sardi Duryatmo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments