Siasat Hemat Hidroponik 1
Kualitas sayuran hidroponik lebih unggul

Kualitas sayuran hidroponik lebih unggul

Dengan berbagai siasat, biaya produksi sayuran hidroponik turun, kualitas tanaman tetap terjaga.

Biaya produksi sayuran hidroponik lebih tinggi karena memerlukan dana operasional yang cukup besar. Pekebun hidroponik di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Ary Widya, menuturkan bahwa  biaya operasional tertinggi budidaya hidroponik untuk tenaga kerja. Jimmy Halim, pekebun hidroponik di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, berpendapat sama. Tenaga kerja menyerap 49% dari total biaya produksi terutama untuk pembibitan, panen, dan pascapanen, sedangkan pupuk, 31%.

Mekanisme operasional alat yang bekerja secara otomatis berimbas pada tingginya penggunaan listrik. Menurut pakar hidroponik dan nutrisi di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso, pemakaian listrik untuk beberapa teknik hidroponik memang mutlak. Oleh karena itu pada teknik aeroponik,  pemadaman listrik selama 1—2 jam menyebabkan tanaman layu dan kemudian mati. Pada teknik nutrient film technique (NFT), tanaman dapat bertahan walaupun listrik padam selama dua jam.Siasat Hemat Hidroponik 2

Jimmy Halim rajin melakukan inovasi untuk menghemat biaya produksi

Jimmy Halim rajin melakukan inovasi untuk menghemat biaya produksi

Berhemat

Tingginya biaya produksi itulah yang mendorong para pekebun melakukan berbagai strategi untuk menghemat biaya produksi atau meningkatkan produksi. Namun, itu tidak mengurangi kualitas sayuran yang dihasilkan. Penghematan bisa dilakukan mulai dari pengadaan benih, pembibitan, maupun proses perawatan tanaman. Yos menjelaskan, pekebun dapat menghemat dalam penggunaan listrik pada fase pembibitan. Pilihlah teknik pembibitan tanpa listrik dengan menggunakan media tanam berupa arang sekam.

Letakkan arang sekam dalam tray, benam benih, dan lakukan penyiraman secara manual. Pekebun hidroponik lazimnya tetap menggunakan listrik dalam proses pembibitan. Contohnya Parung Farm di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggunakan sistem NFT yang dimodifikasi dengan batu kerikil. Sistem pengairan secara otomatis setiap tiga menit.

Penghematan dapat dilakukan mulai dari pembenihan hingga pembesaran tanaman

Penghematan dapat dilakukan mulai dari pembenihan hingga pembesaran tanaman

Pekebun hidroponik di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Kunto Herwibowo pun demikian. Ia menggunakan sistem NFT untuk pembibitan dan pembesaran. Teknik pembibitan kedua pekebun itu tetap menggunakan listrik. Dengan mengalihkan penggunaan listrik menjadi teknik nirlistrik akan menekan biaya produksi.

Baca juga:  Olah Kayu Jadi Sosis

Menurut Yos penghematan lain yang dapat dilakukan dengan memproduksi benih sendiri. “Sebaiknya produksi sendiri benih yang dapat diperbanyak sendiri,” ujar alumnus Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, itu. Jenis sayuran yang dapat dibenihkan bayam hijau dan merah. Dengan melakukan berbagai penghematan itu pekebun dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas tanaman yang dihasilkan. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *