Varietas serai wangi unggul dapat meningkatkan kandungan minyak asiri.

Varietas serai wangi unggul dapat meningkatkan kandungan minyak asiri.

Varietas, lokasi tumbuh, waktu panen, dan pengeringan mempengaruhi produksi minyak serai.

Nurjanna Khairunissa menghabiskan 200 kg daun segar untuk memperoleh 1 kg minyak serai. Artinya penyuling di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, itu hanya memperoleh rendemen 0,5%. Penyuling lain mampu meningkatkan rendemen hingga 1% atau memerlukan 100 kg bahan baku untuk menghasilkan 1 kg minyak. Perempuan 40 tahun itu mengelola lahan 3 hektare.

Menurut Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Ir. Wiratno, M.Env, Mgt, terdapat beberapa cara khusus untuk mendapatkan hasil minyak serai yang baik dan bermutu tinggi. Salah satunya dengan menggunakan varietas unggul. Kini terdapat beberapa varietas unggul serai yakni G2, G3, G115, G127, dan G135. Varietas itu mampu menghasilkan minyak asiri dengan kandungan geraniol dan sitronelal yang tinggi.

Dua tipe

Serai merupakan tanaman stolonifera yang terdiri atas dua tipe yaitu Cymbopogon nardus (lenabatu) dan Cymbopogon winterianus (mahapengiri). Ciri lenabatu memiliki daun lebih panjang. Adapun mahagiri daun bersosok lebih luas dan pendek. Penyulingan serai wangi tipe mahapengiri menghasilkan rendemen minyak lebih tinggi daripada lenabatu. Selain itu minyak dari mahapengiri bermutu lebih baik (kadar geraniol dan sitronelal lebih tinggi).

Minyak asiri serai wangi memiliki multimanfaat.

Minyak asiri serai wangi memiliki multimanfaat.

Minyak asiri yang dihasilkan dari serai varietas lenabatu berwarna kuning pucat sampai cokelat, beraroma segar, serta mengandung kadar sitronelal 7—15% dan geraniol 55—65%. Sementara itu minyak serai tipe mahapengiri berwarna cokelat beraroma lebih menyengat. Varietas itu menghasilkan minyak berkadar sitronelal 30—45% dan geraniol 65—90%.
Penggunaan minyak serai lenabatu dan mahapengiri tidak dapat disamakan. Setiap jenis minyak itu memiliki penggunaannya berbeda. Minyak serai lenabatu sebagai bahan campuran sabun, sampo, atau karbol pembersih lantai. Adapun minyak mahapengiri untuk campuran calir atau lotion. Kini harga kedua jenis minyak itu di tingkat penyuling relatif sama, yakni Rp300.000 per kg.

Baca juga:  Kreasi Sabut Kelapa

Kemiringan lahan

Teknik budidaya yang baik menerapkan Good Agricultural Practice (GAP)—suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu yang aman dikonsumsi.

Menurut pekebun serai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Affandi, menanam serai di lahan-lahan marginal dengan topografi yang datar dan miring secara monokultur memiliki perbedaan hasil panen basah dan minyak asiri. Ia menanam serai wangi varietas Cymbopogon nardus atau lenabatu. Ia memperoleh bibit dari PT Indesso Aroma yang bekerja sama dengan pekebun-pekebun serai di Indonesia.

Serai yang tumbuh di lahan berkemiringan 25—350 akan memberi keleluasaan pada akar untuk tumbuh. Hal itu memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman tumbuh lebih subur dan tidak tergenang air ketika musim hujan datang. Menurut Affandi serai panenan di lahan miring menghasilkan minyak lebih bagus. Rendemen sekitar 0,6—1%.

Sebaliknya ketika Affandi menyuling serai yang tumbuh di lahan datar hanya memperoleh rendemen 0,4—0,6%. Sayangnya, ketersediaan lahan miring lebih terbatas jika dibandingkan dengan lahan datar.

Pengeringan

Sebaiknya petani memanen serai pada pagi hari dan cuaca cerah untuk mempertahankan kandungan minyak esensial. Setelah panen, segera keringkan daun serai sebelum penyulingan. Proses pengeringan daun yang baik adalah dengan kering angin dan menghindari sinar matahari untuk memperoleh kualitas minyak asiri yang baik. Daun serai wangi pun perlu dibolak-balik secara kontinu selama 6—8 jam.

 

Penanaman serai wangi di lahan miring dapat menambah kesuburan tanaman.

Penanaman serai wangi di lahan miring dapat menambah kesuburan tanaman.

 

“Proses pengeringan yang melebihi satu hari akan meyebabkan daun terlalu kering dan minyak asiri sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali,” ujar anggota staf bagian Pengadaan Dukungan Manajemen dan Rantai Pasok Bisnis, PT Indesso Aroma, Mimbar Ari Saputro, S.T., M.P. Iklim juga mempengaruhi mutu minyak serai. Kadar citronelal dalam minyak lebih tinggi pada musim kemarau dibanding dengan panen saat musim hujan.

Baca juga:  Sukses Menanam Katuk

Pertumbuhan serai wangi kurang baik pada tanah yang liat dengan tekstur ringan dan menahan air. Tanah berpasir dan cukup subur lebih baik daripada tanah berkapur untuk pertumbuhan serai wangi. Penanaman semiintensif dipadukan dengan sistem pertanian organik bermanfaat untuk mencegah erosi, merehabilitasi lahan kritis, serta menambah nilai ekonomis lahan. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d