Kelinci prima hasil perawatan yang bagus.

Kelinci prima hasil perawatan yang bagus.

Perawatan tepat menjamin kelinci selalu sehat.

Iman Sulistiyanto menuangkan pelet ke dalam wadah pakan lalu meletakkan wadah itu di dekat kelinci jenis flame miliknya. Hewan bertelinga panjang itu menghampiri wadah, mengendusnya, lalu beringsut kembali ke sudut kandang. Padahal sudah beberapa hari kelinci berumur 12 bulan itu tidak menyentuh pakan. Tanpa asupan pakan, tubuh hewan pengerat itu semakin lunglai dan warna bulunya menjadi kusam.

Keruan saja Iman waswas. Pria 26 tahun itu lantas mencoba memberikan hijauan berupa rumput yang sudah dilayukan. Sayang, kelangenan yang Iman peroleh dari petshop itu bergeming. Kondisi kelinci itu pun memburuk sampai akhirnya Iman melihatnya terbujur kaku dalam kandang. Berdasarkan pengalaman 2 tahun memelihara kelinci, Iman menduga kelinci itu stres akibat hujan lebat yang turun mendadak sehingga suhu pun turun.

Kandang

Sugita Yohanes Hermanto serius menangkarkan kelinci sejak 2010.

Sugita Yohanes Hermanto serius menangkarkan kelinci sejak 2010.

Kelinci merupakan jenis hewan yang tidak dapat mengalami perubahan suhu secara cepat. Menurut pehobi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sugita Yohanes Hermanto, perubahan suhu mendadak 5°C—dari suhu panas ke dingin atau sebaliknya—memicu stres, bahkan kematian kelinci. “Bila perubahan suhu tidak mendadak, kelinci ada waktu untuk beradaptasi sehingga tidak akan menyebabkan stres,” kata Sugita.

Musim hujan berikutnya, Iman menyelimuti kandang dengan kain tebal bila hujan turun. Tujuannya memperlambat perubahan suhu. Cara itu berhasil, tidak ada lagi kematian ketika cuaca tiba-tiba berubah. Menurut dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, drh Slamet Rahardjo MPH, selain mencegah stres, pehobi harus memperhatikan manajemen kandang dan pakan.

Baca juga:  Burja Buruan Pasar

Slamet menyarankan model kandang panggung agar kotoran langsung jatuh, tidak menumpuk di lantai kandang. Lantai kandang dapat terbuat dari kayu, bambu, maupun kasa baja nirkarat. Iman menggunakan bilah bambu selebar 2—3 cm dengan jarak antarbilah 0,8—1 cm. Sugita memilih kasa baja nirkarat karena lebih awet dan lebih rapat sehingga mengurangi risiko kelinci terperosok.

Pemberian rumput hay cukup 50 gram per hari.

Pemberian rumput hay cukup 50 gram per hari.

Untuk mencegah anak kelinci terperosok, Iman menempatkan kelinci mungil itu dalam kotak berukuran 20 cm x 30 cm setinggi 10 cm. Sugita menghindari penggunaan bambu karena permukaannya tidak rata. Hal itu bisa membuat kaki bengkok dan melebar lantaran harus menahan keseimbangan. Risiko lain selain terjepit adalah luka, salah urat, bahkan patah tulang.

Kelinci berukuran besar seperti jenis giant flemish, giant angora sebaiknya menggunakan alas kandang berupa palet plastik untuk mengurangi risiko kaki terluka. Ukuran ideal kandang minimal 4 kali ukuran tubuh kelinci. Tujuannya memberikan ruang gerak untuk pergerakan kelinci. Di dasar kandang, Sugita menaburkan serutan kayu untuk menyerap kelembapan dan bau kotoran kelinci.

Pakan

Serutan kayu menyerap        kelembapan dan bau 	       dari kotoran kelinci.

Serutan kayu menyerap kelembapan dan bau dari kotoran kelinci.

Sugita mengganti serutan kayu itu 3 hari sekali agar kandang tetap bersih. Pembersihan kandang dan penyemprotan disinfektan ia lakukan setiap bulan. Kandang sebaiknya diletakkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara teratur. Bila memungkinkan tempatkan kandang dalam ruangan berpengatur suhu yang mempertahankan suhu 24—28°C. “Suhu lebih dari 30°C membuat kelinci kegerahan dan memicu stres,” kata drh Slamet.

Kelinci bulu panjang seperti english angora lebih menyukai suhu kurang dari 240C. Usahakan kandang terlindung dari sinar matahari langsung untuk mengurangi panas. ”Sinar matahari langsung membuat bulu kusam dan tidak mengkilap,” kata Iman. Gangguan kesehatan yang umum dialami kelinci adalah kembung dengan ciri nafsu makan berkurang, perut buncit atau keras, dan enggan beraktivitas.

Baca juga:  Siasat Silangkan Jarak

Pemicu utama kembung biasanya kandang yang kurang bersih. Bibit penyakit yang termakan menyebabkan diare, kembung, bahkan kematian. Menurut drh Slamet kelinci bersifat herbivora sehingga membutuhkan hijauan sebagai sumber serat. Dokter hewan alumnus Universitas Gadjah Mada itu menyarankan agar membatasi pemberian hijauan segar. Musababnya kelinci berlambung tunggal dan ada proses pencernaan oleh mikrob.

Kandang kelinci bersih agar kelinci sehat.

Kandang kelinci bersih agar kelinci sehat.

Konsumsi hijauan segar berlebih menyebabkan kembung dan kematian mendadak. Untuk mengatasi hal itu Iman melayukan rumput sehari sebelum memberikan kepada kelinci. Sugita memilih rumput timothy yang sudah diproses menjadi hay alias rumput yang sudah dikeringkan hingga kadar air 12—13%. Rumput timothy Phleum pratense adalah jenis rumput lapangan dengan bunga seperti ekor kucing. Rumput itu dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 45—60 cm.

Selain hijauan, berikan pelet atau pakan olahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi sebanyak 30—50 gram/hari. Sugita memberikan pelet pada pagi dan sore, sedangkan rumput atau hay saat malam. Batasi pemberian sayuran yang sifatnya basah dan mengandung banyak air seperti kubis, sawi, kangkung, wortel, atau mentimun. Bila diberikan dalam jumlah banyak menyebabkan diare atau kembung. Jenis itu memicu gas dalam lambung sehingga perlu pelayuan minimal 12 jam.

Cegah obesitas
Menurut Sugita pemberian sayuran basah seperti camilan sehingga cukup seminggu sekali dalam jumlah kecil, sekitar 30—50 gram, sebagai variasi saja. Slamet menjelaskan, kelinci merupakan hewan yang aktif pada malam hari. Untuk itu pemberian pakan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kekurangan serat pada kelinci menyebabkan obesitas dan mengurangi produktivitas anakan kelinci betina.

Perawatan kelinci lebih baik di ruangan yang dapat dijaga suhunya.

Perawatan kelinci lebih baik di ruangan yang dapat dijaga suhunya.

Selain itu juga memicu gangguan pencernaan, diare, bahkan kematian. Kekurangan serat acap membuat kelinci memakan bulunya sendiri. Selain merusak penampilan, bulu yang menyebabkan pembentukan gumpalan atau bola bulu dalam lambung dan menyumbat saluran pencernaan. Untuk mengatasinya, Sugita memberikan hijauan dan mengumbar kelinci. Aktivitas gerak mendorong bola bulu atau kotoran untuk terurai dan keluar.

Baca juga:  Atasi Penipisan Bulu Kelinci

Saat diumbar berikan teman untuk interaksi, bila sendirian kelinci cenderung diam. Teman interaksi kelinci berumur produktif bisa berupa lawan jenis untuk merangsang insting kawin dan berkejar-kejaran. Alternatif lain, menggunakan obat anti kembung yang diberikan secara oral atau injeksi. Menurut perawat kelinci milik Sugita, Dede, perawatan kelinci yang paling makan waktu adalah perawatan bulu, karena harus disisir agar tidak kusut.

Jenis bulu panjang perlu disisir 2 hari sekali, sedangkan bulu pendek sepekan sekali. Kelinci tidak perlu mandi, untuk bulu panjang cukup diblower agar tidak lepek dan diberikan bedak agar lebih halus dan bersifat melindungi bulu dari air. Iman menjelaskan, kunci penting perawatan kelinci adalah telaten, perhatian dan kasih sayang. Tanpa itu, kelinci tidak akan gemuk meski banyak diberi pakan. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d