Mangga agrigardina cocok untuk tabulampot karena genjah

Mangga agrigardina cocok untuk tabulampot karena genjah

Winarti sukses membuahkan mangga agrigardina dan garifta yang ditanam dalam pot.

Tiga buah mangga agrigardina-45 menggantung pada sebuah pohon setinggi 1 meter. Agrigardina-45 adalah mangga varietas unggul berkulit gradasi merah dan kuning hasil perkawinan silang antara arumanis-143 dengan varietas saigon. Persilangan itu untuk memperbaiki karakter buah mangga arumanis-143 yang berkulit hijau agar menjadi merah sehingga tampil lebih menarik. Kementerian Pertanian merilis varietas itu pada 2014.

Yang istimewa, sang pemilik pohon, Winarti, memanennya tanpa perlu memanjat atau menggunakan galah. Itu karena ia membudidayakan mangga unggulan nasional itu di sebuah planter bag atau kantong tanam berkapasitas 75 liter. “Selain memudahkan panen, tabulampot mangga juga cantik untuk penghias halaman rumah,” ujar pehobi tabulampot di Kota Malang, Jawa Timur, itu.

Intensif
Meski tumbuh di kantong tanam, agrigardina tampak tumbuh sejahtera. Itu buah dari perawatan intensif yang diterapkan Winarti. Ia menanam agrigardina dalam media tanam berupa campuran tanah dan sekam padi dengan perbandingan 1:2. Menurut Suyadi, petugas kebun yang merawat koleksi tabulampot milik Winarti, ia memperbanyak sekam agar media tanam lebih porus. Dengan begitu perakaran tumbuh lebih leluasa menyerap hara. Media tanam yang porus juga memperbaiki sirkulasi udara sehingga air hujan atau air penyiraman menjadi tidak tergenang. Genangan air dapat menyebabkan perakaran menjadi busuk. Selain itu bobot tabulampot menjadi lebih ringan sehingga mudah dipindahkan.

Winarti (tengah) bersama suami dan anak mengoleksi 60-an tabulampot mangga ekslusif

Winarti (tengah) bersama suami dan anak mengoleksi 60-an tabulampot mangga ekslusif

Sebagai sumber nutrisi, Suyadi, memberikan pupuk NPK berimbang tiap 15 hari sekali berdosis setengah sendok makan per tanaman. “Taburkan pupuk di sekitar tanaman, lalu siram agar lebih meresap ke media tanam,” ujarnya. Pemupukkan itu untuk fase vegetatif atau pertumbuhan tanaman sebelum muncul bunga.

Baca juga:  6 Cara Agar Pohon Mangga Cepat Berbuah

Ketika muncul bunga, ganti pupuk NPK berimbang dengan pupuk NPK berkadar fosfor (P) dan kalium (K) tinggi. Dosisnya dua sendok makan pupuk per tanaman. “Taburkan merata di permukaan media tanam dengan jarak 10—20 cm dari batang tanaman,” ujar Suyadi. Setelah itu siram media tanam agar pupuk lebih meresap.

Tarik cabang
Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, Suyadi menggunakan beragam insektisida dan fungisida. Campurkan 3 sendok makan fungisida berbahan aktif propineb, 3 sendok makan insektisida berbahan aktif betasiflutrin, 2 sendok makan insektisida berbahan aktif imidakloprid, dan 4 sendok makan zat pengatur tumbuh ke dalam 14 liter air. Semprotkan larutan itu 15 hari sekali. “Penyemprotan ditingkatkan menjadi 10 hari sekali kalau ada serangan,” ujar warga Batu, Jawa Timur, itu.

Suyadi tak melakukan pemangkasan sama sekali. Ia hanya menarik ranting mangga ke arah samping mendekati bibir kantong tanam, lalu mengikatnya. Tujuannya agar percabangan pohon mendapat sinar matahari optimal. “Ranting yang tumbuh di tengah pohon biasanya kurang mendapat sinar matahari karena tertutup ranting terluar. Dengan menarik ranting terluar ke samping, ranting yang tumbuh di tengah juga terpapar sinar matahari,” ujar ayah 2 anak itu.

Winarti mengoleksi 2 tabulampot mangga agrigardina pada 2016. Ia mendapatkannya dari Kebun Percobaan (KP) Cukurgondang di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Winarti tertarik mengoleksi tabulampot agrigardina karena genjah, bercitarasa manis segar, dan berpenampilan menarik. Wajar jika mangga itu masuk dalam jajaran mangga unggulan nasional. “Mendengar kabar mangga agrigardina. Saya langsung tertarik untuk memilikinya,” ujar ibu 2 anak itu. Mangga itu mulai berbuah pada 2017 , yakni saat berumur setahun. Dari sepohon agrigardina dalam pot, Winarti memanen 10—15 buah.

Mangga unggul
Selain agrigardina, Winarti juga mengoleksi tabulampot mangga garifta, marifta, golek india, gadung, dan khiojay. “Saya sangat suka tabulampot jadi saya koleksi terus,” ujarnya. Kesukaan Winarti bermula saat mengunjungi kebun milik Timotius Jongkie di Yogyakarta pada 2016. “Saat itu saya diberi tabulampot jambu air madu deli hijau. Di kebun kami tanamannya tumbuh subur dan berbuah lebat,” ujarnya. Sejak itu ia menggemari tabulampot buah-buahan, khususnya mangga. Kini Winarti mengoleksi sekitar 60 pohon mangga dalam pot. Saat ini tabulampot garifta sedang berbuah.

Baca juga:  Johan di Kota Pahlawan

578_ 23Menurut bagian hubungan masyarakat KP Cukurgondang, Khoirul Mukimnin, agrigardina dan garifta cocok untuk tabulampot. “Keduanya genjah dan bertajuk bagus,” ujar Khoirul.

Di KP Cukurgondang, Khoirul menanam garifta pada kantong tanam berisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang perbandingan 2 : 3. “Karena media tanamnya sempit, tabulampot perlu pupuk dan nutrisi lebih banyak,” ujarnya. Pehobi bisa menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ayam, sapi, atau kambing. “Yang penting pupuk kandangnya sudah matang,” ujarnya. Untuk media tanam, di lokasi dingin atau dataran menengah ke atas bisa menambahkan media sekam. Sekam mudah melepas air sehingga kondisi media tanam tidak lembap. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d