Pepaya varietas tainung 2 dan sunrise yang dipendekkan di Taiwan

Pepaya varietas tainung 2 dan sunrise yang dipendekkan di Taiwan

Pendekkan batang pepaya demi kemudahan panen.

Yang Der, pekebun pepaya di Taiwan, memanen pepaya varietas tainung 2 dan sunrise berumur setahun di kebunnya. Ia cukup memetik buah itu tanpa tangga. Padahal sejak umur setahun, tinggi tanaman tainung 2 sudah 3 meter. Tentu saja ia kesulitan memetik buahnya. Ia memendekkan pohon itu hingga tingginya tak lebih dari 1 meter. Dengan tinggi orang dewasa—pada umumnya 160—170 cm— memanen pepaya setinggi 1 meter tidak sulit lagi dilakukan bahkan bisa menjadi hiburan yang menyenangkan.

Pemandangan serupa hadir di kebun Eric Wiraga di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di salah satu sudut rumah tanam seluas 2 ha itu tampak berderet rapi 400 tanaman pepaya. Tanaman itu ia tanam pada bedengan selebar 1 m dan tinggi 40 cm. Antarbedengan terdapat parit selebar 40 cm. Sementara jarak antartanaman dalam satu bedeng 1,5 m. Yang istimewa, meski baru setinggi dada orang dewasa pepaya asal Taiwan itu sudah berbuah. Pepaya itu memang bukan jenis pepaya pendek, melainkan pepaya biasa yang sengaja dipendekkan.

Pepaya varietas carisya cocok di pendekan karena berbobot 530 g/buah dengan tinggi tanaman 2 m lebih saat dewasa

Pepaya varietas carisya cocok di pendekan karena berbobot 530 g/buah dengan tinggi tanaman 2 m lebih saat dewasa

Taiwan

Eric mengadopsi model kebun pepaya di Taiwan, yaitu menggunakan rumah jaring dan dipendekkan. Penggunaan rumah jaring memudahkan pengusaha garmen asal Bandung itu mengontrol kondisi lingkungan dan hama penyakit. Sementara memendekkan pepaya agar pertumbuhannya tak terlalu tinggi sehingga menyentuh atap rumah jaring. Apalagi di Taiwan, ukuran greenhose tergolong pendek karena khawatir terpaan angin topan yang biasanya datang saat musim gugur dan dingin.

Menurut Anggota Dewan Eksekutif Pertanian, di Taiwan, Yuan rumah jaring mampu mencegah kerusakan pada pepaya akibat topan. Eric mengatakan, salah satu manfaat memendekkan pepaya itu untuk menyesuaikan ketinggian rumah jaring itu. Yang Der membudidayakan pepaya yang dibengkokkan di lahan 12,5 rai atau 2 hektar (1 rai = 1.600 m2). Di lahan itu, Yang Der membudidayakan 3.000 pepaya berjarak tanam 2 m x 3 m.

Teknik pemendekan buah cocok untuk jenis pepaya berkarakter pohon tinggi

Teknik pemendekan buah cocok untuk jenis pepaya berkarakter pohon tinggi

Mudah panen

Baca juga:  Kopi untuk Mahkota Pria

Menurut peneliti buah dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Sobir MS, pemendekan buah bermanfaat untuk memudahkan panen. Namun, jika dari jenis pepayanya sudah pendek, seperti kalifornia, hal itu tak perlu dilakukan. “Cocok untuk pepaya yang tinggi sekitar 3 meteran, sehingga pekebun kesulitan memanen buah,” kata Sobir.

Menurut Prof Sobir varietas yang ditanam Yang Der yaitu tainung 2 dan sunrise memang cocok dipendekkan. “Pepaya varietas itu memiliki karakter batang tinggi sekitar 3 meter lebih ketika dewasa. Selain itu, bobot buahnya cenderung kecil di bawah 600 g,” kata Sobir.

Menurut pakar pemuliaan tanaman dan genetika molekuler itu, pemendekkan tanaman hanya cocok untuk pepaya dengan karakter tinggi. Dampaknya pekebun sulit menjangkau buahnya saat panen. Selain itu inovasi pemendekan juga cocok pada pepaya dengan karakter buah-buahan kecil. “Maksimal bobot perbuahnya sekitar 600 g,” ujarnya. Jika diatas 600 g, ketika panen dikhawatirkan batang tak mampu menopang buah sehingga tanaman rubuh.

Di Indonesia, varietas yang cocok mengadopsi teknik itu menurut Prof Sobir adalah pepaya varietas carisya atau IPB 3. Carisya memiliki tinggi tanaman di atas 2 meter ketika dewasa dengan bobot buah sekitar 530 g per buah. (Baca: Trio Daging Jingga Dari Kebun Lembaga, Trubus Agustus 2007)

Yang Der pekebun pepaya di Taiwan

Yang Der pekebun pepaya di Taiwan

Satu meter

Selain karakter pepaya yang ditanam, umur tanaman saat perlakuan juga perlu diperhatikan. Eric membengkokkan batang pepaya ketika tinggi tanaman sekitar 0,5 m. “Ketika batang tanaman pepaya sebesar jempol orang dewasa,” kata Eric.

Ia mendoyongkan batang pepaya hingga kemiringan 450 lalu mengikat batang pada pasak bambu yang ditancapkan ke tanah untuk menahan batang pepaya tetap bengkok. Menurut Prof Sobir, idealnya pemendekkan pada umur 1—2 bulan ketika tinggi tanaman baru sekitar 50 cm. “Pada umur 2 bulan tanaman masih mudah diatur,” katanya.

Baca juga:  Akuaponik Anjuran FAO

Hal yang dilakukan Eric sudah tepat dengan memberikan ajir berupa pasak bambu. “Ajir bisa berfungsi memberi tanda agar tanaman tidak terinjak dan bisa menahan pohon agar tetap di posisi yang diinginkan,” kata Sobir. Oleh karena itu, pemasangan ajir menjadi hal wajib bagi pekebun yang ingin mencoba teknik ini.

Prof Sobir “Idealnya pemendekan tanaman pada umur 1—2 bulan ketika masih mudah diatur”

Prof Sobir “Idealnya pemendekan tanaman pada umur 1—2 bulan ketika masih mudah diatur”

Jika Eric mendoyongkan hingga sudut 450, Yang Der mencapai 60—900. Menurut Sobir jika dilakukan di Taiwan sudut pemendekkan pepaya tak jadi masalah. Namun di Indonesia, hal itu menjadi sangat vital. Menurut doktor genetika molekuler alumnus Okayama University, Jepang itu,  minimal jarak ujung tanaman dengan tanah adalah 1 meter. Jika kurang dari 1 meter, pepaya akan rentan terserang penyakit tular tanah.

Menurut peneliti yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden Society for the Advancement of Breeding Research in Asia and Oceania (SABRAO) itu, penyakit tular tanah banyak ditemui di Indonesia sementara di Taiwan relatif aman. Dengan jarak dari tanah minimal 1 meter, penyakit karena cendawan Sclerotium rolfsii itu sulit ditularkan lantaran percikan air pembawa cendawan tidak sampai ke daun tanaman.

“Kerugian pekebun pepaya akibat penyakit tular tanah bisa 100% alias gagal panen,” kata Sobir. Teknik memendekkan pohon cocok untuk pepaya dengan karakter batang tinggi dan buah mungil. Namun, tekniknya harus dipahami agar tak terjadi kesalahan saat menerapkan. (Bondan Setyawan/Peliput: Imam Wiguna)

 

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d