Si Honje Durian Jawara 1

580-H074-1

Si honje juara I kontes durian Festival Buah Lokal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Si honje durian paling enak. Ia juara kontes durian.

Ating tak menyangka panitia memanggil namanya sebagai pemilik juara pertama kontes durian Festival Buah Lokal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Harap mafhum, itu kali pertama Ating mengikutkan duriannya pada kontes. “Saya tidak berharap menang. Tadinya cuma coba-coba ikutan kontes,” ujarnya.  Durian bernama si honje milik pekebun asal Desa Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, itu meraih nilai tertinggi, yakni 461,1 poin.

Nilai itu berbeda jauh dengan juara kedua kontes yang hanya meraih 440,75 atau terpaut hingga 21 poin. Sejak panitia membelah seluruh durian peserta kontes, penampilan si honje langsung menarik perhatian keenam juri. Pasalnya, daging buah Durio zibethinus itu berwarna kuning tua semu jingga.

Warna daging buah itu tergolong mencolok karena sebagian besar kontestan berdaging buah putih dan krem. Di antara 27 peserta, hanya 8 peserta yang berwarna mentereng, yaitu semu jingga dan kuning.

Pohon 70 tahun

580-H074-2

Si ketan juara II kontes durian Festival Buah Lokal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Dari segi rasa si honje paling juara dibandingkan dengan 8 peserta lain yang berdaging buah atraktif.  “Si honje memiliki keharuman sedang, daging buah kuning tua merata, daging buah tebal, creamy, lengket, dengan rasa manis pahit seimbang,” ujar Iwan Subakti, Ketua Dewan Juri kontes durian. Tekstur daging buah juga tidak berserat, lembut, dengan sedikit rasa unik tepung sari atau polen. “Biji normal sedang dengan edible portion (prosi buah yang dapat dikonsumsi, red) mencapai 28,9%,” kata Iwan.

Berbagai keunggulan itu mengantarkan durian si honje menjadi jawara kontes. Menurut Ating  durian si honje berasal dari pohon berumur sekitar 70 tahun dengan diameter batang mencapai 80 cm.

Baca juga:  Mereka Bertani Tanpa Tanah

Dari segi produktivitas pohon durian si honje tergolong produktif. “Setiap musim rata-rata menghasilkan 300—400 buah. Saat ini (4 Februari 2018, red) masih tersisa sekitar 150 buah,” ujar pria 57 tahun itu.

Adapun juara kedua diraih durian si ketan milik Emi. Para pedagang durian di Pandeglang biasanya menyematkan sebutan si ketan untuk durian yang berdaging buah putih. Si ketan unggul dari segi ketebalan daging buah. Rasa pahitnya lebih terasa.

Namun, warna daging buah cenderung krem sehingga dalam penilaian warna daging buah mendapat nilai lebih rendah. Tekstur daging buah juga tak selengket si honje dan cenderung berserat. Itulah sebabnya durian si ketan milik Emi itu hanya menempati posisi kedua.

Kontes durian yang berlangsung pada 4 Februari 2018 di alun-alun Kabupaten Pandeglang itu salah satu rangkaian kegiatan Festival Buah Lokal Kabupaten Pandeglang. Sebanyak 27 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Pandeglang bersaing menjadi jawara.

Panitia mengundang 6 juri untuk menilai seluruh peserta. Dalam penilaian para juri wajib mencicip minimal sepongge durian agar penilaian rasa lebih maksimal. “Kalau hanya secuil yang dicicip bagaimana bisa merasakan umami durian,” ujar Iwan.

580-H075-1

Si akik juara III kontes durian Festival Buah Lokal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Potensi lokal

Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang Irna Narulita, menyampaikan bahwa durian seharusnya menjadi salah satu komoditas andalan Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. “Saat ini banyak pedagang durian yang menjajakan durian medan padahal isinya durian asal Pandeglang,” ujar Narulita. Apalagi lokasi Pandeglang relatif dekat dengan Jakarta yang merupakan pasar terbesar komoditas pertanian.

Menurut sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang, Widyatmoko, kontes durian merupakan salah satu upaya mengidentifikasi potensi durian lokal Kabupaten Pandeglang. Ia berharap durian yang terpilih sebagai juara dapat dikembangkan sebagai durian unggul dan bisa dikembangkan secara nasional. Hingga kini Kementerian Pertanian baru melepas durian si seupah dan si radio sebagai varietas unggul nasional asal Pandeglang.

Baca juga:  Biang Kerok Panen Anjlok

Menurut Iwan Subakti penjelajah durian dan juga pengurus Yayasan Durian Indonesia (YDI), sejak zaman dahulu Kabupaten Serang dan Pandeglang gudangnya durian di Provinsi Banten. “Itu terbukti banyak sekali nama daerah berawalan kata kadu yang berarti durian, terutama di Kabupaten Pandeglang,” ujar pria yang juga tokoh pelestari benda-benda cagar budaya Banten itu. Contohnya nama Kecamatan Kaduhejo, Desa Kaduela dan Kaduengang di Kecamatan Cadasari.

580-H075-2

Ketua dewan juri kontes durian, Iwan Subakti (paling kiri), Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr. Sarwo Edhy., S.P., M.M., dan Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita (paling kanan), bersama durian si honje juara I kontes durian tingkat Kabupaten Pandeglang.

Menurut Ir Wijaya MS, penangkar buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, nama Banten sebagai gudangnya durian enak sudah terkenal sejak awal Indonesia merdeka. (Imam Wiguna)

580-H075-4

Durian Jawara

580-H075-3

Ating (kanan), pemilik durian si honje juara I kontes durian tingkat Kabupaten Pandeglang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *