Ulmus davidiana.

Ulmus davidiana.

Shari mengandung pengertian bagian tanaman yang terkelupas kulitnya atau mati sebagian agar berkesan tua. Pengertian shari biasanya ditambah menjadi shari miki (miki : batang atau pohon) yang berarti bagian batang, cabang, atau akar yang dimatikan sebagian dengan dikelupas kulitnya. Bedanya dengan jin, pada jin ada bagian yang dipatahkan, biasanya pada ujung tanaman, pada shari tidak. Jadi, shari merupakan pendahuluan, sedangkan jin penerusnya. Shari jarang yang dibuat berdiri sendiri. Pengelupasan kulit tanaman dilakukan pada bagian depan. Arah pengelupasan fleksibel, bisa dari atas ke bawah atau sebaliknya. Biasanya bagian yang dikelupas dimulai dari bagian yang di-jin. Setelah itu diteruskan hingga ke bagian akar yang muncul di permukaan tanah. Seringkali shari ditambah dengan pahatan alur. Pelaksanaan pahatan dilakukan setelah teknik shari diterapkan. Hasil pahatan alur kemudian dihaluskan dengan ampelas dan diolesi bahan pengawet.

Sedangkan Jin berarti ujung batang atau cabang yang sudah mati. Membuat jin pada tanaman berarti menjadikan ujung batang atau cabang tanaman tersebut tidak memiliki kemampuan tumbuh lagi. Untuk memberi kesan alami, biasanya jin meniru batang atau cabang yang terkena sambaran petir. Perlu diingat bahwa jin tidak dibuat pada seluruh batang atau cabang. Hanya bagian yang ingin diberi kesan matilah yang di-jin. Bila jin hendak dibuat pada batang yang berukur panjang, batang tersebut dipotong pada batas yang diinginkan. Pemotongan dilakukan dari arah belakang dan dibuat tidak terputus. Batang yang dipotong cukup setengah lingkaran lalu patahkan batang ke arah depan kemudian disobek ke arah bawah hingga terlepas. (Budi Sulistyo)

Tags: bonsai, shari dan jin

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d