Memanfaatkan air hujan lalu memrosesnya sendiri menjadi air basa di rumah.

Dengan spidol dan penggaris, Alex Kusnadi membuat garis di stoples air berkapasitas 6,5 liter. Garis itu menjadi penanda untuk mengebor dan membuat lubang sebagai dudukan keran dispenser. Di sisi berbeda stoples, pria 43 tahun itu membuat lubang lain sebagai tempat memasang pipa penghubung. Rampung melubangi stoples pertama, Alex melanjutkan dengan stoples kedua. Selanjutnya ia menghubungkan kedua stoples itu dengan ring toren ¾ berdiameter 0,75 inci.

Alex memasang 2 ring toren dengan ketinggian berbeda. Ayah 3 anak itu membuat sendiri wadah pengolah air hujan yang praktis. Wadah itu untuk mengelektrolisis air hujan sehingga menjadi basa. Pegiat air basa di Yogyakarta, Joko Sutrisno, memilih menggunakan keran berkatup (stop kran). “Ketika air basa diambil dengan gelas, air asam masuk ke stoples basa. Dengan menutup stop kran, hal itu bisa dicegah,” kata Joko.

Asam-basa

Pegiat air hujan di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Vincentius Kirjito, menyarankan tempat air berbahan plastik transparan. “Plastik mengisolasi listrik sehingga dinding tempat air tidak menyengat ketika tersentuh,” katanya. Wadah plastik juga mudah dilubangi dan liat sehingga tidak mudah pecah atau patah oleh tekanan atau tarikan. Namun, ia mengingatkan untuk menggunakan bahan plastik yang aman untuk makanan (food grade).

Bahan elektroda mutlak menggunakan logam nonkorosif. Kirjito menggunakan kawat titanium yang banyak dijajakan di lapak daring (online) sebagai elemen pemanas rokok elektrik. Pegiat air hujan di Bekasi, FX Wakijo, menggunakan pelat baja nirkarat SS-316. Daya listrik dari jaringan memasuki rangkaian penyearah baru masuk ke air. Elektroda positif menghasilkan air asam, sedangkan elektroda negatif menghasilkan air basa. Wakijo mengamankan persambungan listrik dari jaringan ke elektroda dengan potongan selang plastik.

Baca juga:  Mawar Gurun Tumpuk Baru

Prinsip elektrolisis dipublikasikan kimiawan Inggris abad ke-19, Michael Faraday, pada 1834 dan menjadi pelajaran dasar di SMA di seluruh Indonesia. Cara itu memisahkan kandungan elektrolit dalam cairan. Dengan sedikit keterampilan, mereka bisa menerapkan prinsip Faraday untuk membuat air basa di rumah. Caranya sederhana dan murah, tampung air hujan, masukkan ke dalam wadah, dan biarkan peranti itu bekerja. (Argohartono Arie Raharjo)

 

Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Tags: air asam, air basa, basa, hujan, majalah, majalah trubus, manfaat air hujan, pertanian, trubus

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d