Setop Asam Lambung Melambung 1

Daun moringa terbukti empiris dan ilmiah mengatasi asam lambung tinggi.

Purwono yang kerap bepergian ke luar kota lebih senang mengonsumsi kapsul daun moringa karena lebih praktis.

Purwono yang kerap bepergian ke luar kota lebih senang mengonsumsi kapsul daun moringa karena lebih praktis.

Purwono kerap merasa mual dan sesak dada terutama ketika sore. Ia merasakan gangguan kesehatan itu hampir setiap hari. Tentu saja kondisi itu sangat mengganggu aktivitas Purwono yang kerap bepergian ke luar kota karena pekerjaan. Jika di kantor pun mual dan sesak bikin ia tidak nyaman bekerja. Pada medio 2012 mual, sesak dada, dan sakit tenggorokan berlangsung terus-menerus selama sepekan.

Saat itu Purwono menduga jantungnya bermasalah. Warga Semarang, Jawa Tengah, itu pun memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit terdekat. Ternyata dugaan Purwono salah. Hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita asam lambung tinggi. Menurut dokter sekaligus dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, dr. Ari Udiyono, M.Kes, FIAS, penyakit asam lambung atau gastrooesophageal reflux disease (GERD) yaitu kondisi yang berciri nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Sebulan membaik

Esofagus bagian saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Menurut Ari Udiyono itu terjadi lantaran klep bagian bawah esofagus tidak berfungsi baik sehingga asam lambung naik ke kerongkongan. Jika berlebihan ada sensasi sesak atau napas berat seperti yang dialami Purwono. Sejatinya asam lambung membantu pencernaan dalam lambung. “Kadarnya meningkat jika mengonsumsi makanan berlemak, terlalu masam atau pedas,” kata pria kelahiran Jakarta itu.

Daun moringa terbukti empiris mengatasi asam lambung tinggi.

Daun moringa terbukti empiris mengatasi asam lambung tinggi.

Pemicu peningkatan asam lambung lainnya yaitu pola makan yang tidak teratur. Ketika mahasiswa pola makan Purwono tidak teratur. Hari ini makan banyak, tapi besok tidak makan. Jadi hindari mengonsumsi makanan terlalu masam atau pedas serta stres agar produksi asam lambung terkontrol. Dokter pemeriksa Purwono memberikan obat pereda asam lambung tinggi.

Baca juga:  Mereka Muda dan Jawara

Tidak ada perubahan berarti sepekan setelah mengonsumsi obat dari dokter. Pria berusia 45 tahun itu masih merasa mual dan sesak. Tidak ingin bergantung kepada obat kimia, Purwono pun memilih daun moringa sebagai suplemen, bukan obat penyembuh asam lambung tinggi. Perkenalan Purwono dengan moringa ketika terlibat gerakan penanaman moringa di gereja dekat rumah.

Masyarakat menyebut moringa dengan nama kelor. Salah satu uskup menganjurkan penanaman tanaman anggota famili Moringaceae itu lantaran dapat mengatasi malnutrisi di Afrika. Oleh karena itu, saat itu gencar dilakukan penanaman moringa di setiap kediaman anggota komunitas itu. Bahkan kantor tempat Purwono pun menanam beberapa tanaman yang kali pertama diidentifikasi naturalis Perancis, Jean-Baptiste Lamarck, itu di halaman.

“Tujuannya agar kawan lain bisa dengan mudah memanfaatkannya,” kata pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu. Kali pertama membuat seduhan daun moringa, Purwono juga memanfaatkan daun tanaman yang tumbuh di kantor. Caranya ia memetik beberapa ranting pada pagi, mengeringkannya di kamar semalam, lalu keesokan hari ia menyeduh sekitar 10 g daun moringa. Frekuensi minum 2 kali sehari pada pagi dan sore.

Fakta ilmiah

dr. Ari Udiyono, M.Kes, FIAS, dokter sekaligus dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

dr. Ari Udiyono, M.Kes, FIAS, dokter sekaligus dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Sebulan setelah disiplin konsumsi seduhan moringa, keluhan mual, sesak dada, dan sakit tenggorokan berangsur menghilang. Artinya asam lambung Purwono sirna. “Saya senang dengan perubahan itu karena niat awal mengonsumsi seduhan daun moringa bukan sebagai obat. Namun, sebagai suplemen tinggi vitamin,” kata Purwono. Ia percaya moringa yang kaya vitamin dan asam amino merevitalisasi tubuh dan organ sehingga keluhan asam lambung berkurang.

Oleh karena itu, ia meneruskan kebiasaan mengonsumsi tanaman kerabat cabbage tree Moringa stenopetala (asli dari Kenya dan Ethiopia) itu. Setahun setelah konsumsi seduhan daun moringa, Purwono beralih mengandalkan kapsul, bukan dalam bentuk seduhan. Alasannya pekerjaan menuntut Purwono kerap bepergian ke luar kota. Membawa kantong plastik berisi daun moringa kering merepotkan. Memanfaatkan kapsul daun moringa lebih praktis.

Baca juga:  Agar Ritus Tak Putus

Purwono mengonsumsi sebuah kapsul itu sekali sehari. Lalu bagaimana mekanisme moringa menurunkan asam lambung tinggi? Belum ada riset khusus yang meneliti khasiat daun moringa untuk asam lambung tinggi. Namun, hasil penelitian Devaraj V.C dari Rajiv Gandhi University of Health Sciences Karnataka, Bangalore, India, menyimpulkan mengonsumsi daun moringa membantu menyembuhkan tukak lambung.

Hindari mengonsumsi makanan terlalu pedas agar produksi asam lambung terkendali.

Hindari mengonsumsi makanan terlalu pedas agar produksi asam lambung terkendali.

Salah satu pemicu penyakit itu yakni produksi berlebihan asam lambung. Hasil riset Devaraj menunjukkan pemberian 500 mg per kg bobot tubuh tikus ekstrak aseton daun moringa selama 10 hari menurunkan indeks tukak lambung hingga 79%. Peneliti menduga flavonoid seperti rutin dan quercetin serta steroid (betasitosterol dan betakaroten) dalam ekstrak daun moringa berefek antitukak lambung. Mekanismenya dengan menurunkan kadar asam lambung dan melapisi lambung dari asam lambung berlebihan.

Buktinya memang terjadi pengurangan kemasaman dan indeks tukak lambung. Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Yayuk Ambarwulan, vitamin B dan mineral dalam daun moringa membantu lambung bekerja sesuai kodratnya. Yayuk menuturkan mual dan sesak dada kemungkinan karena lambung meradang sehingga mendesak ke paru-paru kiri dan jantung. Ia lebih menyukai meresepkan moringa untuk pasien kanker dan malnutrisi. Alasannya, “Vitamin B dan mineral dalam moringa sangat lengkap,” kata ibu 3 anak itu. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *