Rumah walet yang nyaman membuat walet betah bersarang.

Rumah walet yang nyaman membuat walet betah bersarang.

Tepat memasang tweeter, produksi sarang walet melonjak.

Bayu Purnomo—yang bersangkutan enggan disebutkan nama sebenarnya—semringah. Sebab, panen sarang walet mencapai 5 kg dari rumah walet berukuran 8 m x 6 m berlantai 3. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan panen tahun-tahun sebelumnya yang hanya 1 kg dari rumah yang sama. Bayu pendatang baru dalam budidaya walet. Peternak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu membangun rumah walet pada 2011.

Pada 3 tahun pertama ia hanya memanen kurang dari 1 kilogram sarang walet. Dua tahun berselang panen sarang walet meningkat karena Bayu memasang audio pemikat walet pada rumah waletnya. Ia memasang tweeter di hampir seluruh bagian rumah, di dalam dan di luar, agar walet betah tinggal. “Sejak ada tweeter, walet kerap terlihat terbang mengitari rumah,” kata Bayu.

Satu arah

Pemasangan tweeter NP putih sebaiknya satu arah menghadap arah burung masuk ke nesting room.

Pemasangan tweeter NP putih sebaiknya satu arah menghadap arah burung masuk ke nesting room.

Menurut praktikus walet di Cengkareng, Jakarta Barat, Eddy Wijaya, keberhasilan budidaya walet ditentukan banyak faktor seperti pemilihan lokasi ketersediaan pakan yang banyak, desain gedung, serta suhu dan kelembapan tempat tinggal walet. Suara pemikat dari tweeter sebenarnya hanya komponen pendukung. “Meski komponen pendukung, keberadaannya cukup penting,” ujar Eddy. Suara yang baik mengundang banyak walet datang.

Ketika merasa nyaman, walet menetap dan berkembang biak. Manajer produsen perangkat walet Energitama Multiguna Solusi (EMS) di Jakarta, Peter John, sepakat dengan hal itu. Peter malah mewajibkan penggunaan tweeter. “Tweeter wajib dipasang di rumah burung walet,” ujarnya. Apalagi jika lokasi rumah burung walet saling berdekatan sehingga saling bersaing.

Untuk mengundang walet, suara tweeter sebisa mungkin mirip seperti suara koloninya sendiri. Peter menyarankan pemasangan tweeter satu arah. “Tweeter NP putih sebaiknya menghadap ke lubang masuk burung,” ujar Peter. Itu karena fungsinya memancing burung masuk, karena itulah NP putih dihadapkan ke arah burung datang. Tanpa penataan yang baik, walet datang berputar-putar tapi tidak masuk apalagi bersarang.

Baca juga:  Kreatif Pasarkan Kakao

Ia menyarankan untuk menempelkan tweeter di papan sirip. Dengan jarak antarsirip 20—30 cm, usahakan memasang 1 tweeter setiap 2—3 sirip. Tweeter yang baik mampu memproduksi suara burung walet berfrekuensi 1,5—16 khz. Selain itu tweeter yang baik mampu menghasilkan suara stabil di setiap frekuensi sehingga nada yang terdengar natural. Pemasangan tweeter berbeda-beda, tergantung kebutuhan.

Peter John dari produsen perangkat walet Energitama Multiguna Solusi.

Peter John dari produsen perangkat walet Energitama Multiguna Solusi.

Ada yang memasang tweeter dengan jumlah sedikit tetapi volume suaranya diperbesar. Bila hanya satu tweeter, suara kurang terdengar dalam radius 4 m sehingga volume harus dikencangkan. Ada pula peternak yang menggunakan tweeter banyak sehingga volume suara lebih kecil. Walet sejatinya kurang menyukai suara kencang dan tidak merata. Oleh karena itu pemasangan tweeter harus menyebar dan merata.

Putih
Untuk meningkatkan efektivitas memikat walet, pada 2016 EMS berinovasi menghasilkan tweeter dengan nesting plank berwarna putih. Produk itu bernama Piro (PR)-88. Peter menjelaskan warna putih pada nesting plank menjadi penunjuk arah masuk bagi walet. Warna itu cocok dengan mata walet yang hanya mampu membedakan warna gelap dan terang. “Warna putih bersifat terang sehingga menuntun walet untuk bersarang,” ujarnya.

Tweeter PR-88 memiliki nesting plank putih yang dapat menuntun walet untuk bersarang.

Tweeter PR-88 memiliki nesting plank putih yang dapat menuntun walet untuk bersarang.

Nesting plank diciptakan untuk memudahkan burung hinggap di sumber suara (tweeter). Peranti itu merupakan garis-garis horizontal yang terpasang di tweeter dan berfungsi untuk memudahkan walet bersarang. Desain nesting plank yang tepat membuat burung menjadi betah, tidak berpindah-pindah sehingga proses adaptasi berlangsung lebih cepat.

Nesting plank mudah dipasang dan dibongkar kembali. Tujuannya untuk mempermudah pemasangan kembali pascapemanenan sarang walet. Tinggal menempelkan nesting plank di lagur di samping tweeter. Tujuannya agar anak bersarang di nesting plank sehingga terbentuk koloni. Bekas sarang di nesting plank sebaiknya jangan dicuci agar aroma liur mengundang walet kembali bersarang.

Baca juga:  Menjaga Mutu Sarang Burung Walet

Sementara tweeter ditutup kembali dengan saringan baru, begitu seterusnya. Dengan begitu nesting plank berfungsi seperti sarang palsu untuk memudahkan walet segera bersarang. Tweeter juga efektif untuk suara dalam. “Untuk suara dalam, tweeter beroperasi selama 24 jam,” ujarnya. Selain sebagai suara dalam, peternak juga dapat memanfaatkan tweeter sebagai suara tarik dan suara panggil.

Pemasangan audio mampu mengundang walet datang lebih banyak.

Pemasangan audio mampu mengundang walet datang lebih banyak.

Caranya, “Cukup dengan membuka nesting plank,” ujar Peter. Lantaran kerap digunakan pada suara dalam, tweeter dioperasikan nonstop selama 24 jam. Meski pemakaian selama 24 jam terus menerus masa penggunaan tweeter tipe PR-88 tahan lama. Buktinya, “Selama lebih dari 8 tahun masih bisa digunakan,” ujar Peter. Ia menjelaskan komponen tweeter tipe PR-88 sebagian besar berasal dari tanahair. Keunggulan lain, produk itu murni dirancang khusus untuk rumah walet sehingga mampu menghasilkan nada-nada yang natural. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d