Setelah 7 Kerabat Wafat 1
Adi Kharisma

Adi Kharisma

Adi Kharisma menganjurkan konsumsi makanan sehat setelah kehilangan ayah, mertua, dan 4 kerabat lain akibat kanker. Pada 2000, sang ayahanda berpulang akibat kanker. Berikutnya menyusul kedua mertua, paman sampai akhirnya ibunda tercinta pun meninggal pada 2002, semua akibat kanker. Itu membuatnya miris sekaligus ngeri. “Bisa jadi berikutnya saya yang dibunuh kanker,” tutur pria berusia 54 tahun itu.

Ia lantas berburu makanan “musuh” kanker sejak 2006. Dari berbagai literatur, Adi memilih makanan berwarna hitam, biru, dan ungu. “Warna-warna itu menggambarkan kandungan racun. Tapi bukankah dalam dosis tertentu racun adalah obat?” tutur ayah 2 anak itu. Melalui diskusi dengan Prof Dr Ir I Made Ngurah Suprapta MSc dan Dr dr I Made Jawi MKes di Universitas Udayana, Bali, pilihannya jatuh kepada ubijalar ungu.

Sejak 2006, ubijalar ungu menjadi asupan harian. Pagi hari ia minum segelas jus ubijalar ungu, lalu malamnya makan nasi yang dicampur ubijalar ungu. Sejak itu, Adi merasa terlahir kembali. Tubuhnya selalu bugar. “Kulit lentur, luka cepat pulih, dan darah terasa sangat lancar,” ungkap anak ke-7 dari 9 bersaudara itu. Ia juga tidak pernah sakit: ia menderita flu terakhir kali 15 tahun silam.

Ia lantas menjadi penganjur konsumsi sekaligus produsen berbagai olahan ubijalar ungu. Kegigihan itu membuatnya diganjar penghargaan internasional sebagai aktivis pangan lokal dari Terra Madre, forum internasional pengolah pangan lokal di Turin, Italia. Terra Madre diselenggarakan oleh Dewan Pangan Italia dan sebuah lembaga nirlaba di Italia. Rahasia sehat Adi membawanya memperoleh pengakuan dunia. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *