Setangkai Palem Dalam Rangkaian 1
Anyaman daun palem menjadi materi utama dalam rangkaian bunga karya Shinta, perangkai bunga di Jakarta Utara.

Anyaman daun palem menjadi materi utama dalam rangkaian bunga karya Shinta, perangkai bunga di Jakarta Utara.

Elok rangkaian berelemen utama daun palem.

Barisan pohon palem kerap menghiasi pinggir jalan atau halaman rumah sebagai tanaman peneduh. Para perancang taman juga sering kali menanam palem sebagai elemen pendukung taman. Tanaman anggota famili Arecaceae juga sesekali menghias ruangan atau dekorasi dalam acara tertentu, misalnya perkawinan. Kehadiran palem rupanya mampu membuat suasana ruangan terasa sejuk dan asri.

Daun palem dapat diubah menjadi beragam bentuk sehingga rangkaian terkesan unik.

Daun palem dapat diubah menjadi beragam bentuk sehingga rangkaian terkesan unik.

Keelokan palem juga sanggup menginspirasi para perangkai bunga. Dengan menerapkan teknik merangkai bunga yang mumpuni, lembaran daun palem bersalin rupa menjadi rangkaian-rangkaian bunga nan elok. Lihat saja, dua rangkaian bunga penghias meja karya Shinta, perangkai bunga di Jakarta Utara, yang berlemen utama daun palem. Shinta menggunakan beragam teknik merangkai bunga untuk mewujudkan rangkaian idamannya seperti menganyam, melipat, dan mengikat.

Tetap indah

Pada rangkaian pertama, Shinta mengubah lembaran daun tanaman taman itu berubah menjadi rangkaian penghias meja nan cantik. Ia menganyam 12 daun palem hingga menyerupai lembaran tikar. Dari kedua belas tikar palem itu ada yang digulung, ada pula yang dibuat melengkung. Selanjutnya, ia menyiapkan vas keramik berwarna putih sebagai wadah rangkaian. Sebuah floral foam diletakkan ke dalam vas untuk menancapkan materi flora. Shinta lantas meletakkan anyaman palem itu di atasnya.

Rangkaian bunga berkesan ceria karya Shinta menggunakan daun phillodendron sebagai salah satu materi penyusun rangkaian.

Rangkaian bunga berkesan ceria karya Shinta menggunakan daun phillodendron sebagai salah satu materi penyusun rangkaian.

Selain daun palem, ia juga memanfaatkan lipatan daun-daun kordilin sebagai elemen penyusun rangkaian. Ia meletakkan daun anggota keluarga Asparagaceae itu di bibir vas. Untuk mempercantik rangkaian, Shinta menyisipkan sedikit kuntum bunga anthurium merah dan helikonia jingga. Untuk melunakkan kesan kaku, ia menyematkan sulur-sulur kering di sisi kiri rangkaian. Perangkai bunga untuk gereja itu menuturkan rangkaian berelemen utama daun pun bisa tampil menawan asal perangkai menguasai teknik merangkai bunga.

Kembang honje pun tampil cantik dalam rangkaian bunga karya Jessika Yulika.

Kembang honje pun tampil cantik dalam rangkaian bunga karya Jessika Yulika.

Baca juga:  Raksasa Jawara

Contohnya pada rangkaian kedua karya Shinta. Pada rangkaian itu ia mengubah setiap lembar daun palem menjadi bentuk lengkung yang nyentrik. Daun palem yang sudah dimodifikasi bentuknya itu berpadu-padan apik dengan daun kordilin merah marun, mawar merah, dan kembang honje. Shinta biasanya mengandalkan rangkaian palem itu untuk hiasan gereja pada hari Paskah. Daun palem simbol kedamaian, kemenangan, dan kehidupan. Ia memperagakan teknik merangkai daun palem itu pada demo merangkai bunga yang diselenggarakan oleh klub perangkai bunga, Plumeria.

Banyak ide

Lilia Veronica (kiri) dan Shinta memperagakan cara merangkai daun palem.

Lilia Veronica (kiri) dan Shinta memperagakan cara merangkai daun palem.

Ketua panitia, Lilia Veronica, menuturkan dengan ilmu merangkai bunga palem pun menjelma menjadi rangkaian istimewa. “Perangkai bisa mengeksplorasi daun palem menjadi beragam bentuk sesuai selera sehingga rangkaian yang dihasilkan bernilai seni,” kata Veronica. Selain itu, daun palem juga mudah ditemui. Perangkai bisa mengombinasikan rangkaian palem dengan materi tambahan berupa bunga maupun asesori berwarna mencolok sehingga rangkaian lebih menarik.

Acara yang diikuti oleh 60 peserta itu juga menampilkan rangkaian-rangkaian komersial karya Jessika Yulika. Jessika membuat rangkaian dengan teknik sederhana sehingga mudah ditiru oleh perangkai pemula. Lihat saja rangkaian vertikal karya Jessika juga tak kalah indah. Ia menggunakan vas kayu yang sudah dilengkapi dengan floral foam sebagai wadah rangkaian. Di atas floral foam ia menyusun tangkai bunga pussywillow dan allium ungu. Berikutnya, ia meletakkan bunga hortensia ungu dan asparagus bintang. Setelah semua flora penyusun rangkaian tertata rapi, ia menyisipkan amaranthus hijau yang menjulur ke bawah di tepi rangkaian supaya rangkaian tidak terkesan kaku. Tak lupa, ia menambahkan aksesori berupa telur hias agar rangkaian terlihat menarik. (Andari Titisari)

Rangkaian vertikal untuk menghias ruangan karya Jessika Yulika.

Rangkaian vertikal untuk menghias ruangan karya Jessika Yulika.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *