Taman terowongan memanfaatkan tanaman labu yang merambat.

Taman terowongan memanfaatkan tanaman labu yang merambat.

Sayuran bukan hanya sebagai bahan pangan, tapi juga penghias halaman yang seronok.

Taman dinding nan menawan dengan perpaduan warna merah marun, hijau tua, dan hijau muda itu amat unik. Tak ada satu pun tanaman hias hadir di taman. Perancang menyusun taman dinding itu dengan aneka jenis sayuran seperti pakcoy dan kangkung memberi nuansa hijau tua, daun selada keriting (hijau muda), lollo rossa memberikan nuansa merah marun.

Itulah taman dinding di area pabrik PT East West Indonesia (Ewindo) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk memeriahkan perayaan ulang tahun ke-25 produsen benih sayuran itu. Aneka jenis sayuran yang menghias taman dinding itu tumbuh dalam kantong-kantong yang terbuat dari jaring peneduh. Perancang menata tanaman sayuran sedemikian rupa sehingga membentuk pola deretan segitiga.

Taman vertikal di pinggir jalan utama pabrik PT East West Indonesia.

Taman vertikal di pinggir jalan utama pabrik PT East West Indonesia.

Umur seragam
Menurut Manajer Pemasaran PT Ewindo, Wakrimin, tanaman sayuran itu tumbuh dalam media tanam berupa campuran kompos dan arang sekam dengan perbandingan sama. Ia memilih media tanam arang sekam karena berbobot ringan sehingga tidak terlalu membebani kerangka besi. Adapun kompos menjadi sumber nutrisi tanaman. Wakrimin menuturkan, untuk membuat taman dinding sayuran relatif mudah.

Ia lebih dahulu menyemai benih di baki semai. Setelah muncul 5 daun, ia memindahkan bibit sehat dan berketinggian sama ke dalam kantong. Tujuannya agar ketinggian tanaman tampak seragam. “Kalau tidak seragam hasilnya jelek,” ujarnya. Wakrimin menyarankan jenis tanaman penghias taman dinding sebaiknya berumur panen sama atau tidak terpaut jauh.

Taman vertikal di pinggir jalan utama menggunakan kantong untuk menanam sayuran.

Taman vertikal di pinggir jalan utama menggunakan kantong untuk menanam sayuran.

Misalnya kangkung siap panen pada umur 27—33 hari dengan selada yang dapat dipanen pada umur 30—40 hari. Dengan begitu maka tanaman yang tumbuh nantinya tidak panen sebagian, sementara tanaman lain masih menunggu panen. Jika begitu maka saat panen taman dinding terlihat seperti “pitak”. “Kalau panen serentak maka taman dinding akan tampak penuh ketika tanaman dewasa.

Baca juga:  Olah Kayu Jadi Sosis

Setelah panen, Wakrimin mengganti seluruh tanaman dan mulai penanaman dengan tanaman yang berukuran seragam. Pemandangan unik juga terlihat saat memasuki area pameran aneka jenis varietas sayuran dan buah-buahan produksi PT Ewindo. Pintu gerbang menuju area pajang itu berbalut selada hijau dan merah marun yang ditata sehingga membentuk logo panah merah yang menjadi logo merek benih PT Ewindo.

Taman vertikal di pintu dan dinding penopang pintu gerbang.

Taman vertikal di pintu dan dinding penopang pintu gerbang.

Nampan kayu
Ribuan bibit sayuran juga menyelimuti dinding penopang pintu gerbang. Jenis tanaman yang tumbuh di dinding itu adalah kangkung dan bayam merah. Perancang memanfaatkan kedua sayuran itu untuk membuat motif kotak-kotak sehingga mirip pola papan catur. Namun, yang berpadu adalah warna hijau dan merah marun. Taman di dinding penopang pintu gerbang itu menggunakan bibit kangkung yang lebih tinggi daripada bibit bayam merah.

Perbedaan ketinggian bibit itu ternyata menghasilkan motif yang unik. Bibit kangkung yang lebih tinggi memberi efek timbul sehingga motif kotak-kotak terlihat seperti tiga dimensi. Taman dinding di pintu dan dinding penopang pintu gerbang itu tumbuh pada wadah berbeda seperti nampan kayu berbentuk bujur sangkar berukuran 50 cm x 50 cm dengan kedalaman 5 cm.

Salah satu taman untuk memeriahkan ulang tahun PT East West Indonesia.

Salah satu taman untuk memeriahkan ulang tahun PT East West Indonesia.

Nampan itu kemudian ditutup dengan jaring kawat bermotif bujur sangkar dengan diameter lubang jaring 1 cm. Jaring itu berfungsi menahan media tanam agar tidak tumpah saat nampan dilekatkan di daun pintu dan dinding penopang pintu gerbang. Untuk membuat taman dinding itu Wakrimin menyemai benih tanaman dahulu di nampan kayu.

Ia menggunakan media tanam sama dengan taman dinding model kantong. Untuk bayam merah benih ditabur hingga merata ke seluruh permukaan nampan. Sementara untuk kangkung benih ditanam di tengah-tengah lubang jaring kawat. Setelah itu tutup permukaan benih dengan media tanam, lalu siram agar lembap. Pada umur 7—10 hari setelah semai nampan akan penuh bibit sayuran yang baru berdaun 3—5 helai.

Taman vertikal model rak.

Taman vertikal model rak.

Ketika itulah nampan siap dilekatkan pada pintu atau dinding yang akan dihias. Sayangnya taman dinding model itu tidak dapat dibiarkan tumbuh hingga umur sayuran siap panen. Musababnya, tanaman ditanam dengan jarak tanam yang rapat sehingga tanaman akan tampak sangat sesak saat dewasa. Tanaman seperti kangkung dan bayam yang berbatang panjang juga akan rebah karena ditanam pada posisi vertikal.

Baca juga:  Peluang Pasar Gula Semut & Asap Cair

Pada kondisi itu taman dinding akan terlihat berantakan sehingga tak lagi sedap dipandang. Pada perayaan itu PT Ewindo juga memamerkan model taman vertikal lain yaitu berupa rak yang terbuat dari kayu yang tingginya sekitar 1 m dan lebar 80 cm. Rak model itu terdiri atas 4 tingkat. Setiap tingkat mampu menampung 4 tanaman atau total 16 tanaman per rak.

Taman sayuran memanfaatkan jenisberumur panen sama.

Taman sayuran memanfaatkan jenisberumur panen sama.

Bahan rak dari kayu. Menurut Dr Iteu M Hidayat, peneliti Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pemakaian rak kayu untuk taman vertikal tidak akan tahan lama karena cepat rapuh. “Apalagi tanaman setiap hari harus disiram sehingga media tanam selalu pada kondisi lembap. Pada kondisi itu kayu menjadi mudah lapuk,” ujarnya. Ia menyarankan sebaiknya gunakan bahan yang lebih awet seperti talang air yang berbahan polivinil klorida. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d