Seronok Mangga Baru 1
Zillate berpenampilan menarik dengan kulit merah merona saat matang.

Zillate berpenampilan menarik dengan kulit merah merona saat matang.

Mangga-mangga baru introduksi berpenampilan apik, citarasa lezat.

Ahut F. Hendarul menyelesaikan kunyahan sepotong daging mangga berwarna kuning cerah. Wajahnya berbinar. “Ini mangga amerika terenak yang pernah saya makan,” ujar pehobi buah di Malang, Jawa Timur, itu usai menyantap potongan zillate. Bagi Arul sapaannya, rasa zillate mengungguli mangga haden, irwin, keitt, dan tommy atkins. Daging zillate bertekstur padat agak berair, berserat halus, dan bercitarasa manis.

Citarasa manis itu sejatinya berpadu masam, meski tak dominan. Aroma tajam khas mangga amerika menyeruak di setiap gigitan. Kenikmatan mencecap daging zillate semakin sempurna lantaran berbiji kempis. Bobot sebuah Mangifera indica itu mencapai satu kilogram. Penampilannya cantik. Saat masih muda zillate berkulit tipis keunguan, lalu berubah merah merona saat matang.

Mangga armapali koleksi Prakoso Heryono di Demak, Jawa Tengah.

Mangga armapali koleksi Prakoso Heryono di Demak, Jawa Tengah.

Darah haden
Meski berukuran besar, tingkat kematangan rata dibanding mangga amerika jenis lain. “Bandingkan dengan kensington pride sering muncul fenomena “jelly seed” alias bonyok dan masam pada daging di dekat biji,” kata Arul. Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu menikmati zillate langsung dari pohon. Jangan bayangkan sosok pohon tinggi menjulang dan rimbun. Ia memetik buah dari entres yang disambung pada batang arumanis setinggi 1,5 m.

Tanaman anggota keluarga Anacardiaceae itu segera berbunga enam bulan kemudian. Arul memetik buah matang tiga bulan berikutnya. Jumlah buah masih sedikit, hanya 2 buah. Maklum, tanaman baru belajar berbuah. Ayah satu anak itu menuturkan zillate merupakan kultivar yang lahir dari tangan Garry Zill, kolektor mangga di Amerika. Itulah sebabnya nama sang kolektor disematkan untuk menyebut mangga zillate.

Baca juga:  Dicari Kurma Jantan

Namun, di antara ratusan mangga koleksinya hanya zillate yang sejarah tetuanya masih belum diketahui. “Yang pasti darah haden ada di sana,” kata Arul. Ia menuturkan asal-muasal mangga amerika bermula dari haden yang bercitarasa segar dengan aroma tajam. Pemilik kebun buah Bunder Hortikultura di Malang, Hendrarko, juga menanam zillate. Kini umur pohon empat tahun dan dua kali berbuah. Mangga dari bibit sambung itu berbuah perdana saat berumur tiga tahun.

Daging buah zillate padat agak berair, berserat halus, dan bercitarasa segar.

Daging buah zillate padat agak berair, berserat halus, dan bercitarasa segar.

Sebenarnya, zillate dapat dibuahkan saat berumur setahun, tetapi hasilnya kurang optimal sebab tanaman masih muda. Rudy Harianto, pengelola kebun Bunder Hortikultura, menuturkan citarasa zillate memang top, sayang berkulit tipis sehingga gampang terserang antraknosa. Selain zillate, Bunder Hortikultura juga mengoleksi mangga lain berdarah haden yang tak kalah menarik yakni sensation dan palmer. Kedua mangga introduksi itu berpotensi ditanam dalam pot sebab berpenampilan atraktif.

Sensation lahir dari persilangan haden dan brooks. Bentuk buah agak bulat dengan bobot 250—300 gram sehingga habis sekali makan. Penampilannya menarik dengan kulit berwarna merah keunguan. Warna itu kontras dengan daging buah yang kuning tanpa serat. “Rasanya perpaduan manis dan asam,” ujar Rudy. Sementara itu, palmer berukuran lebih besar dibanding sensation. Bobot per buah 600—800 gram.

Pedro tergolong mangga produktif.

Pedro tergolong mangga produktif.

Jenis lain
Kebun Bunder Hortikultura mendapatkan bibit palmer dari Australia pada 2011 dan sudah dua kali berbuah. Warna kulit luar dan daging buahnya mirip sensation, tetapi rasanya lebih manis. Pun sosok buah yang cenderung oval. Rudy menuturkan bahwa kini pehobi kian meminati mangga-mangga seronok. Malahan beberapa kolektor terobsesi menghasilkan beragam jenis mangga berwarna dalam satu pohon dengan teknik sambung.

Baca juga:  Pameran Agrinex 2017

Apalagi mangga berwarna adaptif di segala ketinggian tempat. “Yang penting harus dapat sinar matahari penuh,” ujarnya. Pehobi yang merawat mangga merah di dataran tinggi harus bersabar sebab butuh waktu sebulan lebih lama untuk panen. Jenis mangga enak tak melulu berdarah haden. Bunder Hortikultura menyimpan mangga pedro dari Meksiko. Kebun di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, itu mendapatkan bibit pedro dari seorang kolega empat tahun lalu.

Sensation lahir dari persilangan mangga haden dan brooks.

Sensation lahir dari persilangan mangga haden dan brooks.

Mangga berkulit merah itu berbobot 500 gram per buah dan bercitarasa segar. Pedro tergolong produktif. Dalam satu dompol bisa muncul lima buah. Mangga enak lain yang tumbuh di kebun Hendrarko adalah copaibun. Kini pohon copaibun berumur empat tahun dan tumbuh setinggi 4 m. Pohon dari bibit hasil sambung berukuran 50—60 cm itu panen pertama pada umur 3 tahun.

Potensi bobot copaibun mencapai 2 kg per buah.

Potensi bobot copaibun mencapai 2 kg per buah.

Meskipun berkulit hijau, copaibun tetap istimewa sebab masuk kriteria mangga jumbo. Bobot per butir mencapai 2 kg dengan daging buah kuning pucat, tebal, dan tanpa serat. Nun, di Demak, Jawa Tengah, Prakoso Heryono juga mengoleksi mangga baru. Mangga bernama armapali asal India itu terasa sangat manis dan legit di lidah. Daging buahnya jingga, tanpa serat, dan lembut. Meski hanya berbobot 300 gram per buah, bijinya yang kempis membuat armapali tetap istimewa. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *