Cupang serit koleksi Hendry Sutrisno sukses meraih gelar grand champion

Cupang serit koleksi Hendry Sutrisno sukses meraih gelar grand champion

Cupang serit milik Hendry Sutrisno meraih gelar grand champion pada ajang Betta World Cup 2015 di Kota Quezon, Filipina.

Upaya Hendry Sutrisno merawat ikan cupang serit selama 2 bulan akhirnya berujung manis. Pada kontes Betta World Cup 2015 di Kota Quezon, Filipina, ikan serit berwarna perak dengan sirip dan ekor berwarna marun itu meraih gelar grand champion. Padahal, Hendry tak menargetkan gelar paling bergengsi itu. Maklum, cupang serit rentan rusak bila dikirim jarak jauh.

Beruntung sampai di arena tubuh serit tetap bagus, tanpa cacat. Saat penilaian pun stamina ikan tetap prima sehingga terlihat aktif bergerak dan selalu tampil ngedok setiap kali juri menghampiri. Dengan penampilan seperti itu maka pantas para juri yang terdiri atas Hermanus Haryanto asal Indonesia, Dominikus Ferdinand (Indonesia), Sarawut Korsooongsak (Thailand), Mark Lester Hao (Filipina), Bryan Lim (Filipina), dan Allan Paul Francisco (Filipina), sepakat menobatkan serit itu sebagai grand champion.

Pemberian piala grand champion. Hendry Sutrisno tidak bisa hadir sehingga diwakilkan

Pemberian piala grand champion. Hendry Sutrisno tidak bisa hadir sehingga diwakilkan

Kontes perdana
Serit milik Hendry mengalahkan 3 jawara divisi lain, yaitu divisi halfmoon, halfmoon double tail, dan plakat. Penampilan serit koleksi Hendry lebih unggul. “Pada juara halfmoon dan halfmoon double tail terdapat sedikit iritasi dan cacat. Sementara warna juara plakat kurang memadai,” kata Hermanus Haryanto, yang menjadi ketua dewan juri.

Kontes cupang internasional yang diselenggarakan Betta Enthusiasts Philippines (BEP) itu adalah kompetisi cupang dunia perdana untuk merayakan ulang tahun ke-1 BEP. Kompetisi yang berlangsung di Z Square Mall, Kota Quezon, mendapat sambutan meriah dari para pehobi cupang dunia. Sebanyak 714 peserta berkompetisi pada 6—8 Februari 2015 itu. Selain Filipina, peserta datang dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, dan Amerika Serikat. Panitia membagi peserta dalam 33 kelas di kelas reguler. Untuk memberi kesempatan kepada pehobi pemula di Filipina, panitia membuka 14 kelas tambahan.

Para juri dalam Betta World Cup 2015. Hermanus Haryanto (kedua dari kanan) menjadi ketua dewan juri

Para juri dalam Betta World Cup 2015. Hermanus Haryanto (kedua dari kanan) menjadi ketua dewan juri

Menurut Hermanus, Filipina saat ini menjadi negara yang diperhitungkan dalam kancah cupang dunia. “Jumlah pehobi cupang di Fillipina juga terus meningkat. Kualitas ikan cupang hasil tangkaran mereka juga bagus-bagus,” ujarnya. Selama ini Indonesia masih menjadi kiblat pengembangan ikan cupang di dunia, selain Thailand. Indonesia juga menjadi salah satu eksportir cupang. Data Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan menyebutkan pada 2014 Indonesia mengekspor 42.487 ekor cupang. Cupang Tanahair juga tak kalah berkualitas. Itu terbukti cupang dari Indonesia jadi juara dunia. (Imam Wiguna)

Baca juga:  Purwoceng Jantankan Cupang

545_ 27

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d