Seri Walet (243): Ampli Pintar Undang Walet

  • Home
  • trubus
  • Seri Walet (243): Ampli Pintar Undang Walet
Tatasuara yang tepat dan stabil membuat walet betah tinggal dan bersarang.

Tatasuara yang tepat dan stabil membuat walet betah tinggal dan bersarang.

Sistem pengaturan tatasuara agar walet betah bersarang.

Suara petir mengelegar membuyarkan keasikan Eko Haryono membaca koran siang. Peternak walet di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, teringat rumah waletnya. “Saya khawatir petir itu berpengaruh pada instalasi dan peralatan elektronik di dalamnya,” ujar Eko. Tanpa menunggu lama, ia segera menembus derasnya hujan mengendarai mobil.

Kekhawatiran Eko menjadi kenyataan, petir menyambar atap gedung 4 lantai miliknya. Efeknya cukup parah, imbas listrik statis yang kuat menjalar melalui menyebabkan amplifier pengatur suara pemanggil walet jebol.

Ampli pintar
Akibat amplifier rusak, burung dalam rumah pun beterbangan keluar dan enggan kembali lagi. Harapan menangguk untung jutaan rupiah pun urung. Peternak yang baru memulai terjun ke dunia walet sejak Januari 2017 itu pun kembali mencari amplifier.

Alat sensor pemindah daya listrik otomatis dan pengatur waktu kunci penghematan energi ampli pintar.

Alat sensor pemindah daya listrik otomatis dan pengatur waktu kunci penghematan energi ampli pintar.

Eko memesan satu paket amplifier buatan Harry Wijaya, inovator alat walet di Jakarta. Paket itu cukup istimewa lantaran terdiri atas 4 emplifier yang tersusun dalam sebuah rangkaian vertikal. Keempatnya memiliki bentuk dan kemampuan yang sama, tetapi fungsinya berbeda. “Empat alat itu dihubungkan dengan tweeter dengan jenis suara yang berlainan, yaitu suara pemanggil, suara tarik, dan suara inap,” kata Eko.

Pada akhir April 2017, ia memasang alat baru itu. Setelah sepekan mengganti amplifier lama dengan yang baru, mulai banyak walet yang masuk dan bertahan di dalam gedung setinggi 12 meter itu. Hatinya mulai berbunga-bunga dan semangatnya mengembangkan bisnis sarang walet kembali tumbuh.

Tempat Eko membangun rumah walet di daerah perlintasan burung saat keluar dari sarang dan mencari makan. Letaknya cukup terpencil dekat dengan hutan. Oleh karena itu, listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum menjangkau area itu. Sehari-hari ia menggunakan panel surya berdaya 750 watt sebagai pembangkit listrik dan disimpan dalam aki kering. Keistimewaan lain dari ampli itu adalah fleksibilitas dalam pilihan sumber data listrik.

Harry Wijaya mendesain alat mengatur suara buatannya dengan penambahan alat yang dapat mengubah daya listrik dari PLN ke pembangkit lain, seperti generator secara mulus tanpa mesin mati. “Ide dasarnya dari keluhan peternak walet dari daerah luar Pulau Jawa yang terganggu bisnis waletnya akibat listrik sering padam secara mendadak dan dalam waktu lama,” ujar Harry.

Pemisahan satu suara satu ampli dapat membuat kualitas suara yang dihasilkan terjaga kejernihannya.

Pemisahan satu suara satu ampli dapat membuat kualitas suara yang dihasilkan terjaga kejernihannya.

Menurut Harry dalam amplifier itu tertanam semacam baterai atau penyimpan daya cadangan yang akan bekerja secara spontan saat sumber listrik utama mati atau tegangan kurang dari 220 volt. Dengan demikian, mesin akan tetap bekerja, suara pemanggil burung yang dihasilkan tweeter pun tidak terputus. Dalam waktu bersamaan, sensor pintar dalam alat mencari sumber tenaga alternatif, lazimnya dari aki atau generator sebagai daya utama pengganti.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x