Bagian atas pertokoaan padat dengan rumah walet di Pasangkayu, ibukota Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Bagian atas pertokoaan padat dengan rumah walet di Pasangkayu, ibukota Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Sejak 2 tahun terakhir rumah walet bermunculan di Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.

Langit sore pada pengujung Maret 2017 menghiasi Kota Pasangkayu, Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat. Kota itu bisa dicapai dengan berkendara menempuh jarak 280 km dari Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Jarak tempuh itu lebih jauh dibanding dari Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Dari Palu menuju Pasangkayu lebih pendek, hanya 150 km. Pada rembang petang itu ratusan burung walet hilir mudik di bagian atas bangunan pertokoan.

Rumah khusus walet dari beton tidak menyatu dengan aktivitas ekonomi atau rumah tangga.

Rumah khusus walet dari beton tidak menyatu dengan aktivitas ekonomi atau rumah tangga.

Rata-rata bangunan dari tembok terdiri atas 3 lantai. Bagian pertama untuk kegiatan ekonomi seperti toko bahan bangunan atau bahan kebutuhan pokok. Adapun lantai dua menjadi rumah tinggal. Rumah walet menempati lantai ketiga atau paling atas. Lantaran menyatu dengan tempat tinggal dan kegiatan ekonomi, suara tweeter pun relatif lirih agar tidak mengganggu aktivitas pembeli dan tak mengganggu istrihat penghuni.

Marak rumah walet
Jari telunjuk Heriadi Mulyadi menunjuk ke langit. “Lihat deretan bagian atas pertokoan itu seperti jejeran rumah walet,” ujar warga Pasangkayu, Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, itu. Jejeran bangunan di Jalan Trans Sulawesi-Tarailu itu penuh dengan rumah walet. Jarak antara satu gedung dengan gedung lain sangat dekat. Bahkan beberapa rumah walet seakan berbagi dinding satu sama lain.

Salah satu bangunan walet di Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Salah satu bangunan walet di Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Menurut Heriadi maraknya pembangunan rumah walet di Pasangkayu berlangsung sejak 2 tahun terakhir. Ia menuturkan 2 tahun sebelumnya rumah walet bisa dihitung dengan jari. “Tidak lebih dari 2—3 rumah walet,” ungkapnya. Bandingkan dengan kondisi saat ini jumlah rumah walet membengkak lebih dari 15 rumah walet. Saat kendaraan menyusuri jalanan kota, tak sulit menjumpai rumah walet dari bagian atas pertokoan.

Baca juga:  Kampiun Kediri

Bahkan sesaknya bagian atas pertokoan dengan rumah walet menimbulkan kesan maksimalisasi setiap jengkal ruang guna mengundang kehadiran burung walet. Ada lantai 2 bangunan ruko yang difungsikan sebagai rumah walet sehingga keberadaan rumah monyet bangunan walet seolah terjepit di antara impitan rumah walet di kedua sisinya yang menjulang lebih tinggi.

Walet di Mamuju Utara mulai marak sejak 2 tahun terakhir.

Walet di Mamuju Utara mulai marak sejak 2 tahun terakhir.

Mengapa mereka membangun rumah walet menyatu dengan hunian? Menurut Heriadi bukan tanpa alasan warga Pasangkayu membangun rumah walet di atas hunian. Alasan pertama agar pemantauan relatif mudah dilakukan di antara aktivitas sehari-hari. Selain itu menjamin keamanan sarang walet. Alasan ketiga, kemudahan faktor perawatan si liur emas pun menjadi salah satu pertimbangan.

Potensial
Meski demikian ada juga yang membangun rumah walet terpisah dengan tempat tinggal atau usaha. Trubus menjumpai sebuah bangunan di Pasangkayu terdiri atas 4 lantai yang dikhususkan untuk menangguk sarang walet. Bangunan dari beton itu berdiri kokoh menyerupai benteng. Praktikus budidaya walet di Kendal, Jawa tengah, Drs. Arif Budiman, yang pernah berkunjung ke Mamuju Utara menuturkan daerah itu sangat menjanjikan.

Walet riuh hiasai langit Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Walet riuh hiasai langit Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

“Selain kondisi geografis dengan curah hujan tinggi, sumber pakan lain pun mendukung kehadiran walet,” kata Arif Budiman. Sebut saja perkebunan sawit yang marak bisa menjadi salah satu sumber pakan si liur emas. Di antara Mamuju ke Mamuju Utara terdapat banyak kebun kelapaa sawit. Menjamurnya rumah walet di Mamuju Utara pun tercermin dari data Dinas Pendapatan Daerah Mamuju Utara.

Rumah monyet yang terjepit di sela bangunan tinggi.

Rumah monyet yang terjepit di sela bangunan tinggi.

Di wilayah pesisir Mamuju Utara tidak kurang dari 71 rumah walet berdiri kokoh. Pantas bisa kini di Mamuju Utara, rumah walet yang bertebaran mulai dilirik sebagai dulangan rupiah baru bagi gemuknya pundi pendapatan daerah. Pun bagi warga lokal. (Faiz Yajri, Kontributor Trubus di Jakarta)

Baca juga:  Kopi Tepal: Kelezatan dari Puncak Ngeres

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d