Seri Walet (203): Bulat, Persegi Sama Fungsi 1
Pintu masuk berbentuk bulat menggantikan pintu masuk berbentuk persegi yang telah ditutup. Sebuah lampu diletakkan di atas pintu masuk sebagai pemandu bagi walet

Pintu masuk berbentuk bulat menggantikan pintu masuk berbentuk persegi yang telah ditutup. Sebuah lampu diletakkan di atas pintu masuk sebagai pemandu bagi walet

Pintu masuk rumah walet tidak melulu persegi.

Sepintas lalu rumah walet di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, itu tidak berbeda dengan rumah walet lainnya di daerah itu. Rumah walet satu lantai itu berdinding tembok dan beratap genting. Namun, saat ditelisik lebih jauh rumah walet yang terletak 200 meter dari alun-alun Kota Bangkalan itu menyimpan ketidaklaziman: Pintu masuk walet berbentuk bulat.

Rumah walet itu menjorok 10 m dari jalan. Pintu pagarnya setinggi 2 m. Di bagian depan rumah walet terdapat 3 rumpun bambu kuning dan 2 pohon cemara menjadi penghalang. Pintu masuk untuk walet terletak 2,5 m di atas permukaan tanah. Diameter pintu lebih kurang 25 cm dengan arah lubang menghadap ke bagian barat.

Lewat lubang-lubang itulah, walet masuk ke dalam rumah. Yang menarik di bagian bawah lubang berbentuk bulat, terdapat bekas lubang masuk berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 30 cm dan tinggi 15 cm. Lubang itu tidak lagi digunakan.

Atur agar walet masuk dari satu lubang masuk saja

Atur agar walet masuk dari satu lubang masuk saja

Tidak lazim

Pintu masuk berbentuk bulat itu tergolong tidak lazim lantaran kebanyakan pintu rumah walet di Bangkalan berbentuk persegi panjang. Tengok saja sentra walet di Jalan Sudirman, berjarak 400 m dari rumah walet itu. Di kawasan yang sohor pula sebagai sentra jual beli emas di Bangkalan itu, rumah-rumah walet mempunyai pintu masuk seragam: persegi.

Pintu masuk rumah walet di bagian atas gedung itu lazimnya mempunyai ukuran panjang 30 cm serta tinggi 15 cm. Jumlahnya bervariasi antara 2—4 pintu masuk. Setali tiga uang kondisi serupa pun dijumpai di daerah Pujaan, 200 m dari Jalan Jenderal Sudirman. Di sana lubang masuk pun berbentuk persegi.

Baca juga:  Arah Perjalanan Raja Buah

Pintu masuk persegi pun dijumpai di sentra walet lain di Bangkalan. Di Kecamatan Arosbaya, yang berjarak 15 km sebelah timur Bangkalan, pintu masuk rumah walet didominasi bentuk persegi. Menurut KH Irham Rofii, praktikus budidaya walet di Geger, Bangkalan, pemanfaatan pintu masuk walet berbentuk bulat tergolong tidak lazim di Bangkalan. “Kebanyakan memanfaatkan pintu masuk berbentuk persegi,” ungkap Irham yang juga menggunakan pintu masuk berbentuk persegi untuk rumah walet miliknya.

Pintu masuk rumah walet di Bangkalan, Jawa Timur, berbentuk bulat

Pintu masuk rumah walet di Bangkalan, Jawa Timur, berbentuk bulat

Fokus

Menurut Arief Budiman, praktikus walet di Kendal, Jawa Tengah, sejatinya pintu masuk berbentuk bulat bukan fenomena baru. Banyak gedung walet di Jawa memiliki lubang masuk serupa. Biasanya gedung itu di dekat stasiun kereta api dan merupakan peninggalan Belanda yang tidak lagi dimanfaatkan. Ketika itu giliran sriti dan walet yang menghuni gedung terbengkalai itu. “Gerombolan walet itu biasanya masuk ke dalam gedung melalui lubang bulat berdiameter sekitar 60 cm,” ungkap Arief.

Sejatinya lubang bulat itu merupakan desain asli gedung itu dengan peruntukan awal ventilasi udara. Lantaran banyak walet yang bersarang, gedung walet yang baru di sekitar stasiun kereta pun turut pula memanfaatkan lubang berbentuk bulat. Menurut Arief, diameter lubang masuk bisa pula dimodifikasi. Arif menyaksikan di sentra walet di Jambi. Di sana sebuah gedung walet berdiri megah dengan lubang masuk berbentuk bulat. “Diameter lubang masuk lebih besar mencapai 80—100 cm,” ujarnya.  Pemanfaatan lubang bulat sebagai pintu keluar masuk walet pun Trubus saksikan di sebuah rumah walet di Cangkringan, Yogyakarta.

Pintu masuk berbentuk persegi mendominasi bangunan walet di sentra walet di Jalan Sudirman, Bangkalan

Pintu masuk berbentuk persegi mendominasi bangunan walet di sentra walet di Jalan Sudirman, Bangkalan

Arif berpendapat bentuk pintu masuk rumah walet tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah walet mudah masuk gedung. Hal lain yang patut diwaspadai menurut Arief adalah jumlah lubang. “Lubang masuk sebaiknya 1 saja,” ungkapnya. Tujuannya agar walet fokus di satu lubang masuk dan agar walet fokus turun ke bawah. Oleh karena itu desain rumah walet di Bangkalan yang menetapkan satu pintu masuk merupakan tindakan tepat. Arief menyarankan pembuatan lubang masuk menyesuaikan arah burung pulang pada sore hari. Menurut Arief yang perlu dicamkan adalah walet mencari lubang masuk, bukan lubang masuk mencari walet. (Faiz Yajri, kontributor Trubus)

Baca juga:  Diskusi Bareng Pakar Hidroponik

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments