Oh nooo, You use Adblocker!
Your Adblocker is active! It is preventing us to show you our content.

Sensasi Angkat Bapukan

Sensasi Angkat Bapukan 1
Kolam pemancingan lele mulai menjamur di berbagai daerah

Kolam pemancingan lele mulai menjamur di berbagai daerah

Semula tak bernilai, kini lele jumbo menjadi favorit para pengail.
Konsumen lebih menyukai lele berbobot kecil. Itulah sebabnya lele berbobot di atas 500 gram per ekor kerap tersingkirkan. Di kalangan para peternak, lele besar itu sohor sebagai bapukan. Peternak lele di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Carmin Iswahyudi, pernah mengungkapkan lele bapukan memang lebih sering disingkirkan saat panen. “Lele bapukan itu tidak laku dijual karena besar dan berdaging lembek,” katanya. Andai terjual pun harganya murah lantaran hanya dipakai sebagai pengisi kolam di rumah-rumah makan.

Joko, perawat kolam Betawi Ngumpul, sering menemukan pemancing yang bandel menggunakan umpan larangan

Joko, perawat kolam Betawi Ngumpul, sering menemukan pemancing yang bandel menggunakan umpan larangan

Itu nasib lele bapukan dahulu. Kini lele bapukan menjadi incaran para pemilik kolam mancing lantaran banyak penarik kail mulai menyukai memancing Clarias sp itu. “Mengail lele terasa sentakannya,” kata Suhaedi, pemancing dari Cinere, Depok, Jawa Barat. Itu karena Clarias sp yang terkail kerap meronta-ronta. “Itu menimbulkan sensasi saat menariknya ke darat,” ujar pria yang setiap minggu mancing lele di kolam seluas 1.500 m2 itu. Para pengail menganggap memancing lele memberi sensasi berbeda dibandingkan mengail ikan mas.

Umpan bebas
Beberapa lokasi pemancingan seperti pemancingan galatama lele Betawi Ngumpul memang kini menyediakan kolam khusus lele. Pemancingan di Lentengagung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu hanya salah satu dari 9 pemancingan serupa di seputaran Kecamatan Jagakarsa. “Rata-rata luasnya sama seperti kolam di sini,” ujar Eddy Dallas, pengelola pemancingan Betawi Ngumpul. Untuk kolam seluas 900 m2 itu Eddy membenamkan 4 ton lele berbobot 2—9 kg per ekor.

Eddy memperoleh lele-lele jumbo itu dari pengepul di Jakarta dan Sukabumi, Jawa Barat. Mudahkah memancing lele? Menurut Adang Rizky, pemancing dari Lentengagung, memancing lele sebetulnya mudah lantaran lele pemakan segala. Adang memakai 3 bahan sebagai umpan yang dipakai terpisah. Pertama ia memakai burayak patin. “Setiap kail dipasang 2 burayak,” katanya. Cara itu cukup ampuh mengail lele. Terbukti dari 3 kali percobaan, satu kali percobaan berhasil seperti yang disaksikan Trubus.

Lele untuk pemancingan adalah lele bapukan (ukuran lebih dari 500 g/ekor)

Lele untuk pemancingan adalah lele bapukan (ukuran lebih dari 500 g/ekor)

“Burayak patin bisa diganti anakan ikan mas,” ujarnya. Kedua Adang menggunakan umpan cacing tanah. Bau amis yang menguar dianggap cukup mampu memikat sang lele. “Yang ketiga pelet ikan yang dihancurkan lalu diberi daging sapi dan telur,” katanya. Umpan untuk mancing lele memang beragam. Edwin Nasrul, pemancing dari Bengkulu kerap menggunakan jangkrik atau usus ayam sebagai umpan. Inti umpan-umpan itu adalah dapat memberi bau amis yang disukai lele.

Aturan ketat
Adang Rizky dan Edwin Nasrul menggunakan umpan hidup bukan tanpa alasan. “Lele bersifat kanibal sehingga akan memburu ikan atau hewan lain yang berukuran lebih kecil daripadanya,” kata Ade Sunarma MSi, ahli lele dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Hal itu juga berkaitan dengan aroma amis yang ditimbulkan umpan hidup. “Lele memang menyenangi bau amis,” ujar Ade. Itu sebabnya pelet untuk lele memiliki kandungan tepung ikan lebih tinggi dibandingkan untuk ikan mas.

Page :
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x