Burung Perdamaian karya Rudy T Mintarto meraih juara ketiga

Burung Perdamaian karya Rudy T Mintarto meraih juara ketiga

Taman-taman terbaik di ajang Floria 2014.

Burung simbol perdamaian itu berdiri anggun. Tubuhnya penuh warna amat semarak. Itulah taman luar ruangan hasil karya Rudy T Mintarto pada acara Floria di Putrajaya, Malaysia, 14—22 Juni 2014. Rudy mempersiapkan desain taman di lahan 7 m x 7m. Ayah 3 anak itu mengusung tema burung perdamaian sebagai fokus utama. Sebagai penggemar seni melipat kertas, Rudy membentuk burung merpatinya bergaya origami.

Sebulan sebelum perhelatan internasional itu, Rudy mempersiapkan elemen taman. Ia membuat burung dari bahan kayu lapis setinggi 2 m dengan bentang sayap 3,6 meter. Selain itu seniman itu juga mempersiapkan latar belakang selebar 4 m x 2 m, serta kolam mini. Panitia menawarkan bunga-bunga untuk taman, harga tanaman, dan formulir pemesanan. Semua pengeluaran untuk pembuatan taman dan elemennya ditanggung panitia sebesar US$3.000 setara hampir Rp30-juta.

Rangkaian bunga karya Murwansyah Irwan, juara ketiga

Rangkaian bunga karya Murwansyah Irwan, juara ketiga

Juara ketiga
Rudy menggunakan phalaenopsis, renanthera, mokara, dendrobium, aranthera, aneka anggrek pot, dan rumput manila. Ia menyelesaikan pembuatan taman itu sekitar 24 jam dengan bantuan 2 orang. Pada acara itu, 12 perancang lain dari berbagai negara juga membuat taman. Panitia membebaskan tema taman yang dilombakan itu. Salah satu anggota dewan juri adalah Dr Ir Ani Andayani, MAgr, direktur Budidaya dan Pascapanen Florikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kreasi Rudy menyabet juara ketiga. Gelar itu merupakan raihan juara ketiga secara berturut-turut di ajang yang sama. Tiga tahun terakhir, Rudy memang selalu mengikuti lomba taman di Festival Floria. Sementara taman kreasi Rozita Abd Hamid dari Malaysia meraih gelar juara kesatu. Taman bikinan Alessandro Valenza dari Italia meraih juara kedua. “Juara kesatu menampilkan taman hutan, tidak banyak menggunakan bunga sehingga lebih simpel. Demikian pula juara kedua hanya menggunakan bambu dan anggrek,” kata Rudy.

Taman juara kesatu karya Rozita Abd Hamid dari Malaysia

Taman juara kesatu karya Rozita Abd Hamid dari Malaysia

Menurut perancang taman di Kota Depok, Jawa Barat, Hary Harjanto, kekuatan taman juara pertama, ialah memiliki harmoni, alamiah, dan fungsional. Artinya, taman itu bisa dibuat atau dihadirkan di halaman dan bersifat awet karena dari elemennya merupakan tanaman hidup. Apalagi lomba itu bertajuk outdoor gardening. Sementara taman kreasi Rudy lebih bersifat dekoratif, keindahannya hanya singkat.

Baca juga:  Berbuah Lebat Dalam Polibag

Selain Rudy, orang Indonesia yang berpretasi pada festival itu ialah Mirwansyah Irwan. Mirwan yang kini bermukim di Malaysia itu meraih juara ketiga lomba merangkai bunga. Ia menyajikan rangkaian bertema hutan tropis. Bahan yang digunakan antara lain lumut, ranting kayu, daun hoya, dan anyaman bulat berbagai ukuran sebagai kincir. Panitia mengundang artis perangkai bunga dari 22 negara untuk menyemarakkan acara tahunan yang rutin diselenggarakan sejak 2007 itu. Selain Indonesia negara yang berpartisipasi dalam Flower & Garden Festival itu antara lain Afrika Selatan, Brunei, Cina, Italia, Jepang, Jerman, Rusia, Singapura, dan Spanyol.

Begonia tema bunga Putrajaya Flower & Garden Festival 2014

Begonia tema bunga Putrajaya Flower & Garden Festival 2014

Selain lomba taman luar ruang dan merangkai bunga, panitia pameran bertajuk Mesmerizing Colours itu juga menyelenggarakan lomba taman dalam ruang, dan anggrek, demonstrasi merangkai bunga. Ratusan ribu pengunjung memadati ekshibisi yang ketujuh kalinya itu. (Syah Angkasa)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d