Taman terapi alzheimer milik Piante Mati.

Taman terapi alzheimer milik Piante Mati.

Kunjungan ke nurseri kelas dunia dalam pameran Vestire il Paesaggio 2017.

Aneka tanaman seperti verbena, hydrangea, dan salvia tumbuh subur di taman seluas lapangan bulu tangkis itu. Taman yang selesai dibangun pada Mei 2017 itu bukan sekadar penghias Kota Pistoia, Italia. Menurut pengelola taman, Andrea Mati, taman itu sarana terapi untuk pasien alzheimer. Pengelola mempersilakan penderita gangguan daya ingat itu mengunjungi taman. “Taman terapi alzheimer itu gratis,” kata Andrea kepada Trubus.

Arsitek dari Polandia, Malgorzata Dyrska, mengatakan, ide taman terapi itu sangat bagus. Malgorzata menyarankan agar taman itu dekat dengan rumah sakit atau pusat perawatan orang sakit. Kunjungan ke taman milik salah satu nurseri terbesar di Pistoia, Piante Mati, itu adalah rangkaian acara internasional Vestire il Paesaggio 2017. Malgorzata dan belasan orang lainnya mengunjungi tempat itu pada Juni 2017.

Internasional
Sejatinya Vestire il Paesaggio adalah acara 3 tahunan yang dimulai pada 2007. Penyelenggaraan terakhir pada 2016. Jadi mestinya acara selanjutnya berlangsung pada 2019. Namun, pada 2017 Ministero dei Beni e delle Attività Culturali e del Turismo (MiBACT) atau Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Italia menobatkan Pistoia sebagai kota budaya Italia 2017. Predikat itu didapat setelah mengalahkan 9 kota lainnya seperti Spoleto, Ercolano, dan Parma.

Direktur Vestire il Paesaggio 2017, Renato Ferretti.

Direktur Vestire il Paesaggio 2017, Renato Ferretti.

Oleh karena itu, pemerintah Kota Pistoia kembali menghelat Vestire il Paesaggio pada 2017. “Edisi Vestire il Paesaggio 2017 sangat spesial. Acara itu kesempatan untuk menunjukkan identitas lokal serta keahlian kami menyediakan ide dan produk untuk meningktakan kualitas hidup di kota,” kata Direktur Vestire il Paesaggio 2017, Dr. Renato Ferretti.

Baca juga:  Pengurus Baru Anak Empang

Pistoia berjarak sekitar 300 kilometer sebelah utara Roma dan hanya 10 kilometer dari Laut Versilia. Kota yang dikelilingi pegunungan itu kaya bangunan bersejarah dan artistik. Vestire il Paesaggio bertujuan memperkuat citra Pistoia sebagai kota tanaman sekaligus kota seni, kota lanskap, dan kota budaya. Ekshibisi berlangsung pada 11—17 Juni 2017 itu diawali dengan bersepeda yang menelusuri ruang hijau, taman, dan kebun bersejarah di Pistoia.

Renato dan tim panitia mengundang jurnalis, arsitek, dan lanskaper di Eropa untuk memeriahkan dan mempopulerkan Vestire il Paesaggio 2017. Para peserta berasal dari Perancis, Jerman, Swiss, Polandia, Ukraina, Spanyol, dan Finlandia. Majalah Trubus satu-satunya media dari Benua Asia yang menghadiri acara bergengsi itu. Nurseri lain yang dikunjungi yakni Romiti Vivai, Consorzio Ortovivaisti Pistoies, dan Vannucci Piante.

Konvensi tanaman hias dalam acara Vestire il Paesaggio 2017 berlangsung sukses.

Konvensi tanaman hias dalam acara Vestire il Paesaggio 2017 berlangsung sukses.

Kini Romiti Vivai yang berdiri pada 1922 fokus pada pembuatan tanaman buah mini seperti apel dan pir untuk masyarakat perkotaan. Consorzio Ortovivaisti Pistoies merupakan salah satu koperasi para pekebun aneka tanaman hias di Pistoia. Menurut pengelola Consorzio Ortovivaisti Pistoies, Barbara Brunner, koperasi berdiri pada 1974 dan beranggotakan sekitar 24 pekebun dengan total lahan kurang lebih 80 hektare.

Menurut Barbara dengan koperasi mereka mampu memperpendek rantai pasok dan menekan harga jual. Akhirnya harga di pasar pun kompetitif. Komoditas yang mereka jual antara lain hydrangea, zaitun, dan aneka jenis cemara.

Konvensi
Kunjungan selanjutnya adalah Vannucci Piante. “Pistoia adalah pusat nurseri di Italia dan Eropa,” kata chief executive officer (CEO) Vannucci Piante, Vannino Vannucci. Menurut Vannino luas nurseri sekitar 500 hektare dan memperkerjakan 310 karyawan dari berbagai negara seperti Rusia, Turki, dan Jerman. Ia menjual aneka tanaman seperti acer, agave, dan clematis.

Baca juga:  Siasat Silangkan Jarak

Total jenderal nurseri itu menjual dan mengekspor 2.000 jenis tanaman ke-60 negara tujuan seperti Jerman dan Perancis. Selain mengunjungi nurseri dan bersepeda, kegiatan lainnya yaitu konvensi serta pertunjukan seni dan budaya. Lebih dari 50 orang berbagai latar belakang seperti lanskaper, agronom, dan peneliti menghadiri konvensi. Tema konvensi seputar tanaman hias, lanskap, taman, dan penghijauan.

Elaeagnus x ebbingei koleksi Vannucci Piante.

Elaeagnus x ebbingei koleksi Vannucci Piante.

Salah satu pemateri adalah guru besar arborikultur University of Florence, Prof. Francesco Ferrini. Ia menyampaikan materi nilai ekonomi dan peran tanaman di kota. Ferrini mengatakan berinvestasi pada penghijauan berhubungan dengan kesehatan individu dan masyarakat. Sementara Renato bercerita tentang sejarah nurseri tanaman di Pistoia yang berawal pada 1848 dan dipelopori Antonio Bartolini.

Ia juga mengatakan agrikultur menjadi sektor ekonomi penting di Pistoia dan sekitarnya karena memperkerjakan lebih dari 2.500 karyawan di lahan 5.000 hektare dengan lebih dari 2.000 varietas tanaman. “Lanskap harus cantik dan berguna. Oleh karena itu, kita memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan semangat,” kata Renato. Panitia juga mengundang perancang taman terkenal asal Spanyol, Fernando Caruncho.

Kota Pistoia, Italia, dikenal sebagai kota tanaman karena memiliki nurseri yang menghasilkan beragam tanaman.

Kota Pistoia, Italia, dikenal sebagai kota tanaman karena memiliki nurseri yang menghasilkan beragam tanaman.

Caruncho berbicara tentang pentingnya cahaya sebagai elemen taman. Dalam Gelaran Vestire il Paesaggio 2017 ditutup dengan pertunjukan musik oleh pemain double bass klasik, Franco Petracchi.(Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d