Sosok anggrek Cymbidium hertinahianum.

Sosok anggrek Cymbidium hertinahianum.

Anggrek tien soeharto kian langka. Periset menempuh berbagai cara untuk menyelamatkannya.

Penampilan anggrek tien soeharto atau Cymbidium hartinahianum amat khas. Anggrek terestrial itu berdaun seperti pita, lebar daun 9-5 mm. Adapun panjang tangkai bunga 35-60 cm, petal dan sepal hampir sama lebarnya. Salah satu kelebihan spesies itu sangat toleran terhadap tanah yang miskin hara. Sebab, habitat anggrek tien soeharto itu di hutan yang sudah rusak dataran tinggi.

Di area itu tumbuh rumput yang tinggi dan ilalang atau blang. Anggrek langka itu termasuk salah satu dari anggrek endemik yang populer di Sumatera. Namun, keelokan anggrek itu pertama kali ditemukan oleh James Boughtwood Comber dan Nasution pada 1977 itu terancam punah. Lokasi penemuan di Desa Baniaratele, Kecamatan Harian, Kabupaten Tobasamosir, Sumatera Utara.

Makin langka
Anggrek terestrial itu semakin sulit dijumpai di alam. Habitatnya tergusur oleh tanaman sayuran. Yang memprihatinkan, hartinahianum semakin sulit diselamatkan karena populasinya makin sedikit. Ketersediaan biji sebagai bahan perbanyakan tanaman pun minim. Menurut World Conservation Monitoring Centre status konservasi anggrek hartinah adalah endangered dan kategori A untuk spesies prioritas konservasi tumbuhan Indonesia.

Periset melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan anggrek tien soeharto.

Periset melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan anggrek tien soeharto.

Biji anggrek berukuran sangat kecil dan tidak mempunyai cadangan makanan, yaitu endosperma dan kotiledon seperti kebanyakan biji tanaman monokotil lainnya. Oleh karena itu, perkecambahan biji secara alami sangat sulit. Perkecambahan biji secara alami dapat terjadi bila ada simbiosis dengan mikoriza. Keberadaan mikoriza dapat diabaikan, bila perkecambahan biji melalui kultur in vitro dengan media buatan.

Media itu mengandung nutrisi yang diperlukan untuk berkecambah. Protokorm merupakan istilah umum dari hasil perkecambahan biji anggrek. Kini anggrek lebih mudah diperbanyak dengan biji. Dari satu buah anggrek dapat menghasilkan ribuan bibit baru. Keberhasilan biji anggrek untuk berkecambah tergantung pada daya berkecambah dari biji dan media yang digunakan untuk berkecambah.

Bibit dalam botol yang ada di laboratorium Kultur Jaringan Kebun Raya-LIPI, sampai saat ini berkisar antara 1000 botol, dengan fase tumbuh mulai dari yang masih kecambah hingga sudah membentuk tanaman lengkap. Menyelamatkan anggrek tien soeharto melalui konservasi eksitu dengan memindahkan tanaman itu ke tempat lain merupakan hal yang masih sulit dilakukan.

Buah anggrek tien soeharto.

Buah anggrek tien soeharto.

Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Provinsi Sumatera Utara, pernah menerima sumbangan anggrek tien soeharto. Namun, anggrek itu tidak dapat hidup lama karena ketidakcocokan agroklimat. Ketinggian TWA Sibolangit 550 m dpl, kondisi lingkungan lembap, sangat teduh, serta curah hujan sangat tinggi (±3.995 ml per tahun). Sementara habitat asli anggrek tersebut berada di dataran tinggi dan kering.

Baca juga:  Dalam Rawatan Dokter

Konservasi
Tim eksplorasi dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Bogor yang dipimpin oleh Rismita Sari pada 2004 menemukan tanaman anggrek itu beserta buahnya di habitat aslinya. Tim menanam anggrek itu di Kebun Raya Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hasilnya anggrek C. hartinahianum tidak dapat hidup lama. Kebun Raya Cibodas berketinggian 1.300-1.425 m dpl dan curah hujan 2.950 ml per tahun.

Tim juga menyemai benih di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Raya Bogor. Upaya perbanyakan anggrek tien soeharto di Kebun Raya-LIPI Bogor antara lain dengan perbanyakan anggrek dari biji secara in vitro, hardening atau pengadaptasian di suhu ruang kultur yang lebih panas, serta aklimatisasi bibit di greenhouse. Praaklimatisasi (hardening in vitro) merupakan pengkondisian planlet untuk meningkatkan keberhasilan aklimatisasi.

Proses penjarangan dan pindah tanam anggrek tien soeharto.

Proses penjarangan dan pindah tanam anggrek tien soeharto.

Para periset meletakkan botol-botol kultur di ruang bersuhu kamar atau rumah plastik bernaungan 60-70% selama beberapa hari untuk memperkuat jaringan. Botol kultur in vitro dapat menjadi seperti rumah kaca bagi tanaman. Konsekuensinya pengendalian lingkungan dalam kultur. Rumah kaca dengan lingkungan yang terkendali membuat pertumbuhan dan kualitas planlet lebih baik.

Tim peneliti lalu mengeluarkan planlet dan merendam dalam campuran larutan fungisida dan bakterisida masing-masing 1 g/l selama 10 menit untuk melindungi dari patogen. Planlet ditanam dalam kompot dengan media aklimatisasi berupa moss. Penyiraman dilakukan dengan air hingga media basah (lembap). Media tidak boleh terlalu lembap karena dinding sel tanaman tidak keras (tipis dan lembut) dan dapat cepat busuk dan mati.

Biji anggrek amat sulit berkecambah. Pembesaran 400 kali.

Biji anggrek amat sulit berkecambah. Pembesaran 400 kali.

Periset menyungkup pot dengan plastik sampai planlet dapat bertahan hidup, tumbuh dan berkembang dengan baik. Selama aklimatisasi, hanya dilakukan penyemprotan Vitamin B1. Sampai kini tim peneliti memperoleh 700 bibit teraklimatisasi berumur tanam 1—9 bulan. Tim berupaya untuk meningkatkan jumlah bibit hingga 1.000 bibit pada akhir 2017. Kegiatan aklimatisasi berlangsung hingga semua bibit dapat bertahan hidup di luar botol.

Baca juga:  Jeruk Sadu Semanis Madu

Sinar gamma
Upaya lain berupa induksi ketahanan terhadap cekaman abiotik (suhu tinggi) dengan iradiasi sinar gamma pada kecambah anggrek untuk mendapatkan mutan tahan suhu tinggi. Upaya lain ini dilakukan ketika penulis mendapatkan material biji lagi dari hasil eksplorasi Yupi Isnaini tahun 2014. Biji disemai kemudian sebagian kecambahnya diberi perlakuan iradiasi. Pemuliaan mutasi bertujuan untuk peningkatan keragaman genetik. Mutasi dapat diinduksikan pada tanaman yang perbanyakannya secara vegetatif seperti tebu, pisang, kentang, tanaman buah-buahan, dan tanaman hias.

Penyungkupan tanaman dalam boks selama 10 hari.

Penyungkupan tanaman dalam boks selama 10 hari.

Radiasi lebih sering digunakan sebagai mutagen fisik daripada mutagen kimia. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan untuk diberi perlakuan mutagen adalah umbi, rhizoma, pucuk tunas, ruas batang yang mengandung tunas adventif. Bagian-bagian itu mengandung jaringan meristematik. Mutagen sinar gamma adalah agen mutasi yang paling sering diaplikasikan.

Sinar gamma yang ditemukan pada 1900 oleh P. Villard berasal dari inti atom dan dapat dipancarkan oleh inti dalam kondisi tidak stabil. Inilah yang disebut gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang paling pendek (lebih pendek daripada sinar X). Sinar itu menghadirkan radiasi elektromagnetik dengan energi paling tinggi. Daya tembus yang kuat membuatnya berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Kuntum bunga anggrek tien soeharto.

Kuntum bunga anggrek tien soeharto.

Sinar gamma biasanya dapat diperoleh dengan disintegrasi dari radioisotop 137Cs atau 60Co. Dosis yang biasa digunakan berkisar antara 5—100 Gy terhadap eksplan sebelum mulai dikulturkan secara in vitro (Harten 1998). Iradiasi pada kecambah anggrek C. hartinahianum telah dilakukan sebanyak dua kali yaitu 0—80 Gy untuk kisaran luas dan 0—20 Gy untuk kisaran sempit. Iradiasi dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Penelitian selanjutnya berlangsung di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Bogor. Iradiasi ditujukan untuk mendapatkan dosis iradiasi yang optimum dalam pembentukan tunas dan ketahanan di suhu yang lebih tinggi. Bibit dalam botol yang telah diiradiasi berkisar antara 100 botol. Upaya konservasi anggrek tien soeharto diseminasikan di pameran ulang tahun ke-200 Kebun Raya-LIPI pada Mei 2017 di Bogor. (Elizabeth Handini, S.P., Peneliti di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d