Sehat di Dalam, Cantik di Luar 1

Mengunduh manfaat susu kambing dalam bentuk kefir.

Moedijono Ganeta, produsen kefir susu kambing

Moedijono Ganeta, produsen kefir susu kambing

Sejak lama susu kambing menyandang reputasi sebagai penyembuh beragam penyakit seperti asma, mag, diabetes mellitus, dan kanker. Kandungan protein susu hewan anggota famili Bovidae itu mencapai 4,3%. Bandingkan dengan protein susu sapi yang hanya 3,3%. Sayang, aroma prengus yang menyertai susu membuat banyak orang enggan meminumnya. Namun, dengan pengolahan tepat, aroma itu hilang. Di pasaran terdapat beragam olahan susu kambing seperti susu bubuk, kefir, dan kapsul.

Produsen di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Moedijono Ganeta, mengolah susu kambing menjadi kefir. Itu olahan sejenis yoghurt, tetapi menggunakan mikrob berbeda untuk proses fermentasi. Hasilnya minuman berwarna putih susu itu bercitarasa masam dan segar. Moedijono berinisiatif membuat kefir susu kambing lantaran merasakan sendiri khasiatnya. “Setelah konsumsi kefir selama sebulan, badan terasa semakin bugar,” ujarnya.

Panen 2 kali

Kefir susu kambing bebas prengus sekaligus nutrisi lebih cepat diserap ketimbang susu kambing segar. Menurut Sri Usmiati SPt MSi, peneliti mikrobiologi susu di Balai Besar Pascapanen Pertanian, itu karena proses enzimatis selama fermentasi menyederhanakan nutrisi dalam susu kambing. Karena penyerapan nutrisinya lebih cepat, “Kefir baik untuk terapi gangguan pencernaan,” tutur alumnus program Magister Ilmu Peternakan Institut Pertanian Bogor itu.

Lulur berbahan susu kambing menghaluskan kulit

Lulur berbahan
susu kambing
menghaluskan
kulit

Menurut Sri Usmiati, mikrob starter kefir lebih banyak dibanding susu fermentasi lain seperti yoghurt. Kefir terbentuk dari sekumpulan bakteri asam laktat dan yeast (khamir). Jenis bakteri asam laktat yang sering dipergunakan adalah Streptococcus sp dan Lactobacillus sp. Sementara mikrob yeast lazimnya menggunakan jenis Saccharomyces sp.

Moedijono mengenal kefir pada 2004 ketika bertandang ke Malaysia. Di negeri jiran itu kefir juga sohor sebagai minuman probiotik yang baik untuk pencernaan. Setelah tiba di tanahair, ia terbersit membuat produk serupa. Namun, lantaran sulit mendapatkan bibit kefir, niat itu baru terwujud pada 2008. Moedijono mendatangkan bahan baku berupa susu kambing segar dari peternak di Lumajang dan Malang, keduanya di Jawa Timur. Setiap 3 hari ia membutuhkan 50 liter susu kambing etawa alias 500 l per bulan.

Baca juga:  Rahasia Rasa Robusta

Pembuatan kefir mudah. Moedijono menambahkan 100 gram bibit kefir ke dalam 1—2 liter susu. Pria berusia 59 tahun itu lalu memasukkan susu ke wadah, menutup rapat, dan menyimpan di tempat sejuk. Panen kefir dilakukan setelah 24 jam dan 48 jam. Moedijono membagi panen kefir menjadi 2 kali. Sebab, lama fermentasi mempengaruhi rasa dan khasiat. “Kefir panen 24 jam memiliki rasa kurang masam dan baik untuk penderita penyakit ringan seperti ambeien, dan mag,” ujarnya.

Sementara kefir panen 48 jam rasanya sangat masam dan cocok untuk penderita diabetes mellitus, kolesterol tinggi, dan asam urat. Panen kefir dilakukan dengan menyaring kefir siap panen. “Larutan yang lolos saring untuk dikonsumsi,” katanya. Sementara endapan yang tertinggal di saringan ia gunakan untuk bibit.

Kecantikan kulit

Susu kambing juga bermanfaat untuk kesehatan kulit. Oleh sebab itu Ridwan Munir di Jakarta mengolah susu kambing menjadi lulur dan sabun mandi. Penggunaan lulur dan sabun bermanfaat menyehatkan kulit. “Susu kambing memiliki globula lemak kecil yang akan masuk ke kulit sehingga kulit menjadi lebih halus,” ujar Sri Usmiati. Ridwan juga memproduksi susu kambing segar dan susu kambing bubuk. Pertama kali produksi pada 2007 ia hanya menyediakan susu cair. Di luar dugaan, permintaan susu kambing di luar Jawa cukup banyak.

Susu Jadi Kefir

Susu Jadi Kefir

Pada 2011 ia mulai mengolah susu kambing segar menjadi bubuk. Sebab, “Susu segar mudah rusak sehingga tidak bisa dikirim jauh,” ujarnya. Maklum, susu segar kaya protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Beragam mikrooganisme menjadikan susu sebagai media berkembang biak. Bila tercemar dalam waktu singkat susu bakal rusak. Susu kambing segar akan rusak setelah 8 jam dalam suhu ruang. Ridwan mengambil susu kambing dari Bogor, Jawa Barat. “Kambing dibudidayakan secara organik,” ujarnya.

Kefir susu kambing baik untuk terapi pencernaan

Kefir susu kambing baik untuk terapi pencernaan

Itu berpengaruh pada kualitas susu yang lebih baik. Sebagai pakan kambing misalnya, rumput dibudidayakan sendiri dengan menggunakan pupuk kandang. Pakan juga ditambahkan herbal seperti kunyit, temulawak, dan jintan hitam. Setiap bulan Ridwan membutuhkan sekitar  1.500 liter susu kambing. Sebanyak 1.000 liter untuk produk susu cair dan 500 liter untuk produk susu bubuk. “Produksi cenderung naik 10% tiap tahun,” kata Ridwan. Penggunaan sabun susu kambing mempercantik kulit, konsumsi kefir menyehatkan. Paduan klop. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Andari Titisari)

Baca juga:  Menanam Dalam Kantong

FOTO:

  1. Moedijono Ganeta, produsen kefir susu kambing
  2. Susu kambing memiliki globula lemak lebih kecil dibanding susu sapi sehingga menghaluskan kulit
  3. Lulur berbahan susu kambing menghaluskan kulit
  4. Kefir susu kambing baik untuk terapi pencernaan

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *