Sehari Tiga Kampiun

Sehari Tiga Kampiun 1

Megat Taraweh menyabet tiga gelar bergengsi.

Tepat pukul 10.00 WIB, Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatera Selatan, Ir Hery Amalindo MM, membuka perhelatan akbar kontes serama di Kompleks Perumahan Pertamina, Pendopo, Kabupaten Pali. Sebanyak 225 serama dari berbagai penjuru tanahair ambil bagian dalam laga mempertontonkan gaya dan ketahanan stamina. Kualitas serama relatif bagus dan merata. Serama-serama tuan rumah yang tergabung dalam komunitas Kompas Kapal, tak kalah bagus.

“Kami tergolong masih baru dibanding Jawa. Tapi kami optimis, kualitas serama-serama di Pali bisa mengimbanginya,” kata Hery yang mulai tertarik pada keunikan ayam serama sejak 2007. Keyakinan Hery bukan tanpa alasan. Palembang, tetangga wilayah Kabupaten Pali, bisa cepat mencuat dengan serama-serama impor maupun lokal. Kali ini giliran Megat Taraweh, serama asal Malaysia yang setahun belakangan menghuni kandang salah satu pehobi serama di Palembang, tampil memukau.

Best of chick: Darna kebanggaan Mario

Best of chick: Darna kebanggaan Mario

Dua gelar anakan
Megat Taraweh pertama turun di kelas dewasa jantan B. Di kelas itu Megat tak terbendung menggulung Ken Master andalan Mario dan Young kebanggaan Murtopo dari Jakarta. Lalu, di kelas laga dewasa yang notabene merupakan kumpulan serama-serama berprestasi, Megat kembali keluar menjadi yang terbaik. Puncaknya, serama berbulu merah keemasan itu menyabet gelar best of the best setelah 5 dari 6 juri menyatakan kemenangan untuk Megat Taraweh.

Megat bukan satu-satunya serama Palembang yang berjaya di Kontes Serama Piala Bupati Pali 2014. Dengan mengusung nama Zjs Group Malaysia, serama-serama juara lainnya banyak tersebar di beberapa kelas. Sebut saja di kelas tanpa lawi ada Black Gigolo yang menyabet juara ke-1 dan Mat Djanggo di posisi kelima. Di kelas dewasa jantan A, hadir Randy di puncak kelas dan Cikgu Adee di tempat keempat. Belum lagi serama-serama dari Kapass (Komunitas Pelestari Ayam Serama Sumatera Selatan) yang masuk dalam daftar 10 terbaik. Di antaranya Wak Yeng di kelas remaja jantan milik Eno, Dewa Moka, Sri Badar, dan Bujang Tue, serta Irina di kelas betina dewasa.

Naga Setan, kampiun di laga bintang kecil

Naga Setan, kampiun di laga bintang kecil

Sementara serama asal Pali sukses di kelas anakan jantan B yakni Budak Pali milik Masri menduduki peringkat ke-2, dan di kelas anakan A, Anak Pali meraih juara ke-2. “Meski di kelas anakan, gelar-gelar itu tentu saja diraih dengan susah payah,” tutur Hery. Sebab, menurut para juri—antara lain terdiri dari Ciweil dan Zuang (keduanya asal Malaysia), Andry Wahyudi, dan Agung Santoso—kontes itu setara dengan kontes serama Piala Asean III di Kediri pada Desember 2013.

Baca juga:  Lidah Mertua Tak Biasa

Artinya dari segi jumlah dan kualitas peserta tidak bisa dianggap enteng. Masing-masing daerah menyertakan serama-serama ternama seperti Pesona 9 dan Sawong Jabo, keduanya kepunyaan Edy Yuwono dari RSK (Republik Serama Kediri), Golden Arrow, milik Alu Peng dari Bandung, serta Do Young jagoan H Yusuf dari Jakarta. “Serama yang menjuarai kontes di sini semuanya layak, karena penilaian sangat objektif,” kata Wahyudi, juri dari Bali.

Ia menambahkan, Megat, contohnya, gayanya maksimal dengan nilai 23,5 dan bekerja tanpa henti. Di beberapa kontes sebelumnya seperti di Piala Asean III dan Piala Keramat di Tangerang, serama dengan bobot tubuh 365 g itu hampir menggondol trofi-trofi bergengsi. Sayang, ketika penilaian berlansung Megat tiba-tiba meloncat ke badan sang joki dan didiskualifikasi. Kelemahan itulah yang kemudian “diperbaiki” sang empunya sehingga di Pali ia tampil sempurna.

Sebanyak 225 pehobi dari berbagai kota mengikutkan koleksinya dalam kontes serama

Sebanyak 225 pehobi dari berbagai kota mengikutkan koleksinya dalam kontes serama

Bupati Kabupaten Pali, Hery Amalindo, agendakan kontes serama berlangsung setiap tahun

Bupati Kabupaten Pali, Hery Amalindo, agendakan kontes serama berlangsung setiap tahun

Agenda tahunan
Menurut Karel, pehobi gaek serama di Pali, keberhasilan serama meraih juara di kelas-kelas bergengsi karena para pehobi tidak sungkan-sungkan mendatangkan ayam berkualitas dari Malaysia. Para pehobi serama di Pali juga mau belajar dengan para senior baik di Palembang maupun di Jawa, serta mempunyai semangat untuk maju dan kekompakan yang luar biasa. Wajar jika Karel berkeyakinan, kabupaten yang baru hasil pemekaran dari Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan, pada 22 April 2013 itu dalam waktu singkat bisa menjadi kiblat perseramaan khususnya di Pulau Sumatera.

“Aparat pemerintahan dan masyarakat sangat mendukung pengembangan serama di Kabupaten Pali,” ujar Karel. Perkembangan perseramaan di Pali memang luar biasa. Meski komunitasnya baru terbentuk dalam hitungan bulan, mampu menyelenggarakan kontes besar dan sukses,” kata Edy Yuwono, pehobi serama tanahair. Lihat saja, “Pesertanya dari seluruh kantung-kantung serama di Jawa, Sumatera, bahkan Sulawesi,” kata Edy. Mereka rela menempuh perjalanan panjang hingga hitungan hari melalui perjalanan darat demi serama.

Baca juga:  Jawara Kontes Paris Jawa

Oleh karena itu, “Bapak Bupati akan menjadikan kontes ini (Serama Piala Bupati, red) sebagai agenda tahunan,” kata Asgianto ST, ketua pelaksana. Harapannya, Pali yang letaknya jauh dari Palembang—ditempuh 3,5 jam dengan mobil—bisa cepat dikenal masyarakat luas. Selain itu, dengan kontes berarti membuat wadah untuk menyalurkan dan memupuk hobi masyarakat memelihara ayam serama, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para peternak. (Karjono, kontributor Trubus).

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x