Sehari Tiga Juara 1

Adipati tiga kali jawara pertama di sebuah kontes.

534_ 118-2Inilah keistimewaan burung kacer bernama Adipati. “Irama lagunya bagus, durasi kicauannya panjang, ditambah variasi suaranya yang beragam,” kata Saifullah, koordinator juri. Dari penilaian selama 15 menit, para juri tampak terkesima melihat aksi Adipati. “Ekornya naik turun sambil ‘ngerol’ tanda burung memiliki stamina bagus,” kata juri asal Bandung itu. Rusianto, koordinator lapangan juri lomba, menuturkan hal senada, “Volume suaranya tinggi dan penampilan fisik yang bagus.”

Saifullah bersama 7 juri lainnya tak ragu menyematkan predikat jawara untuk Adipati di kelas kacer ronggolawe pada lomba burung 6 April 2014 di Gandaria, Jakarta Timur. Di kelas kacer lain, yaitu kelas ebod vit dan bio snot, Adipati lagi-lagi menjadi juara pertama. Ia pun meraih predikat hattrick atau jawara 3 kali dalam satu kali lomba pada hari itu.

Perdana

534_ 118-1Adipati memang sedang naik daun. Sudah 30-an piala ia kantongi dari lomba burung di berbagai daerah, seperti di Balikpapan, Yogyakarta, dan Jakarta. Menurut Atta, perawat Adipati, perawatan burung berumur 3 tahun itu hampir sama dengan perawatan kacer lain. Atta memberikan 5 jangkrik pada pagi dan sore hari. Ia pun menjemur Copsychus saularis itu pada pukul 07.00—12.00. Sehari sebelum lomba, Atta memberikan satu sendok makan kroto. Keesokan harinya, Adipati siap tampil dan menggondol juara.

534_ 120-4Selain kacer, pada lomba burung yang diselenggarakan Wong Djowo Team itu, panitia juga melombakan 11 kategori lain seperti muraibatu, kenari, lovebird, anismerah, dan aniskembang. Menurut Hadi Suroto, ketua panitia, lomba burung itu merupakan kontes perdana dalam ajang piala Jatijajar. “Total peserta sekitar 900 burung yang para pemiliknya berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bandung, dan Jabodetabek,” ujarnya.

Baca juga:  Laba Lebah Luar Biasa

Menurut Hadi, kualitas burung yang tampil pada kontes sangat bagus. Selain itu, “Hadiah yang diberikan panitia cukup tinggi,” ujarnya. Pada kelas murai batu jatijajar misalnya, panitia memberikan hadiah Rp25-juta untuk pemilik burung juara pertama. Di kelas itu, muraibatu bernama Killer menggondol juara pertama. Muraibatu milik Hendi Karton asal Bekasi, Jawa Barat, itu berpenampilan energik. Menurut Rusianto, muraibatu berumur 3 tahun itu bervolume suara tinggi. “Irama nadanya proporsional, kondisi burung juga optimal,” tuturnya.

Perawatan

Apa rahasia kemenangan Killer? Perawat muraibatu itu, Yono, memang telaten merawatnya. Ia memberikan 5 jangkrik pada pagi dan sore hari serta satu sendok makan kroto. Sehari sebelum lomba, Yono memberikan pakan jangkrik hingga Copsychus malabaricus itu kenyang. Tandanya murai batu menolak makan lagi. “Sehari bisa habis 30 jangkrik,” kata Yono.

Di kelas lovebird ronggolawe, Golden Boy meraih juara pertama. Rizal Bro merawat Golden Boy sejak pukul 06.00. Ketika itu ia memandikan burung-burung berumur 2 tahun. Selang 10 menit, ia menjemur Golden Boy sendirian, tanpa ada burung lain selama 1—2 jam. Untuk pakan, sehari dua kali pada pagi dan sore Rizal memberikan satu sendok makan milet putih.

Sehari sebelum lomba, Rizal memberikan seperempat bagian jagung dan mengganti pakan milet putih dengan pakan ebod lovebird satu sendok makan. Berkat perawatan intensif itulah Golden Boy keluar sebagai juara pertama di kelas ronggolawe. “Golden Boy unggul dibanding burung lovebird lain karena durasi kerja dan panjang pendek kicauannya lebih bagus,” kata Saifullah. Di kelas ebod vit, lovebird milik Sean dari Pemalang, Jawa Tengah, meraih juara pertama.

Pada kategori burung lain seperti branjangan, SK milik H Sansan dari Garut, Jawa Barat, menjadi jawara. Sementara di kelas ciblek e-bodre, Centil milik Ikhsan dari Cakung, Jakarta Timur, meraih posisi juara pertama. “Jawara kelas kenari standar kecil e-bodre dan standar kecil bio snot, diborong H Ojon dari Bandung dengan kenarinya bernama Bad Boy,” kata Hadi.

Baca juga:  Musuh Virus Maut

Para pemilik burung sepakat, kunci sukses mengorbitkan burung kicauan menjadi jawara lomba adalah perawatan intensif. Menurut Atta burung kicauan sangat sensitif dalam perawatan. “Jika asal rawat, burung malas berkicau bahkan sakit-sakitan. Sebaliknya, jika telaten merawatnya, burung kicauan bisa menjadi jawara di lomba-lomba skala regional maupun nasional,” kata pria asal Kediri, Jawa Timur itu. (Bondan Setyawan)

FOTO:

  1. Adipati tiga kali meraih juara pertama di sebuah kontes
  2. Golden Boy lovebird jawara di kelas ronggolawe
  3. Killer meraih jawara di kelas muraibatu jatijajar. Sang pemilik berhak mendapatkan uang tunai Rp25-juta

534_ 120

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *