Melon eksklusif mendapat tempat di hati konsumen. Meski harga beli mahal, konsumen tetap mencarinya.

Melon bonia, pilihan baru untuk melon eksklusif.

Melon bonia, pilihan baru untuk melon eksklusif.

“Kalau saya mampu menghasilkan 20 ton melon pun, pelanggan tetap mau membeli,” kata Iwan Subakti. Namun, petani di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, itu hanya sanggup menyediakan 1,5 ton per pekan. Iwan tidak sanggup memenuhi permintaan pelanggannya karena kemampuan pekerja terbatas. Ia menjual Rp15.000 per kg atau Rp22.500 per buah. Di toko buah, harga melon melambung, yakni Rp37.500—Rp42.000 per kg.

Konsumen tetap membeli karena tingkat kemanisan minimal 13° briks. Harga itu jauh di atas melon umum yang harga tertinggi Rp11.000 per kg. Iwan menanam melon eksklusif itu dengan teknologi organik. Itulah sebabnya menyiapkan lahan yang sesuai untuk melon organik bukan hal mudah. Oleh karena itu ia hanya menanam 1.000 tanaman setiap 7—10 hari agar kualitas terjaga.

Melon eksklusif

Mas madu andalan Iwan Subakti.

Mas madu andalan Iwan Subakti.

Dengan sistem organik, tanaman tetap sehat, meski selalu diguyur hujan. Daunnya tetap hijau hingga menjelang panen sehingga fotosintesis tetap berlangsung. Hasilnya, tingkat kemanisan buah melon produksinya berkisar 13—16° briks alias sangat manis. Bandingkan dengan tingkat kemanisan melon di pasaran rata-rata hanya 8—10° briks. Sebenarnya Iwan tertarik untuk bermitra dengan belasan pekebun melon di Serang untuk memenuhi pasar.

Namun, mitra-mitranya hanya siap dengan melon hasil budidaya secara konvensional yang menggunakan pupuk dan pestisida. Mereka enggan repot menyiapkan lahan organik dan nutrisi organik. Oleh karena itulah harga jual pun Rp8.000—Rp9.000 per kg atau Rp12.000—Rp13.500 per buah. Meski harganya jauh di bawah melon produksi Iwan, mereka tetap untung karena biaya produksi hanya sekitar Rp8.000 per buah. Bobot buah melon rata-rata 2 kg per buah.

Iwan Subakti, melonnya jadi ekslusif karena organik.

Iwan Subakti, melonnya jadi ekslusif karena organik.

Produsen melon eksklusif lain, Tatang Halim di Muarakarang, Jakarta Utara. Tatang Halim mempunyai label Golden Agro (GA). Dengan label itu konsumen mendapat jaminan kualitas prima. Tatang mampu memasarkan 500 kg per pekan. Permintaan melon eksklusif yang masuk sebetulnya mencapai 2.000 kg per pekan. Namun, ia belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar.

Selama ini Tatang membudidayakan melon bercitarasa super itu di lahan 3,5 hektare di Karanglegok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tatang menanam secara bertahap masing-masing 500 tanaman. Ia mengatakan, konsumen semakin pandai dengan tidak mudah tergiur penampilan luar melon. Mereka menghendaki buah melon eksklusif.

Baca juga:  Dongkrak Stamina Cucak Hijau

Menurut Iwan Subakti sebutan melon eksklusif bila kualitas sangat baik, meliputi tingkat kemanisan tinggi, penampilan buah mulus, dan tahan lama disimpan hingga minimal 7 hari. Salah satu bukti perawatan baik ialah biji tidak mudah lepas dari tempat semula. Bila lepas, tanda tanaman tidak dapat disimpan lebih lama. Rasanya pun sudah terfermentasi. Masyarakat mengenal Apollo sebagai melon eksklusif pertama.

Rapingo, melon berjaring dengan rasa sangat manis

Rapingo, melon berjaring dengan rasa sangat manis

PT Sewu Segar memperkenalkannya pada 2004—2010 dengan nama golden melon mengacu pada warna kulit buah yang kuning keemasan. “Brand image melon itu sangat kuat di masyarakat, sehingga melon berkulit kuning identik sebagai melon manis,” kata Tatang. Iwan mengandalkan varietas mas-madu untuk menghasilkan melon eksklusif.

Benih meningkat
Kepala Distributor buah pasar swalayan seperti Hypermart, Phyllip, mengungkapkan, permintaan melon eksklusif memang cenderung melonjak. Kini dalam sepekan Hypermart mampu memasarkan hingga 20 ton melon eksklusif. Padahal, setahun lalu permintaan rata-rata hanya 5—10 ton per pekan. Ia menghendaki standar mutu melon yang mulus tanpa gerekan hama atau penyakit, bobot rata-rata 1,5 kg per buah, dan bercitarasa manis hingga 11—15° briks.

Kirani, melon lokal sangat manis dan renyah.

Kirani, melon lokal sangat manis dan renyah.

Phyllip menyetorkan melon ke beberapa outlet mereka di daerah Jakarta dan sekitarnya, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Permintaan kian melonjak ketika menginjak awal tahun, yaitu dari Januari-April, sebesar 20%. Direktur Pemasaran PT Tunas Agro Persada, Cipto Legowo kewalahan memenuhi permintaan pasar lokal yang mencapai 10 ton per pekan. Ia hanya sanggup memenuhi 3—4 ton.

Apalagi memenuhi permintaan ekspor ke Singapura yang mencapai 1 kontainer berukuran 20 feet. Mengapa masyarakat menghendaki melon eksklusif? Baik Tatang maupun Iwan sepakat, seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, mereka menghendaki melon bermutu prima.

Bagi mereka harga yang berlipat dibandingkan dengan melon biasa bukan masalah. Persoalan yang mereka hadapi adalah sulitnya mencari pasokan terutama ketika musim hujan. Pekebun juga menghadapi persoalan yang sama (baca boks: Hujan Ancaman Melon). Tingginya permintaan buah melon eksklusif laksana lokomotif yang menarik gerbong bisnis benih. Beberapa produsen mengatakan, permintaan benih juga terdongkrak.

Dengan budidaya organik, melon tahan terhadap penyakit.

Dengan budidaya organik, melon tahan terhadap penyakit.

PT Tunas Agro Persada dalam 5 tahun terakhir kewalahan melayani tingginya permintaan benih. Produsen itu meluncurkan varietas kinanti. Menurut Direktur Pemasaran PT Tunas Agro, Cipto Legowo, produksi benih melon eksklusif secara nasional mencapai 400—500 kg per tahun. Bila volume sebanyak itu ditanam, membutuhkan lahan seluas 1.000 ha. Populasi 1 ha 15.000 tanaman.

Baca juga:  Hujan Ancaman Melon

Bila tingkat kematian 20%, ada 12.000 tanaman yang akan menghasilkan 1,5 kg per tanaman. Volume produksi mencapai 18 ton buah per ha. Bila produksi benih nasional 500 kg, maka dapat dipanen buah sebanyak 18.000.000 kg. Cipto mengatakan, permintaan dan produksi benih melon eksklusif mereka meningkat 5—7%. Produsen benih lain seperti F1 Apollo dan F1 Luna 2427 merasakan hal serupa.

Brand sangat penting pada pemasaran melon.

Brand sangat penting pada pemasaran melon.

Abdul Hamid dari PT Multi Bintang Utama merilis melon eksklusif benih golden melon dan white melon. Menurut Hamid peningkatan permintaan benih itu mencapai 400 kg per tahun, untuk jenis golden melon. Keunggulan dari golden melon sangat manis mencapai 16° briks, tangkai kuat dan tahan terhadap hama-penyakit. Aroma lebih “keluar”dibandingkan dengan jenis white melon.

Adapun PT Multi Bintang Utama mendapatkan permintaan 300 kg per tahun untuk golden melon yang berbobot 2,5—3 kg per tanaman. Tingginya permintaan benih terutama di daerah Jawa Timur dan Magelang, Jawa Tengah yang selama ini merupakan sentra melon. Hamid berencana menambah persediaan benih melon untuk tahun depan menjadi sekitar 300 kg untuk golden melon dan 500 untuk white melon.

Melon korea, si pendatang baru berlurik putih.

Melon korea, si pendatang baru berlurik putih.

Pemasaran benih Hamid saat ini masih di daerah Jawa Barat, Jakarta, dan sekitarnya. Hamid juga memasarkan buah melon segar. “Untuk Bandung saya menjual sekitar 20 ton dalam bentuk buah segar per bulan,” ujar Hamid. Kini banyak pekebun berharap pada melon yang memiliki gen manis. Varietas itu menghasilkan melon manis meski petani membudidayakan tidak terlalu intensif. “Asal tanaman sehat hingga panen, rasa buahnya tetap manis,” kata Cipto Legowo.

Varietas introduksi yang manis: rapingo, angel, dan cantaloupe yang berjaring. Serta mas madu, dan melon oriental yang berkulit kuning berlurik putih. Terbuka lebarnya pasar karena dan produsen benih melon melakukan pengenalan varietas ke berbagai toko buah, pasar swalayan, dan pameran sebelum melepas varietas. Bila masyarakat mengenal dengan baik, dan petani mulai meminta benihnya barulah mereka memasarkan.

Tatang Halim, kualitas melon eksklusif diperoleh dengan budidaya tepat.

Tatang Halim, kualitas melon eksklusif diperoleh dengan budidaya tepat.

Menurut Ir Elnizar Zainal, MSi, Kepala Subdit Pengembangan Varietas Direktorat Perbenihan Hortikultura, dengan menanam benih terpercaya, penerapan teknik budidaya tepat, serta pemasaran tepat, maka melon dapat memberikan keuntungan hingga 300 persen dari modal. Instansinya telah menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk budidaya melon yang diterapkan oleh pekebun. (Syah Angkasa)

Analisis usaha budidaya melon

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d