Sayang Musang Demi Masa Depan

Sayang Musang Demi Masa Depan 1
Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Giant si musang pandan jantan, mengeluarkan aroma pandan yang sangat kuat dibandingkan musang pandan betina.

 

Komitmen dan kepedulian para pencinta untuk melestarikan musang.

Harga kopi luwak dua kali lipat biji kopi biasa. Di tingkat petani harga jual biji kopi mencapai Rp200.000 per kg. Luwak atau musang berjasa besar terhadap para petani. Sebagai hewan penyebar biji, musang Paradoxurus hermaphroditus gemar mengonsumsi buah kopi. Di dalam buah kopi Coffea sp terdapat biji keras di dalamnya. Saat matang, musang akan mencerna dagingnya, dan menyisakan biji.

Ketua Umum Perkumpulan Pemerhati Musang Indonesia (PEPMI), Evi Sabir, bersama musang pandan betina bernama Osh Osh.

Ketua Umum Perkumpulan Pemerhati Musang Indonesia (PEPMI), Evi Sabir, bersama musang pandan betina bernama Osh Osh.

Ketika proses itu berlangsung, biji akan keluar bersama kotoran. Biji yang terfermentasi melalui musang, bercita rasa tinggi. Hal serupa terjadi pada buah aren. Proses metabolismenya mirip pada kopi. Biji aren tetap utuh dan keluar melalui kotoran. Kemudian biji aren Arenga pinnata yang terfermentasi akan berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman dewasa.

Bukan hama

Berkat proses metabolisme yang unik penyebaran aren pun meluas di lahan rakyat. Sayangnya, banyak orang lupa akan jasa baik musang. Masyarakat banyak memburu musang karena menganggap sebagai hama. Kondisi itulah yang memantik perhatian Perkumpulan Pemerhati Musang Indonesia (PEPMI). “Musang hewan endemik Indonesia. Bila tidak ada pihak yang bergerak, ia akan hilang dan tinggal sejarah,” kata Ketua PEPMI, Evi Sabir.

Kepedulian itulah yang mengantar PEPMI untuk mengajukan proposal ke Kongres Konservasi Internasional yang diadakan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Proposal yang diajukan pada 2015 itu bertajuk “Musang dan Manusia: Bagaimana Konservasi Musang Indonesia Dapat Menjamin Kehidupan Petani Indonesia”.

Baca juga:  Bentang Mbeliling Benteng Herba

Pada proposal itu PEPMI gamblang memaparkan peran luwak atau musang terhadap petani aren. Hasilnya, publikasi berupa e-poster menghias kongres konservasi dunia IUCN itu. Melihat respons positif dunia, PEPMI pun terpacu untuk meresmikan organisasi pada 6 Januari 2016. Langkah itu menjadi batu loncatan untuk mengawali debut dan perjuangan selanjutnya.

 

Setiap akhir pekan anggota Perkumpulan Pemerhati Musang Indonesia (PEPMI) berdiskusi musang.

Setiap akhir pekan anggota Perkumpulan Pemerhati Musang Indonesia (PEPMI) berdiskusi musang.

 

Dua tahun berjalan, PEPMI kini beranggotakan sekitar 20 orang. Terkesan biasa-biasa saja memang. Namun, di balik itu tersimpan integritas yang tinggi. Untuk menjadi anggota bukan perkara mudah. PEPMI benar-benar mempersiapkan aturan ketat dalam perekrutan anggota. “Kami berlakukan program magang dan diberikan tugas,” kata papar Ziqy Tubagus Malyki, humas PEPMI.

Sosialisasi

PEPMI di kongres konservasi internasional yang diselenggarakan oleh IUCN di Honolulu, Hawaii.

PEPMI di kongres konservasi internasional yang diselenggarakan oleh IUCN di Honolulu, Hawaii.

PEPMI juga menyosialisasikan musang kepada masyarakat. Tujuannya untuk mematahkan opini negatif, seperti musang itu pencuri tanaman.

Musang kini juga menjadi objek buruan karena dianggap tidak berguna. Hal inilah yang dijadikan dasar PEPMI untuk bergerak terus menjunjung hak hidup musang di Indonesia. Kelompok pencinta musang itu melakukan berbagai kegiatan seperti sosialisasi melalui aneka pameran hewan, berpartisipasi dalam Indonesia International Pet Expo (IIPE) di ICE BSD city; Pet’s Autumn Festival di Lippo Village Karawaci.

Umumnya musang milik para anggota PEPMI adalah musang pandan, musang akar, musang bulan yang umum dipelihara. Karakteristik fisik, sifat, dan harga berbeda-beda antarmusang tergantung daerah asalnya. Contohnya, anakan musang akar borneo berwarna keabu-abuan dijual dengan kisaran Rp1.500.000—Rp2.000.000. Adapun harga musang akar Jawa berwarna krem kecokelatan Rp4 juta per ekor. Bobot tubuh musang akar pada umumnya dapat mencapai 2,4 kg. Demikian pula musang pandan berwarna keabu-abuan.

PEPMI di Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Convention Center.

PEPMI di Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Convention Center.

Kisaran harga anakan musang pandan di pasaran sekitar Rp300.000 per ekor. Namun, musang pandan asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan warna kehitaman dijual dengan harga Rp800.000. Musang pandan memiliki karakteristik khusus yakni aroma pandan menyengat pada musang jantan. Berlainan dengan musang betina yang justru mengeluarkan aroma yang amis. Musang itu dapat mencapai bobot tubuh sekitar 2,5—3 kg saat dewasa.

Baca juga:  Lakor Kambing Tangguh

Dengan potensi yang dimiliki musang, PEPMI kini fokus kepada visi konservasi musang. Menurut Evi melalui konservasi akan tercipta keseimbangan antara manusia dan lingkungannya. Bahkan, “Jika kami berhasil mendapat dana penelitian, maka akan banyak tenaga kerja yang terlibat dan juga penelitian baru di dunia kedokteran hewan serta pihak terkait,“ kata Evi. Populasi musang pun bakal berkembang lebih baik, dan sekaligus mencegah kepunahan hewan warisan Indonesia itu. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x