Sarang walet kaya kandungan asam sialat yang mampu meningkatkan kecerdasan otak.

Jika 1 keping sarang burung walet 10 gram setara dengan 1.860 gram atau 1,86 liter ASI kolostrum.

Jika 1 keping sarang burung walet 10 gram setara dengan 1.860 gram atau 1,86 liter ASI kolostrum.

Kandungan asam sialat pada sarang walet asal Indonesia mencapai 11,6%. Itulah hasil penelitian anggota staf Badan Karantina Pertanian, drh. Helmi Suryanaga. Helmi terispirasi oleh peniliti di Tiongkok pada 2014 yang membandingkan kandungan asam sialat pada air susu ibu (ASI) kolostrum, makanan tradisional, daging, susu, dan telur. Hasil penelitian menunjukkan, kandungan asam sialat pada ASI kolostrum kurang dari 1% yakni hanya 0,06%.

Menurut peneliti dari Charles Sturt University, Bing Wang, asam sialat adalah gula beratom C-9 yang merupakan turunan asam N-asetilneuraminat. Asam sialat tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam melainkan kebanyakan ditemukan sebagai molekul terminal dengan ikatan alfa pada komponen glikoprotein atau gangliosida dan glikolipid, menempel pada permukaan sel. Dalam tubuh manusia, konsentrasi tertinggi asam sialat ditemukan di otak yang merupakan bagian integral dari struktur gangliosida di sinaptogenesis dan transmisi saraf.

Asam sialat

Riset itu membuktikan bahwa kandungan asam sialat pada sarang burung walet jauh lebih tinggi dibandingkan dengan asam sialat pada ASI. Hasil penelitian Li dan Fan tahun 2014 menemukan bahwa ASI mengandung asam sialat 0.06%. Jika dikonversi maka kandungan asam sialat pada sarang walet 186 kali lipat dibandingkan dengan asam sialat pada ASI kolostrum. Itu jika 1 keping sarang burung walet berbobot 10 gram setara dengan 1.860 gram atau 1,86 liter ASI kolostrum.

 

Makin banyak populasi tanaman di sekitar rumah walet bisa meningkatkan kandungan asam sialat pada sarang walet.

Makin banyak populasi tanaman di sekitar rumah walet bisa meningkatkan kandungan asam sialat pada sarang walet.

 

Asam sialat ditemukan pada sistem saraf semua hewan vertebrata . Namun, konsentrasi asam sialat pada membran sel otak manusia 20 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan membran lainnya. Asam sialat berperan membangun gangliosida membran sel otak manusia. Perkembangan otak dimulai setelah janin berumur 8 minggu hingga 2 tahun. Oleh karena itu, disarankan mengonsumsi sarang walet sejak kehamilan 2 bulan hingga bayi berumur 2 tahun.

Konsumsi sarang burung walet untuk ibu hamil dan balita dapat meningkatkan kecerdasan otak.

Konsumsi sarang burung walet untuk ibu hamil dan balita dapat meningkatkan kecerdasan otak.

Bayi yang baru lahir memiliki sel otak yang belum terhubung satu sama lain. Gangliosida berpesan membantu sel otak cepat terhubung sehingga berpengaruh terhadap proses pembelajaran dan pembentukan memori jangka panjang. Helmi meriset pada 2016—2017, dengan mengambil lokasi di 13 rumah walet di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten.

Baca juga:  Kebangkitan Hortikultura

Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, itu mengambil 9 keping sarang dari masing-masing rumah walet sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode penarikan contoh acak bertingkat. Tahap pertama, menentukan rumah walet, selanjutnya penentuan jumlah sarang di setiap rumah walet. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan asam sialat digunakan kuosioner, wawancara dengan pengelola rumah walet dan observasi lingkungan di sekitar rumah walet serta mengidentifikasi jenis serasngga yang dimakan burung walet.

Vegetasi

Hasil penelitian Helmi menunjukkan rata-rata kandungan asam sialat asal Indonesia 11,16%. Sebanyak 85% sampel rata-rata mengandung asam sialat di atas 10%. Faktor yang berpengaruh terhadap kandungan asam sialat pada sarang walet di antaranya vegetasi sekitar rumah walet, keragaman makanan, keberadaan tumbuhan, sistem panen dan ketinggian rumah walet di atas permukaan laut (altitude). Artinya, untuk mendapatkan kandungan asam sialat optimal disarankan memperhatikan 5 faktor itu dalam membangun rumah walet.

Semakin heterogen vegetasi di sekitar rumah walet makin tinggi kadar asam sialat pada sarang walet. Semakin beragam serangga yang dimakan burung walet makin tinggi kadar asam sialat. Populasi tumbuhan pun menjadi penentu, makin banyak tumbuhan di sekitar rumah walet makinn tinggi kadar asam sialat dan semakin tinggi rumah walet dari permukaan laut makin rendah kandungan asam sialat. Rentang penelitian lokasi rumah walet mulai dari 4—374 meter di atas permukaan laut (dpl). Rumah walet di atas 200 m dpl menunjukkan penurunan kadar asam sialat mulai terlihat.

drh. Helmi Suryanaga     ketika mempresentasikan penelitiannya  pada acara temu bisnis eksportir dan importir sarang burung walet di Hotel Pullman Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

drh. Helmi Suryanaga ketika mempresentasikan penelitiannya pada acara temu bisnis eksportir dan importir sarang burung walet di Hotel Pullman Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

Faktor kelima adalah sistem panen. Dua cara panen yang lazim dikenal adalah panen buang telur atau panen tetasan. Sistem panen buang telur lebih tinggi kandungan asam sialat. Helmi pun membandingkan rata-rata kandungan asam sialat sarang walet asal tanah air dengan kandungan asam sialat asal Malaysia. Hasilnya, rata-rata asam sialat asal sarang Indonesia lebih besar 1,6%. Rinciannya rata-rata sarang asal Indonesia 11,16% dan sarang asal Malaysia 10%.

Baca juga:  Si Jangkung pun Merunduk

Menurut ketua Perhimpunan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), Dr. Boedi Mranata, penelitian ilmiah tentang sarang burung walet perlu didorong bersama, baik penelitian di Indonesia maupun penelitian di Tiongkok. Musababnya, banyak hal baru yang ditemukan mengenai faedah sarang burung walet bagi kesehatan. Contohnya khasiat asam sialat yang baik untuk otak.

Pasalnya tren konsumsi sarang burung untuk ibu hamil dan balita di Tiongkok berpengaruh terhadap permintaan sarang burung. Harapannya berimbas pada peningkatan penjualan sarang burung, terutama ke Tiongkok sebagai negara konsumen sarang burung tertinggi. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d