Berkarya di usia muda, Edwin Pranata membuktikan kaum muda tidak melulu ingin menjadi pegawai.

Berkarya di usia muda, Edwin Pranata membuktikan kaum muda tidak melulu ingin menjadi pegawai.

Edwin Pranata mengolah sarang walet menjadi minuman kesehatan untuk anak muda.

Pemerintah Tiongkok pernah membatasi atau bahkan melarang pembelian sarang walet asal Indonesia pada 2015. Dampaknya harga sarang walet pun anjlok. Pada kondisi itu ide brilian justru terlintas di benak Edwin Pranata. Ia menggagas olahan berbahan sarang walet yang trendi dan pas untuk konsumsi kaum muda. Ide itu terpikir sejak ia menempuh kuliah Manajemen Investasi di Universitas Seattle, Amerika Serikat.

Begitu lulus pada 2012, Edwin justru bergegas pulang ke Mojoagung, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, demi mewujudkan angan-angannya. Ketika itu beberapa teman asal Indonesia memilih berkarier di negara Abang Sam itu. Upaya mewujudkan impian itu sulit. Kabupaten Bojonegoro salah satu kota di Jawa Timur yang tidak berada di jalur lintasan utama. Lapangan kerja di kota itu pun sempit. Golongan produktif banyak yang memilih berkarier di luar kota, terutama Surabaya.

Minuman sehat
Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Bojonegoro, Rahmat Junaidi, MPH., menuturkan, “Banyak warga Bojonegoro yang setiap hari pulang pergi ke Surabaya.” Itu tampak dari maraknya jasa penitipan kendaraan bermotor di terminal dan stasiun. Edwin membangun PT Realfood Winta Asia untuk memproduksi minuman berbahan sarang walet pada Juni 2016. Mengapa sarang walet? Edwin memilih bahan sarang walet untuk menciptakan nilai tambah.

Realfit merevolusi cara konsumsi sarang walet.

Realfit merevolusi cara konsumsi sarang walet.

Menurut Edwin, “Lebih dari 90% ekspor sarang walet berbentuk setengah jadi.” Para eksportir memperoleh sarang hasil panen dari rumah walet. Kemudian mereka hanya mencuci, mengeringkan, memilah, menimbang, lalu mengemasnya. Sudah begitu, konsumsi sarang walet di tanah air justru sangat rendah. Pasarnya didominasi Tiongkok, Hongkong, atau Makau yang secara yuridis tergabung dalam 1 negara, yaitu Tiongkok

Realfood memproduksi minuman berbahan sarang walet dalam botol dengan merek Realfit. “Khasiat sarang walet dikenal selama ribuan tahun tapi cara konsumsinya ribet, sehingga tidak disukai kaum muda,” kata Edwin Pranata. Terbukti, hanya sedikit generasi belia berusia kurang dari 40 tahun yang rutin mengkonsumsi sarang walet. Itulah sebabnya Edwin menciptakan Realfit—merek yang diproduksi PT Realfood.

Sebagai gambaran, untuk membuat sup, misalnya, penikmat harus mencuci 10—20 g sarang walet lalu merebus hingga mendidih. Sarang walet tidak mempunyai rasa apa pun, hanya tawar dan lembut ketika digigit. Untuk memberikan rasa, orang menambahkan gula dan garam ketika air rebusan mulai bergolak. Pilihan lain, penikmat harus mencampurkan serpihan sarang walet ke dalam makanan.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Rahmat Junaidi, MPH.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Rahmat Junaidi, MPH.

Itulah sebabnya Edwin menciptakan produk minuman yang amat praktis. Kapan pun dan di mana pun, masyarakat bisa menikmati minuman sarang walet itu. Di sisi produksi, ia menggagas produk dengan harga lebih terjangkau. Desainer Realfood merancang botol dengan bentuk berbeda dari minuman lain di pasar. Bentuk unik kasual dan trendi dengan label menawan menjadikan minuman itu layak dibawa oleh semua kalangan dalam berbagai kesempatan.

Baca juga:  Ilmu Ikan

Kandungan
Sebotol Realfit berisi 210 ml minuman mengandung 7% sarang walet murni. Artinya, konsumsi sebotol realfit setara 14,7 g sarang walet. Kandungan utama sarang walet, lebih dari 50%, berupa protein. Kandungan lain adalah karbohidrat dan berbagai mineral. Karbohidrat khas dalam sarang walet bernama asam sialat (sialic acid). Setiap 100 gram sarang walet mengandung 9 gram asam sialat.

Asam sialat juga terkandung dalam susu sapi (0,2 mg/ml, setara 0,002%) dan putih telur (0,2%). Dengan kandungan 9%, sarang walet menjadi makanan paling kaya asam sialat. Laporan periset dari Departemen Ilmu Pangan Universitas Guelph, Ontario, Kanada, Massimo F Marcone dalam jurnal Food Research International, menyatakan asam sialat berfungsi sebagai “antena” di permukaan glikoprotein yang melekat di membran sel.

Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sentra walet.

Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sentra walet.

Antena asam sialat itu meningkatkan ketahanan sel terhadap invasi mikrob patogen seperti cendawan, bakteri, atau virus. Asam sialat menjadi pelindung tubuh. Peneliti Universitas Kitasato, Jepang, Prof. Haruo Ogura menyebutkan, antena asam sialat membuat sel lebih cepat mengenali mikrob penyebab patogen. Pengenalan cepat menjadikan sel sempat merapatkan celah membran dengan lapisan glikoprotein.

Mikrob hanya bisa menempel di permukaan membran tanpa bisa menembus ke dalam sel, sebelum akhirnya dihancurkan oleh sel T yang menjadi bagian utama sistem kekebalan tubuh. Konsumsi rutin minuman berbahan sarang walet secara tak langsung juga berperan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Varian rasa
Edwin kini menawarkan varian rasa baru yang lebih kekinian, seperti sari kurma dan stevia. Penambahan stevia menghasilkan minuman segar menyehatkan kaya protein dan rendah kalori. Berbagai upaya itu menjadikan Realfood semakin berkembang. Kini ada 3 rasa Realfit, yaitu classic, calm, dan beauty. Rasa classic merupakan produk pertama Realfit. Sayang Edwin enggan mengemukakan total produksi atau omzet ketiganya per bulan serta kebutuhan bahan baku.

Sarang walet bermanfaat untuk kesehatan.

Sarang walet bermanfaat untuk kesehatan.

Dengan bahan pemanis stevia, tegukan pertama menghadirkan sensasi mirip minum madu yang diencerkan dengan air. Rasa tawar segar sarang walet muncul sebagai rasa tersisa atau aftertaste, baru terasa setelah ditelan. Edwin menambahkan sari kurma untuk Realfit bercita rasa calm. “Sari kurma memberikan sensasi tenang sekaligus memperkuat khasiat sarang walet,” ujar bungsu dari 2 bersaudara itu.

Baca juga:  Peluang Besar Sarang Walet

Edwin menyasar konsumen Realfit calm untuk pasar umum, tapi secara khusus menyasar etnis keturunan Arab dan semua kaum Muslim secara umum. Meskipun identik dengan bulan Ramadan, sebenarnya khasiat kurma layak dinikmati sepanjang tahun tanpa mengenal waktu. Namun, konsumsi kurma biasanya terkendala dengan bentuk buah kurma yang harus dipegang dengan tangan. Sudah begitu, bijinya harus dikeluarkan kembali.

Lapangan kerja di Bojonegoro kebanyakan di bidang pertanian yang kurang diminati kaum muda.

Lapangan kerja di Bojonegoro kebanyakan di bidang pertanian yang kurang diminati kaum muda.

Sari kurma berbentuk minuman kental mirip madu pun kurang praktis. “Biasanya sari kurma diminum dengan sendok makan atau dicampur air. Belum ada orang yang membawa sari kurma sebagai minuman sehari-hari sambil berjalan-jalan, setelah olahraga, atau di kantor,” ungkap Edwin. Melalui produk Realfit, ia berniat mengubah cara orang mengkonsumsi sari kurma. Apalagi sekali minum, konsumen mendapat 2 manfaat sekaligus, sarang walet dan kurma.

Pasar meluas
Tidak sekadar menghilangkan dahaga, konsumsi minuman Realfit sekaligus mempertahankan kesehatan. Sesuai namanya, Realfit beauty menyasar kaum hawa yang ingin mempertahankan kecantikan secara kasual. Maklum, bahan tambahan di dalamnya adalah kolagen, yang efektif mempertahankan keremajaan kulit. Apalagi perempuan modern dituntut mampu berkarya dalam lingkungan kerja heterogen sekaligus berpenampilan elegan dan sedap dipandang.

“Dengan kulit sehat, perempuan lebih percaya diri sehingga menghasilkan kinerja terbaik,” ujar lajang berusia 26 tahun itu. Konsumen pun meluas, tidak melulu etnis tertentu. Semula pasar Realfit berkutat di kota yang memiliki populasi besar etnis Tionghoa seperti Surabaya, Jakarta, Makassar, atau Pontianak. Namun dengan upaya pemasaran nonkonvensional—salah satunya dengan memanfaatkan media sosial—perlahan permintaan dari daerah lain mengalir.

Ide mendirikan Realfood muncul sejak Edwin kuliah di Amerika Serikat.

Ide mendirikan Realfood muncul sejak Edwin kuliah di Amerika Serikat.

Setelah Bali, Edwin mentargetkan pasar di Sumatera, seperti Medan, Palembang, dan Bandarlampung. Lokasi pabrik seluas 1,4 ha di Kecamatan Mojoagung, Bojonegoro itu mempekerjakan 80 tenaga kerja. Bahkan Bupati Bojonegoro, Suyoto, bangga dengan berdirinya Realfood. “Dulu sohor dengan air dari banjir tahunan, sekarang Bojonegoro bisa membanggakan air berbentuk minuman kekinian,” ujar Edwin menirukan ucapan Suyoto.

Menambahkan sarang walet ke kepiting rebus, salah satu alternatif menikmati sarang walet.

Menambahkan sarang walet ke kepiting rebus, salah satu alternatif menikmati sarang walet.

Kabupaten Bojonegoro memang acap kali banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo ketika musim hujan. Kini Edwin membanjiri pasar dengan produk yang menyehatkan berbahan baku sarang walet. Edwin Pranata membuktikan bahwa generasi muda pun mampu berkarya dengan pemikiran dan teknologi kekinian. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d