Salak mengandung isoflavon, serat dan vitamin C yang mampu mengatasi kolesterol.

Salak mengandung isoflavon, serat dan vitamin C yang mampu mengatasi kolesterol.

Cara enak mengendalikan kolesterol: konsumsi jus buah salak.

Ibarat sekali merengkuh dayung, maka dua tiga pulau pun terlampaui. Mengonsumsi salak bukan hanya memperoleh kelezatan daging buah yang renyah dan manis, tetapi juga terbukti menurunkan kadar kolesterol jahat. Itulah riset ilmiah drh. Tri Harjana, M.P., Kartika Ratna Pertiwi, MD., M. Biomed.Sc, dan Dr. Tutiek Rahayu M.Kes. Para peneliti dari Jurusan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta itu meriset praklinis melibatkan 3 kelompok mencit.

Kelompok pertama sebagai kontrol, mendapatkan 500 g makanan alami. Kelompok kedua, selain pakan alami, juga memperoleh lemak hewani berupa 20 ml kuning telur itik dan 60 ml minyak babi. Kelompok ketiga mengkonsumsi asupan seperti kelompok 2 dan ditambah 1,14 ml jus daging buah salak. Setelah 40 hari, Tri dan rekan-rekan mematikan hewan uji lalu meneliti sel hati dan endotel nadi jantung.

Buah salak
Endotel nadi adalah lapisan terdalam pembuluh yang bersinggungan langsung dengan darah. Tri dan rekan membuat preparat dan mengamati histopatologi— cabang ilmu Biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit—di bawah mikroskop. Pengamatan menunjukkan bahwa seluruh mencit kelompok 2 mengalami kerusakan endotel aorta dan pembuluh darah koroner atau pembuluh darah jantung.

drh. Tri Harjana, MP. dosen jurusan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta.

drh. Tri Harjana, MP. dosen jurusan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Kelompok 3 yang mendapat tambahan jus buah salak cenderung lebih baik. Di kelompok itu, hanya 28,57% populasi mengalami kerusakan endotel aorta. Itu pun kerusakan ringan. Bandingkan dengan mencit di kelompok 2, tanpa jus salak, endotel 50% populasi mengalami rusak berat endotel. Sementara itu masing-masing 25% mengalami rusak ringan dan rusak sedang.

Baca juga:  Sudah Gurih, Harum Pula

Kerusakan total endotel arteri koronaria di kelompok itu hanya 11,11%. Menurut Tri kerusakan total atau parah pada endotel aorta mengindikasikan terjadinya kadar kolesterol tinggi dalam darah dalam jangka waktu cukup lama. Kadar kolesterol 160-189 mg/dl termasuk level tinggi. Adapun kerusakan sedang mengindikasikan kadar kolesterol dalam darah dalam kondisi sedang, tidak terlalu tinggi. Demikian pula kerusakan ringan mengindikasikan kadar kolesterol rendah.

Menurut Tri Harjana salak mengandung isoflavon, vitamin C, dan serat kasar yang menghambat pembentukan kolesterol dalam darah. Isoflavon mengganggu atau menghambat pembentukan kolesterol. Vitamin C sebagai antioksidan berfungsi meredam radikal bebas dari pembakaran lemak dan mencegah kerusakan membran endotel pembuluh darah. Kolesterol yang tidak terpakai akan dikeluarkan melalui usus.

Namun, dinding usus halus bisa menyerap kembali kolesterol itu dan memasukkannya kembali ke hati. Kandungan serat kasar dalam salak mencegah terjadinya penyerapan ulang itu. Serat mengikat kolesterol lalu membuangnya bersama feses. Tri Harjana menjelaskan, pada prinsipnya semua bahan produk tumbuhan yang mengandung vitamin C, serat dan isoflavon dapat mengatasi gejala hiperkolesterol.

Konsumsi gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Konsumsi gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Tri Harjana menyarankan ketersediaan bahan sepanjang waktu, kelimpahan, tingkatan harga, dan ketercecapan atau organoleptik. Buah salak memehuhi semua kriteria itu. ”Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dosis yang tepat dan pengujian terhadap hewan lain untuk memastikan pengaruhnya terhadap pembentukan kolesterol sebelum uji klinis kepada manusia,” kata Tri Harjana.

Kolesterol
Sejatinya tubuh memerlukan kolesterol. Menurut konsultan kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ika Prasetya Wijaya, Sp.PD.KKV, FINASIM, kolesterol bermanfaat untuk pembentukan dinding sel dan menjadi bahan baku beberapa hormon. Saat tidak terpakai, tubuh menyimpan dan menumpuk low density lipoprotein (LDL) di pembuluh darah.

Baca juga:  Buah Kebiul Untuk Penderita Gagal Ginjal

Lama-kelamaan, penumpukan itu menyumbat pembuluh darah. Sumbatan di pembuluh jantung menyebabkan serangan jantung, sedangkan di jaringan otak mengakibatkan strok. Pemicu penumpukan itu antara lain konsumsi pangan kaya trigliserida seperti jeroan, gorengan, atau makanan berminyak. Kolesterol terbagi 3, yaitu trigliserida, LDL, dan high density lipoprotein (HDL).

Wahyu Suprapto herbalis di Kota Batu, Jawa Timur.

Wahyu Suprapto herbalis di Kota Batu, Jawa Timur.

Trigliserida adalah bahan baku pembentukan HDL dan LDL. Sementara itu LDL merupakan lemak yang menjadi salah satu sumber energi dan bahan pembentuk sel. Kolesterol HDL yaitu kolesterol yang mengandung banyak protein dan sedikit lemak, berfungsi mengangkut lemak yang tidak terpakai dalam darah kembali ke hati untuk dibongkar menjadi asam empedu. Namun, jumlah kolesterol berlebih justru membahayakan kesehatan.

Tri Harjana meriset salak karena hampir semua orang menyukainya. Pohonnya pun berbuah sepanjang tahun sehingga penggemar bisa menikmatinya setiap saat. Salak juga efektif meredakan berbagai gangguan kesehatan seperti diare. Itu lantaran salak menyimpan zat tanin dan serat. Rebusan daun salak pun ampuh mengurangi wasir. Menurut herbalis di Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, tanin dalam salak bersifat astringen atau menyebabkan kontraksi, mengerut, atau mengencangkan.

Penelitian lain menunjukkan rebusan kulit salak mampu meredam asam urat. Aneka manfaat kesehatan itu mendorong periset berupaya mengungkap khasiat lainnya. Menurut Wahyu Suprapto, makanan yang bersifat masam atau mengandung vitamin C memang bermanfaat untuk menyeimbangkan kadar kolesterol dalam darah. Salak mungkin saja dapat mengontrol kolesterol karena kandungan vitamin C dan serat.

Untuk mengatasi kolesterol, Wahyu juga mengombinasikan rimpang tanaman anggota famili Zingiberaceae. Ia meresepkan 20 gram rimpang temulawak, 15 gram lempuyang Zingiber americans, 15 gram rimpang bangle Zingiber purpureum, 15 gram rimpang kencur (Kaempferia galanga), 40 gram daun jati belanda Guazuma ulmifolia, dan 20 gram daun sena Cassia angustafiola.

Ia mencampur semua herbal itu lalu ambil sebanyak satu sendok makan dan seduh dengan segelas air panas. Konsumsi seduhan racikan itu sehari sekali sebelum tidur. “Sebulan pascakonsumsi, kolesterol kembali normal namun tentu harus diiringi dengan pola hidup sehat,” kata Wahyu. (Muhammad Awaluddin)

Baca juga:  Efek Samping Konsumsi Buah Okra

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d