Salah Bungkus Busuk Jambu 1
Akibat pembungkusan, tumbuhnya cendawan yang memicu buah jambu madu deli hijau busuk.

Akibat pembungkusan, tumbuhnya cendawan yang memicu buah jambu madu deli hijau busuk.

Salah membungkus memicu busuk jambu madu deli hijau.

Maksud Bayu Arisidi membungkus buah jambu madu dengan plastik untuk mengatasi serangan lalat buah. Namun, pembungkusan dengan plastik justru menyebabkan buah anggota famili Myrtaceae itu membusuk. Menurut Bayu Arisidi, petani jambu deli hijau di Yogyakarta, kerusakan buah akibat pembungkus sekitar 30%. Petani jambu di Medan, Sumatera Utara, Sunardi, mengalami hal serupa. Pembungkusan dengan plastik menyebabkan 40% buah busuk.

Sunardi rutin panen 50–70 kg per hari dengan harga jual Rp30.000 per kg. Artinya Sunardi kehilangan omzet Rp600.000 per hari. Pembungkus buah terbuat dari plastik tanpa lubang membuat kondisi dalam kantong lembap. Karena hasil penguapan buah terperangkap di dalamnya. Buah yang membesar lama-kelamaan menyentuh plastik pembungkus. Bila buah itu terpapar sinar matahari menyebabkan bercak-bercak merah, berair, dan membusuk.

VEL GABUNG.pdfPlastik berlubang
Menurut pengamatan Sunardi di lahannya, busuk akibat cendawan memiliki gejala yang sama dengan penyakit antraknosa di cabai. Dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Widodo, MS mengatakan, gejala busuk buah seperti antraknosa. Warna hitam pada buah jambu madu deli hijau yang busuk sama seperti penyakit antraknosa pada cabai akibat serangan cendawan Colletotrichum sp.

Penyebab busuk buah jambu adalah kesalahan dalam pembungkusan. Keadaan lembap menimbulkan tumbuhnya cendawan. Widodo menyarankan pekebun untuk mengganti plastik dengan bahan yang menyerap air. “Bahan pembungkus yang baik itu kertas atau kain,” ujar Widodo. Sejak setahun silam Bayu mengganti plastik dengan pembungkus berbahan kain. Hasil penguapan buah terserap oleh kain sehingga mengurangi kelembapan. Sementara Sunardi memanfaatkan plastik berlubang dan karung beras bekas.

Pembungkus berbahan kain dapat menyerap uap air.

Pembungkus berbahan kain dapat menyerap uap air.

“Sekarang buah busuk akibat pembungkusan hanya 10% setiap panen,” ujar Bayu. Adapun Sunardi mengganti plastiknya dengan plastik polietilen yang dilubangi bagian bawahnya, sehingga air dapat keluar lewat lubang itu. Itu menurunkan tingkat kerusakan hingga 50%. Selain itu pekebun dapat memangkas cabang dan ranting yang terlalu rimbun. Tujuannya agar sinar matahari menembus sela-sela tajuk. Sinar matahari membantu mengurangi kelembapan yang memicu munculnya cendawan penyebab busuk buah.

Baca juga:  Bukti Khasiat Pelawan

Gangguan lain pada pohon jambu madu deli hijau adalah penyakit bintil daun. Menurut dosen Hama dan Penyakit, Universitas Sebelas Maret, Ir Retno Wijayanti, MSi bintil daun akibat ulah kutu loncat. Kutu anggota famili Psyllidae itu biasa menyerang tanaman dengan menusuk dan mengisap cairan di daun. Gejala yang terlihat adalah berupa bisul di daun (leaf gall) atau bintil daun.

Bintil daun akibat kutu loncat.

Bintil daun akibat kutu loncat.

Musuh alami
Menurut para pekebun jambu madu di Yogyakarta dan Medan, bintil daun memang tidak berpengaruh terhadap produksi jambu. Kutu loncat lebih banyak menyerang tanaman jambu jamaika dan jambu bol. “Jika kutu loncat menyerang sebagian besar daun jambu pasti produktivitas jambu per pohon juga akan berkurang,” ujar Widodo.

Menurut Retno, Megatrioza vitiensis meletakkan telur di permukaan bawah daun jambu. Setelah itu nimfa akan menusukkan alat mulutnya ke dalam jambu dan mengisap cairannya. Akibanya terlihat bisul (gall) pada daun jambu. Nimfa yang aktif makan tetap berada di dalam gall selama 2—3 pekan. Setiap bisul terdapat satu nimfa. Menjelang dewasa, nimfa akan keluar dari gall dan menyebabkan lubang di daun. Setelah itu, serangga dewasa betina siap meletakkan telur kembali.

Jambu yang dibungkus dengan pembungkus kain

Jambu yang dibungkus dengan pembungkus kain

Berdasarkan cara hidupnya, pengelolaan kutu itu relatif sulit karena hama berada di dalam jaringan tanaman. Cara paling tepat adalah mencegah serangannya dan memenuhi kebutuhan hidup tanaman. “Tanaman sehat akan terhindar dari serangan hama penyakit,” tutur Retno. Langkah selanjutnya dengan memantau pertumbuhan tanaman. Jika sudah terlihat organisme pengganggu tanaman dari awal maka akan lebih mudah dalam melakukan tindakan pengendalian.

“Jangan terus-menerus memberi insektisida, nanti hama malah resisten,” ujar Widodo. Salah satu cara pengendalian dalam skala luas yakni menggunakan musuh alaminya. Salah satu musuh alami kutu loncat adalah kumbang koksinelidae dan kelompok tabuan dari ordo Hymenoptera sebagai parasitoidnya. Menurut Widodo pada prinsipnya semua hama punya musuh alami. Pekebun tinggal memanfaatkannya. (Ian Purnama Sari)

Baca juga:  Daun Suji Antialergi

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *