Saksi Bom Atom Hiroshima

Shinpaku juniper bergaya hiryu berumur 1.000 tahun menjadi maskot Konvensi Bonsai Dunia ke-8 di Saitama, Jepang.

Shinpaku juniper bergaya hiryu berumur 1.000 tahun menjadi maskot Konvensi Bonsai Dunia ke-8 di Saitama, Jepang.

Bonsai yang selamat dari ledakan bom atom Hiroshima menyedot perhatian pengunjung.

Jepang mengalami masa muram ketika bom atom meledak menjelang akhir Perang Dunia II pada 1945. Tanaman jenis japanese black pine itu selamat dari malapetaka itu. Padahal, tempat tumbuhnya hanya berjarak 3 km dari ground zero atau pusat ledakan bom atom. Rumah pemilik tanaman itu hancur berantakan. Namun, dinding rumah secara ajaib dapat menahan panas ratusan derajat selsius dan radiasi tinggi.

Itulah sebabnya bonsai berukuran besar itu dapat bertahan hidup sampai kini. Para pengunjung Konvensi Bonsai Dunia ke-8 dapat menyaksikan keelokan bonsai pinus milik Yasuo Yamaki dari Hiroshima. Bonsai lain yang menarik perhatian pengunjung adalah black pine berumur 130. Itulah salah satu bonsai koleksi Kaisar Meiji asal Jepang. Sebelumnya khalayak umum tak bisa melihat keelokan bonsai itu.

Kembali ke asal

Pohon “ajaib”, bonsai yang selamat dari ledakan bom atom Hiroshima pada 1945.

Pohon “ajaib”, bonsai yang selamat dari ledakan bom atom Hiroshima pada 1945.

Saat perhelatan Konvensi Bonsai Dunia pada 27—30 Mei 2017, pengunjung berkesempatan menikmati keindahan bonsai koleksi Kaisar Meiji. Tanaman itu benar-benar menggambarkan sosok ideal seni bonsai yang mengacu pada keseimbangan bentuk. Batangnya meliuk jauh dan dari kesan lurus. Namun sebaran cabang, ranting, dan daunnya yang merata di kedua sisi membuatnya seperti tampilan yin dan yang.

Kaisar Meiji memperoleh bonsai itu dari Pangeran Fushimi Hiroyashu. Potnya pun masih asli dari Okinawa dengan relief lambang kebesaran kekaisaran. Perhelatan bonsai itu berlangsung di Kota Omiya, ibukota Prefektur Saitama, Jepang, yang sohor sebagai kiblat bonsai dunia. Penyelenggaraan konvensi bonsai ke Saitama ibarat kembali ke tempat kelahiran. Konvensi Bonsai Dunia pertama berlangsung pada 1989 juga di Saitama.

Black pine milik Kaisar Meiji dengan pot yang masih asli sejak 130 lalu.

Black pine milik Kaisar Meiji dengan pot yang masih asli sejak 130 lalu.

Setelah itu, penyelengaraan konvensi berpindah tempat ke Amerika Serikat, lalu ke berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan. Pemilihan pusat acara di kota berjarak sekitar 60 km dari Tokyo, ibukota Jepang, itu cukup beralasan karena terdapat distrik Omiya yang kondang sebagai kiblat bonsai. Di situlah tempat dedengkot dan cikal bakal pebonsai Jepang.

Konvensi Bonsai Dunia berlangsung setiap empat tahunan. Asosiasi Bonsai Jepang menyokong penyelenggaraan kali ini. Sekitar 800 tamu luar negeri yang berasal dari 43 negara memeriahkan gelaran akbar itu. Selain itu 400 pebonsai Jepang juga mengikuti acara. Dalam konvensi itu dilakukan demonstrasi pembentukan bonsai dari master bonsai Jepang dan juga seniman-seniman bonsai kelas dunia.

Selain itu panitia juga menyelenggarakan pameran koleksi istimewa berumur ratusan tahun dengan gaya unik. Contohnya shinpaku alias juniper bergaya unik yang umurnya diperkiraan 1.000 tahun. Bonsai milik Nippon Bonsai Association itu menjadi maskot acara itu. Naoji Ito pertama kali menemukan pohon itu pada 1983 di pegunungan Itoigawa City, Prefektur Niigata.

Redpine unik dengan kulit kayu yang terkelupas.

Redpine unik dengan kulit kayu yang terkelupas.

Ito terpesona oleh bentuk alami berupa kulit terkelupas dan arah tumbuh batang melintir. Itu tanda bonsai mengalami terpaan angin dan cuaca ekstrem dalam waktu sangat panjang. Seiring berjalannya waktu, tanaman itu sering berganti pemilik. Hingga akhirnya pada tahun 2000 pindah ke tangan Saburo Kato, master bonsai dari Omiya. Di tangannya, juniper itu makin indah dengan gaya hiryu atau naga terbang.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x