Saat Sakura Semarak Bunga 1

Di Indonesia pun sakura bisa berbunga dan berbuah.

Sakura hadir di Indonesia lebih dari 20 tahun silam

Sakura hadir di Indonesia lebih dari 20 tahun silam

Banyak pasangan calon pengantin menanti Januari dan Februari segera tiba. Ketika itulah pohon-pohon sakura memamerkan keelokan bunganya. Para calon pengantin itu berfoto pranikah dengan latar pohon sakura Prunus sp. Itu bukan fenomena di Jepang, tetapi di Indonesia. Sakura di Indonesia? Bunga khas Jepang itu memang tumbuh di Kebun Raya Cibodas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kebun raya yang kini berumur 162 tahun itu mengoleksi beberapa spesies sakura seperti Prunus cerasoides, Prunus jamasakura, Prunus lannesia, dan Prunus spp.

“Saat bunga sakura mekar, memang banyak calon pengantin membuat foto pranikah di sini,” ujar Tatang, bagian hubungan masyarakat Kebun Raya Cibodas. Bunga sakura di Kebun Raya Cibodas hanya diselimuti bunga 30—50% sehingga cabang dan ranting masih terlihat. Bunga-bunganya pun berukuran kecil dan hanya selapis. Di negeri asalnya, Jepang, ukuran bunga sakura lebih lebar, lebih padat, petal berlapis-lapis, dan beraneka warna seperti merah muda, merah, putih, dan kuning.

Sakura lokal

Sakura di Indonesia berbunga kecil dan buah pahit sehingga diabaikan

Sakura di Indonesia berbunga kecil dan buah
pahit sehingga diabaikan

Meski tanpa bunga, pengunjung tidak perlu berkecil hati lantaran panorama bisa “mengantar” Anda seolah berada di Negeri Sakura. Kebun Raya Cibodas menata puluhan pohon Prunus sp dalam sebuah taman berpanorama Jepang (Sakura Garden). Di antara deretan sakura itu sebuah kali kecil mengalirkan air jernih dari air terjun Cibogo dan melewati jembatan kayu, menawarkan panorama tidak terlupakan tentang negeri Jepang. Kalau pun belum puas karena tidak melihat bunga sakura, pada Juli—Agustus, pohon-pohon sakura itu kembali berbunga dengan lebih lebat karena bertepatan dengan musim panas.

Baca juga:  Sosialisasi Program Urban Farming 2015

Menurut peneliti di Kebun Raya Cibodas, Muhammad Imam Surya PhD, Indonesia sebenarnya juga memiliki sakura. Setidaknya 18 sakura lokal yang tumbuh dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Di Jawa Barat tumbuh Prunus arborea dan di Papua ada Prunus costata. Namun, bunga kedua jenis itu tidak semenarik sakura di mancanegara sehingga kurang berkembang. Kedua prunus itu memang belum terdomestikasi sehingga belum berkembang. Bunganya kecil, sedikit, dan berwarna putih.

Namun, di Indonesia masyarakat belum mendomestikasi kerabat plum, persik, atau aprikot itu karena bunga dan buahnya kecil. Bunganya sangat kecil, sedangkan rasa buah pahit sehingga masyarakat mengabaikannya. International Union for Concervation of Nature (IUCN) menggolongkan Prunus arborea, sebagai tanaman yang dalam katagori least concern artinya tidak terancam punah. Untuk Prunus ceracoides, Kebun Raya Cibodas tengah membenahi berbagai kekurangan-kekurangannya. Caranya dengan melakukan berbagai percobaan budidaya untuk mengetahui teknik perbanyakan yang tepat lewat cangkok, setek, serta meneliti cara pembungaan agar serempak.

Festival

Sakura di Indonesia berbunga kecil dan belum lebat

Sakura di Indonesia berbunga kecil dan belum lebat

Jika Indonesia memiliki beragam prunus tetapi tidak dikembangkan secara maksimal. Jepang sebaliknya. Mereka hanya memiliki beberapa jenis, di antaranya sakura P. cerasoides. Itu pun bukan spesias asli Jepang, melainkan dari Himalaya. Sakura itu menyebar ke penjuru Jepang sehingga dianggap sebagai tanaman asli negeri itu. Negeri di Asia timur itu mampu mengembangkan sakura dengan melakukan hibridisasi sehingga muncul beragam sakura.

Pemulia di berbagai negara, terutama Jepang melakukan berbagai persilangan antarspesies sehingga memperoleh prunus-prunus baru yang kian unggul. Jepang memang sangat berkepentingan dengan sakura lantaran terkait dengan tradisi masyarakat, hanami, yaitu menikmati keindahan bunga sakura di bawah pohonnya sambil makan-makan dan minum teh bersama keluarga. Saat ini ditemukan minimal 80 spesies prunus yang tersebar di berbagai negara di dunia

Baca juga:  Pasar Bagus Gabus Ternak

Menurut Imam Surya, penyilang di negara-negara Asia cenderung melahirkan prunus berbunga cantik. Kini mudah dijumpai warna kuning muda, merah jambu, hijau muda, atau merah menyala. Pun ada bunga dobel dan tumpuk yang berukuran besar. Adapun pemulia Eropa lebih tertarik melakukan persilangan untuk mendapatkan buah unggul, baik ukuran, maupun rasa. Di negara-negara subtropis, pohon cherry blossom, sebutan sakura di mancanegara bakal mekar pada Maret—April dan September—Oktober.

Peralihan suhu dari musim semi ke musim panas merangsang anggota keluarga Rosaceae itu berbunga serempak. Pohon-pohon yang sebelumnya gundul akibat gugur dipenuhi dengan bunga-bunga sehingga memenuhi seluruh batang, cabang, dan ranting. Bunga-bunga itu akan bertahan selama beberapa hari. Setelah mengalami polinasi, bunga itu pun membentuk bakal buah dan buah. Hal serupa terjadi pada peralihan musim gugur ke musim dingin.

Prunus arborea asli Jawa Barat

Prunus arborea asli Jawa Barat

Untuk menyambut kemeriahan itu beberapa negara menyelenggarakan festival pada April. Jepang, misalnya, menghelat minimal 27 festival sakura, Korea Selatan (9 festival), Denmark, Kanada dan Amerika Serikat. Penyelenggara festival di berbagai negara—orang Jepang yang bermukim di negara itu—menghadirkan berbagai acara berbau Jepang.

Keindahan alami itu mampu menarik ratusan ribu pengunjung untuk menyaksikannya. Festival Sakura di Kopenhagen, Denmark, pada April 2014, setidaknya disaksikan 200.000. Jumlah pengunjung hampir sama di festivial serupa di Vancouver, Kanada, dan di Kalifornia, Amerika Serikat. (Syah Angkasa)

Buah P. costata asal Papua

Buah P. costata asal Papua

FOTO:

  1. Prunus ditata dalam taman bergaya jepang
  2. Sakura hadir di Indonesia lebih dari 20 tahun silam
  3. Sakura di Indonesia berbunga kecil dan belum lebat
  4. Sakura di Indonesia berbunga kecil dan buah pahit sehingga diabaikan
  5. Prunus arborea asli Jawa Barat
  6. Buah P. costata asal Papua

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *