Dengan rumput gajah mini kebun lengkeng tampak lebih rapi.

Dengan rumput gajah mini kebun lengkeng tampak lebih rapi.

Pemandangan tak biasa itu tampak di kebun lengkeng milik koperasi karyawan PT Uber Sakti di Kabupaten Bogor. Rumput gajah mini menutupi permukaan tanah di antara pohon-pohon lengkeng yang berbaris rapi. Eko Putu Widiarto dari Koperasi Karyawan Karya Sakti mengatakan, tujuan menanam rumput agar kebun senantiasa bersih dan asri sehingga karyawan betah.

Pemilihan rumput gajah mini ternyata sangat bermanfaat bagi tanaman lengkeng. Saat musim kemarau, rumput berfungsi menahan penguapan air tanah secara berlebihan. Bunga-bunga lengkeng new kristal sukses menjadi buah dan tetap berkembang dengan baik. Dengan penyiraman dan pemupukan rutin, pekebun sukses memanen lengkeng.

Panen perdana lengkeng yang dikelola Koperasi Karyawan Karya Sakti.

Panen perdana lengkeng yang dikelola Koperasi Karyawan Karya Sakti.

Nutrisi rumput
Panen perdana lengkeng new kristal itu pada November 2015. Koperasi itu memanen 15—30 kg per pohon berumur 3 tahun. Total populasi di lahan 4.000 m2 mencapai 80 pohon. Perusahaan bengkel otomotif, PT Djasa Uber Sakti, menghibahkan 1 pohon lengkeng untuk setiap karyawan, sehingga 80 pohon di kebun itu pemiliknya berbeda-beda. Pemilik pohon itulah yang bertanggung jawab merawat tanamannya.

“Nanti kami akan membangun gazebo sehingga kebun menjadi tempat beristirahat,” ujar presiden komisaris PT Djasa Ubersakti, Wisdarmanto GS. Eko memilih menutup tanah dengan rumput gajah mini lantaran perawatan murah dan mudah. Hanya biaya awal yang mahal untuk membeli rumput. Setelah tumbuh, perawatan selanjutnya hanya memangkas. Hasilnya 6 bulan kemudian kebun menghijau seperti lapangan golf.

Pekebun lain yang menanam rumput gajah mini di kebun lengkeng adalah Isto Suwarno. Pekebun di Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, itu menanam rumput anggota famili Poaceae di kebun samping rumah. Suasana kebun itu memang sangat asri. Isto menanam rumput gajah mini di antara pohon lengkeng agar nyaman sebagai tempat istirahat.

Isto Suwarso memanfaatkan rumput gajah untuk mencegah gulma di kebun lengkeng.

Isto Suwarso memanfaatkan rumput gajah untuk mencegah gulma di kebun lengkeng.

Tamu atau pengunjung kebun betah berlama-lama menikmati suasana sembari menyicip buah lengkeng itoh super. Buah di kebun itu memang hampir tidak pernah kosong lantaran diprogram berbuah secara bergiliran. Isto memberi pupuk perangsang buah ke setiap pohon secara bergantian setiap bulan.

Presiden Komisaris PT Djasa Ubersakti Wisdarmanto GS (kiri), memulai panen perdana kebun lengkeng pertama di pinggir Jakarta.

Presiden Komisaris PT Djasa Ubersakti Wisdarmanto GS (kiri), memulai panen perdana kebun lengkeng pertama di pinggir Jakarta.

Hambat gulma
Saat musim kemarau rumput gajah mini memang tampak kecokelatan. Namun, begitu memasuki musim hujan kembali tumbuh normal. Daun-daun yang semula layu, kering, dan cokelat perlahan mulai menghijau. Menurut Isto biaya pengadaan bibit rumput gajah mini hanya Rp30.000 per m2 termasuk biaya penanaman atau Rp3-juta per 100 m2. Namun, dana besar bisa ditekan dengan penanaman longgar.

Baca juga:  Pengontrol Sakit Seribu Wajah

Sementara biaya perawatan rumput kurang dari Rp100.000 per 100 m2 per tahun. Ia hanya memberikan 3—5 kg urea sebagai sumber nutrisi rumput per tahun. Setelah pertumbuhan rumput merata, biasanya setengah tahun pascatanam, dan menutupi lahan, panorama kebun pun menakjubkan. Seolah karpet hijau terhampar di antara pepohonan lengkeng.

Menurut pakar buah di Bogor, Dr Ir Mohammad Reza Tirtawinata MS, penanaman rumput di sela pohon lengkeng tidak menimbulkan kompetisi atau perebutan hara, kecuali bila tumbuh di bawah tajuk. Bila perkebunan buah yang fokus menghasilkan buah, maka pemakaian rumput gajah mini atau penutup lainnya justru menambah biaya dan tenaga kerja. Agar rumput tumbuh baik, taburkan pupuk kandang lalu siram air. Isto membuktikan bahwa produktivitas lengkeng tetap tinggi, yakni 30 kg per pohon berumur 3 tahun.

Produksi meningkat mencapai 70 kg per pohon berumur 4 tahun. Reza mengatakan kebun buah lain seperti mangga, manggis, dan jeruk, sangat memungkinkan menerapkan pola “tumpang sari” dengan rumput gajah mini bila konsepnya adalah taman buah atau agrowisata. Yang lebih penting, keberadaaan rumput gajah mini mencegah tumbuhnya gulma seperti teki dan ilalang.

Lengkeng tetap berbuah lebat meski kemarau panjang.

Lengkeng tetap berbuah lebat meski kemarau panjang.

Rumput gajah menyebabkan biji-biji gulma itu terhambat berkecambah. Menurut Wiwik Wijayahadi, praktikus tanam buah di Yogyakarta, saat musim hujan, hampir seluruh gulma berpotensi tumbuh. Bila tumbuh di bawah tajuk tanaman, ia berpotensi menyaingi tanaman mendapatkan nutrisi. Akibatnya tanaman hanya mendapatkan sebagian dari kebutuhannya.

Bila tidak segera diatasi, maka gangguan berikutnya muncul. Untuk menyiangi gulma di lahan 3.000 m2, pekebun memerlukan 2 tenaga kerja selama 6 hari. Celakanya pertumbuhan gulma sangat cepat. Menurut Wiwik dalam 3 bulan setelah penyiangan, gulma tumbuh kembali. Frekuensi penyiangan gulma mencapai 2—3 kali per tahun. Dengan demikian biaya penyiangan makin besar, yakni hingga Rp3,6 juta per 3.000 m2 per tahun, atau sekitar Rp10-juta.

Baca juga:  Kampiun Bermodal Nongnong

Biaya itu memang lebih kecil daripada biaya pengadaaan bibit rumput dan pemeliharaan rutin, tetapi kebun harus sering dibersihkan, kebun tidak rapi, dan hama dan penyakit tidak putus siklusnya. Rumput yang pendek menghambat hama serangga untuk bersarang di kebun karena telurnya tidak bisa menetas. Contoh lalat buah yang biasanya menetas di tanah. Secara tidak langsung, belalang dan ulat penggerek daun pun jarang menyerang lengkeng karena rumput pendek tidak dipilih belalang dan hama lain untuk bersarang.

Selain itu pemilihan rumput gajah mini sebagai penutup tanah menguntungkan pekebun karena bisa dijual. Menurut Yusron Hadi Purnomo, pekebun lengkeng di Batang, Jawa Tengah, selain membuat kebun lebih rapi, rumput gajah mini dapat dijual sebagai penutup halaman rumah. “Harganya lumayan tinggi, Rp30.000 per m2.
Dari kebun seluas 3.000 m2, dapat memberi pemasukan tambahan Rp90-juta per 4 bulan. Namun, bila ingin menjual rumput, perlu rajin memasarkan ke perumahan-perumahan. (Syah Angkasa).

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d