Rumah Tanam Pintar

Rumah Tanam Pintar 1

Rumah tanam pintar yang mampu mengatur suhu, sinar matahari, air, sirkulasi udara, kecepatan angin, dan kelembapan sesuai kebutuhan tanaman.

Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman (tengah), saat meninjau rumah tanam pintar inovasi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian.

Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman berdecak kagum saat meninjau rumah tanam karya para peneliti Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) pada ajang Gelar Teknologi Tepat Guna, November 2017. Di dalam rumah tanam itu tampak hamparan bayam dan kangkung siap panen yang dibudidayakan secara hidroponik nutrition film technique (NFT).

Kedua jenis sayuran daun itu tumbuh pada perangkat hidroponik yang terbuat dari pipa polivinilklorida (PVC). Perangkat itu ditopang rak tiga tingkat dengan tinggi rak 1,8 m, lebar 1,3 m, dan panjang 10 m. Yang istimewa, rumah tanam berukuran 12 m x 8 m itu dilengkapi dengan teknologi canggih. Di dalam rumah tanam itu terdapat sensor yang dapat mendeteksi suhu dan kelembapan.

Pintar

Nilai suhu dan kelembapan itu kemudian ditampilkan pada layar liquid crystal display (LCD). Rumah tanam itu juga dilengkapi kipas angin dan pompa air. Kipas angin berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi udara sekaligus menurunkan suhu udara di dalam greenhouse. Kipas angin aktif bila sensor mendeteksi suhu ruangan lebih tinggi daripada yang diinginkan. Adapun pompa air berfungsi untuk mendorong air agar keluar melalui nozel alat pengabut.

Pompa air itu dikendalikan humidifier atau alat pengatur kelembapan. Bila sensor menunjukkan kelembapan rumah tanam kurang dari yang disyaratkan, maka pompa akan aktif dan memberi tekanan sehingga air keluar melalui nozel menyerupai kabut. Pompa nonaktif bila kelembapan di dalam rumah tanam sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Peranti lunak komputer mengatur seluruh perangkat itu dan terhubung dengan internet.

Baca juga:  Laba dari Sela Vanilla

Dengan begitu pekebun dapat mengakses program dan mengendalikan perangkat hidroponik dari jarak jauh menggunakan gawai. Dengan berbagai fitur itu Kepala BBP Mektan, Andi Nur Alam Syah, S.T.P, M.T., menyebut rumah tanam itu sebagai smart greenhouse alias rumah tanam pintar. “Untuk mengoperasikan rumah tanam itu cukup 1—2 orang,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Model bangunan greenhouse seperti itu cocok digunakan untuk daerah-daerah di kawasan tropis yang terik dan berangin kencang. Andi menggunakan plastik ultraviolet (UV) 14% dengan ketebalan 200 mikron untuk menutupi atap rumah tanam. Artinya hanya 86% sinar matahari yang diterima tanaman.

Sayuran ditanam dalam perangkat hidroponik yang disusun bertingkat.

Sayuran ditanam dalam perangkat hidroponik yang disusun bertingkat.

Adapun bagian dinding rumah tanam ditutupi dengan jaring penghalang serangga berukuran 36 mesh. Menurut commercial grower asal Indonesia yang kerap menjadi konsultan perusahaan hidroponik di Timur Tengah, Edi Sugiyanto, teknologi pengaturan iklim mikro di dalam rumah tanam mungkin tergolong baru di tanah air lantaran masih jarang yang menerapkan.

Harap mafhum, untuk mengadopsi teknologi otomatisasi perlu biaya investasi tinggi. Apalagi sebagian besar pekebun sayuran hidroponik di tanah air masih industri kecil, beberapa di antaranya bahkan hanya skala hobi. Di mancanegara teknologi seperti smart greenhouse merupakan hal lazim.

Otomatis

Kondisi iklim mikro di dalam rumah tanam pintar dapat dikendalikan melalui gawai.

Kondisi iklim mikro di dalam rumah tanam pintar dapat dikendalikan melalui gawai.

Kondisi alam padang pasir dengan suhu udara yang ekstrem membuat Edi berpikir keras merancang rumah tanam yang mampu menjaga kondisi iklim mikro yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. “Kondisi greenhouse harus selalu sesuai dengan kebutuhan tanaman, baik suhu, sinar matahari, air, sirkulasi udara, kecepatan angin, dan kelembapan,” kata Edi. Untuk mencegah suhu udara terlalu panas, rumah tanam dilengkapi berbagai alat untuk menstabilkan suhu.

Baca juga:  Selembar Daun Selaksa Kisah

Contohnya kipas exhaus untuk mencegah udara yang terlalu panas di dalam rumah tanam. Edi memasang alat itu di bagian dinding rumah tanam untuk menyedot udara panas di dalam rumah tanam dan membuangnya ke luar. Di bagian dinding juga terpasang cooling pad yang berfungsi mengalirkan udara dari luar masuk ke dalam greenhouse sehingga suhu rumah tanam turun.

Otomatisasi tidak hanya pada perangkat rumah tanam, tapi juga dalam meramu nutrisi. Sebelum berproduksi, Edi menghitung kebutuhan nutrisi setiap komoditas. Ia lalu menginput data kebutuhan nutrisi itu dalam sebuah aplikasi perangkat lunak di komputer. Aplikasi itulah yang nantinya mengatur proses peramuan nutrisi sehingga larutan nutrisi yang diberikan kepada tanaman seragam dan tidak berubah-ubah. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x