Lengkeng merah tengah diburu lantaran sosok buah yang eksotis

Lengkeng merah tengah diburu lantaran sosok buah yang eksotis

Hasilkan 20 bibit lengkeng rubi dalam 2 bulan

Ricky Hadimulya sanggup hasilkan 20 bibit lengkeng merah dalam 3—4 bulan dari sebuah pohon induk setinggi 1 meter. Rahasianya? Penangkar bibit tanaman buah di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu memperbanyak lengkeng merah rubi dengan teknik sambung susu. Ricky membengkokkan posisi pohon. Menurut Andi Eko Susanto, kepala kebun milik Ricky, saat pohon induk lengkeng merah dibengkokkan, jumlah cabang meningkat pesat.

“Tanpa dibengkokkan, jumlah cabang pada pohon induk itu hanya 5, tapi ketika dibengkokkan bisa mencapai 20 cabang yang siap disambung susu,” ujar pria 30 tahun itu. Penangkar bibit tanaman buah di Bogor, Jawa Barat, Syahril M Said mengungkapkan, pembengkokan pohon induk sangat memungkinkan lantaran cabang-cabang mendapat sinar matahari penuh tanpa terhalang rimbunan daun pucuk. “Cabang akan tumbuh semakin maksimal,” ujar Syahril.

Bibit lengkeng merah hasil sambung susu

Bibit lengkeng merah hasil sambung susu

Berhasil 90%
Selain itu, cabang yang tumbuh mengikuti gaya gravitasi sehingga tak terhambat saat tumbuh. Menurut Andi, teknik sambung susu dengan pohon induk yang dibengkokkan gampang-gampang susah. Mula-mula ia memilih pohon induk yang cukup besar setinggi minimal 50—80 cm berumur setahun. Ia membengkokkan secara perlahan dua pekan sekali hingga membentuk sudut 90 derajat. “Bengkokkan secara perlahan agar batang tidak patah,” ujar Andi. (lihat ilustrasi)

Setelah 6 bulan, muncul banyak cabang yang siap disambung susu. Namun, menurut Andi cabang-cabang itu harus diseleksi dahulu. Pilih cabang yang sehat dan tumbuh normal dan sudah matang. “Ciri-ciri cabang yang sudah siap diperbanyak yaitu berwarna cokelat, sementara cabang yang masih muda berwarna merah gelap,” ujar Andi.

Pohon induk lengkeng merah yang dirundukkan bisa mengeluarkan hingga 20 cabang

Pohon induk lengkeng merah yang dirundukkan bisa mengeluarkan hingga 20 cabang

Peneliti di Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, menyampaikan hal senada. Tunas yang sudah matang dan siap diperbanyak setidaknya berumur 1—2 bulan sejak tunas itu muncul. “Pada umur itu cabang sudah matang dan siap diperbanyak,” ujar Sobir. Selain dari jumlah cabang yang lebih banyak, menurut pengalaman Andi, tingkat keberhasilan teknik itu juga lebih tinggi dibanding teknik sambung mata tunas atau okulasi.

Baca juga:  Gaharu Normalkan Gula Darah

Andi mengatakan, “Pada teknik sambung susu dengan batang pohon yang dirundukkan tingkat keberhasilan bisa mencapai 90%, sementara dengan teknik okulasi hanya sekitar 10%. “Menurut Syahril, teknik sambung susu bisa lebih cepat dijual dibanding okulasi. Itu karena pada sambung susu, batang bawah dan batang atas sudah menyatu, sementara pada okulasi perlu menunggu menyatu yang ditandai dengan keluarnya tunas baru. “Pada teknik sambung susu, 2 pekan sejak pisah sudah bisa dijual, sementara pada okulasi masih menunggu sekitar 3—4 bulan hingga muncul tunas baru sebagai tanda bahwa teknik itu berhasil,” ujar Syahril. (Bondan Setyawan)

538_ 109

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d